JurnalPost.com - Menurut Wijono (2005) pertumbuhan ekonomi secara singkat merupakan proses kenaikan ouput per kapita dalam jangka Panjang, pengertian ini menekankan pada tiga aspek yaitu proses, ouput per kapita dan jangka Panjang. Proses manggambarkan perkembangan perekonomian dari waktu ke waktu yang lebih bersifat dinamis, ouput perkapita mengaitkan aspek ouput total (PDB) dan aspek jumlah penduduk, sehingga jangka Panjang menunjukkan kecenderungan perubahan perekonomian dalam jangka panjang tertentu yang didiorong oleh proses intern perekonomian (self-generating). Secara sederhana pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai kenaikan ouput total (PDB) dalam jangka Panjang tanpa memandang apakah kenaikan itu kecil atau lebih besar dari laju pertumbuhan penduduk dan apakah diikuti oleh pertumbuhan struktur perekonomian atau tidak.
Sedangkan kemiskinan, menurut UNDP (United Nations Development Programme) mendefinisikan kemiskinan sebagai kondisi kekurangan pendapatan dan kesulitan ekonomi. Namun, kemiskinan juga dipandang sebagai suatu keadaan dimana kurangnya akses terhadap Pendidikan, Kesehatan atau air minum yang bersih, atau untuk mempengaruhi proses politik dan factor lainnya yang penting bagi manusia. Denagan kata lain, UNDP memandang kemiskinan sebagai suatu masalah multidimensi yaitu tidak hanya terbatas pada kekurangan pendapatan dan sumber daya ekonomi.
Berangkat dari definisi pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan, maka pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan adalah hal yang saling berkesinambungan, sering kali indikator keberhasilan ekonomi di suatu spasial atau wilayah di indentifikasikan dengan tingginya pertumbuhan ekonomi.
Lantas, bila dilihat dari data BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2020 provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah provinsi Sulawesi tengah sebesar 4,86% dan pada tahun sebelumya 2019 sebesar 8,83% serta pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi di Sulawesi tengah mencapai angka 20,60%, sebuah angka yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di provinsi lainnya di Indonesia. Sebagai pembanding, pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah pada tahun 2020 sebesar -1,40%, artinya rendah sekali karena pertumbuhan ekonomi bertumbuh tetapi negatif, pada tahun 2019 sebesar 6,12% dan pada tahun 2018 sebesar 5,61%.
Tetapi apakah daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan daerah dengan masyarakat yang sejahtera, dari perbandingan dua Provinsi sebelumnya, maka data tingkat kemiskinan yang berasal dari Badan Pusat Statistik menjabarkan bahwa pada tahun 2018-2020 tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah berturut-turut sebesar 13,69%, 13,18% dan 13,06%, sedangkan tingkat kemiskinan di Kalimantan tengah pada tahun 2018-2020 berturut-turut sebesar 5,10%, 4,81% dan 5,26%.
Dari data tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa pada daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi yaitu Provinsi Sulawesi Tengah memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi pula dan sebaliknya Provinsi Kalimantan tengah dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup rendah memiliki tingkat kemiskinan yang cukup rendah pula. Sehingga, pertumbuhan ekonomi yang tinggi bukanlah suatu indikator keberhasilan ekonomi bagi suatu daerah, karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi tidak disertai dengan pemabngunan ekonomi akan menyebabkan boomerang bagi daerah itu sendiri yang menyebabkan disparitas semakin tinggi yang akhirnya menyebakan tingkat kemiskinan seamkin tinggi.
Penulis: Muhammad Haldi, Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Muhamadiyah Malang Editor: Annisa

Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda