JurnalPost.com - Tentunya belakangan ini kerap terdengar hampir seluruh masyarakat Indonesia, lantaran Thrifting tersebut bisa mengalahkan pasar UMKM. Sebelumnya apakah kalian tau Apa Itu Thrifting?
Apa Itu Thrifting? Bagi kalangan anak muda yang kerap suka mencari dan membeli barang bekas bermerek yang layak pakai dengan harga yang relatif sangat murah, mungkin tidak asing lagi dengan trifthing.
THRIFTING Merupakan Suatu Aktifitas Berbelanja/Berburu barang-barang Bekas semacam pakaian, yang bertujuan untuk mendapatkan barang tersebut dengan harga yang relatif murah. bukan hanya anak muda saja, melainkan ada beberapa artis juga yang sering melakukan aktifitas“Thrifting”.
THRIFTING Bisa dibilang bukan pertamakalinya dan bisa dikatakan bukan Aktifitas Baru, lantaran kegiatan seperti ini sudah ada sejak lama. Kegiatan Berbelanja/Berburu barang-barang pakaian bekas ini sudah puluhan tahun ada di Indonesia dan sudah dianggap Legal. Namun, pada pertengahan bulan Maret kemarin pemerintah langsung mengambil sikap tegas terhadap larangan barang impor di Indonesia.
Aktifitas Thrifting saat ini bisa di ibaratkan sebagai musuh terbesarnya bagi Pemerintah dan Pasar UMKM. Pada bulan Maret kemarin Kementrian Perdagangan Zulkifli Hasan dan Mentri Tenten Masduki Serta Bea Cukai dan Kepolisian memusnahkan 7,364 Lebih bal pakaian impor ilegal.
Setelah pristiwa tersebut banyaknya Penjual pakaian Bekas yang beralih Berjualan di online shop, ada juga beberapa yang masih bertahan di masyarakat kita bisa lihat secara langsung dari banyaknya thriftshop yang masih bertahan mulai dari online dan offline. Di jakarta sendiri Bertempatnya di Pasar Senen masih menjadi tempat favorit Anak muda untuk mencari pakaian bekas di kala hari weekend. Lantaran tak hanya pakaian yang disuguhkan disana. Ada sepatu, topi bahkan Elektronik pun ada disana. Pengunjungnya juga sangat variatif mulai dari remaja, pemuda, orangtua sampai dengan lansia pun masih ada.
Memang benar barang yang ditawarkan bukan sekedar hanya branded melainkan bisa di bilang Limitid Edition karna biasanya dari Bal tersebut hanya ada beberapa saja yang sama, Namun harga yang relatif murah menjadi penyebab utama Thrifting sangat meningkat pesat setiap tahunnya. Tak hanya peningkatan minatnya pembeli, dan ketika hari sudah mulai malam para pedagang Pakaian bekas ini tidak berhenti berjualan, melainkan menggelar kembali barang dagangannya di Belakang Pasar Senen.
Nyatanya, dengan adanya Penjualan pakaian bekas (Thrifting) ini memang sangat memukul pasar UMKM, yang dimana pasar UMKM ini menggunakan banyak waktu dan tenaga kerja dan membuat para UMKM kehilangan banyak pelanggan dan lapangan kerja setelah adanya aktifitas thrifting ini karna ia tidak memerlukan banyak tenaga kerja dalam proses penjualan dibandingkan dengan pasar UMKM, cukup dengan satu sampai dua orang saja untuk menciptakan lapak penjualannya sendiri.
Dengan adanya thrifting ini, Setidaknya bisa memberikan semangat untuk pasar UMKM dan agar bisa lebih untuk berinovasi dari produk lokal, karna costumer/pembeli di jaman sekarang lebih memilih barang atau produk yang tidak pasaran melainkan mencari barang yang kualitas atau branded dengan harga yang relatif murah.
Pastinya mentri dan pemerintahan juga memiliki permasalahan yang tak kunjung usai ini, dengan banyaknya lapangan pekerjaan yang di legalkan bertahun-tahun dan sekarang menjadi pekerjaan yang ternyata ilegal ini cukup intuk membuktikan bahwa pemerintahan masih kesulitan untuk menghentikan penjualan pakaian bekas import ini.
Sudah pasti antara lain dengan pengawasan mentri bea cukai Maupun pada proses pengiriman pakaian bekas import tersebut, Melalui permasalahan aktifitas thrifting tersebut kita bisa melihat bahwa pemerintah masih gagal dan lengah dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan melalui permasalahan Thrifting sudah cukup membuktikan bukan?
Penulis : Muhammad Fatur Ramadhan Mahasiswa : Universitas Pamulang Prodi Teknik Informatika. Tugas Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan Dosen Pengampu : Mawardi Nurullah, M. PD
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda