Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan

Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
21 Januari 2022, 09.35 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Pertumbuhan Ekonomi

JurnalPost.com - Menurut Wijono (2005) pertumbuhan ekonomi secara singkat merupakan proses kenaikan ouput per kapita dalam jangka Panjang, pengertian ini menekankan pada tiga aspek yaitu proses, ouput per kapita dan jangka Panjang. Proses manggambarkan perkembangan perekonomian dari waktu ke waktu yang lebih bersifat dinamis, ouput perkapita mengaitkan aspek ouput total (PDB) dan aspek jumlah penduduk, sehingga jangka Panjang menunjukkan kecenderungan perubahan perekonomian dalam jangka panjang tertentu yang didiorong oleh proses intern perekonomian (self-generating). Secara sederhana pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai kenaikan ouput total (PDB) dalam jangka Panjang tanpa memandang apakah kenaikan itu kecil atau lebih besar dari laju pertumbuhan penduduk dan apakah diikuti oleh pertumbuhan struktur perekonomian atau tidak.

IKLAN

Sedangkan kemiskinan, menurut UNDP (United Nations Development Programme) mendefinisikan kemiskinan sebagai kondisi kekurangan pendapatan dan kesulitan ekonomi. Namun, kemiskinan juga dipandang sebagai suatu keadaan dimana kurangnya akses terhadap Pendidikan, Kesehatan atau air minum yang bersih, atau untuk mempengaruhi proses politik dan factor lainnya yang penting bagi manusia. Denagan kata lain, UNDP memandang kemiskinan sebagai suatu masalah multidimensi yaitu tidak hanya terbatas pada kekurangan pendapatan dan sumber daya ekonomi.

kedai pajak sampul 1280x720
Baca Juga

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Berangkat dari definisi pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan, maka pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan adalah hal yang saling berkesinambungan, sering kali indikator keberhasilan ekonomi di suatu spasial atau wilayah di indentifikasikan dengan tingginya pertumbuhan ekonomi.

IKLAN

Lantas, bila dilihat dari data BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2020 provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah provinsi Sulawesi tengah sebesar 4,86% dan pada tahun sebelumya 2019 sebesar 8,83% serta pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi di Sulawesi tengah mencapai angka 20,60%, sebuah angka yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di provinsi lainnya di Indonesia. Sebagai pembanding, pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah pada tahun 2020 sebesar -1,40%, artinya rendah sekali karena pertumbuhan ekonomi bertumbuh tetapi negatif, pada tahun 2019 sebesar 6,12% dan pada tahun 2018 sebesar 5,61%.

Tetapi apakah daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan daerah dengan masyarakat yang sejahtera, dari perbandingan dua Provinsi sebelumnya, maka data tingkat kemiskinan yang berasal dari Badan Pusat Statistik menjabarkan bahwa pada tahun 2018-2020 tingkat kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah berturut-turut sebesar 13,69%, 13,18% dan 13,06%, sedangkan tingkat kemiskinan di Kalimantan tengah pada tahun 2018-2020 berturut-turut sebesar 5,10%, 4,81% dan 5,26%.

Dari data tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa pada daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi yaitu Provinsi Sulawesi Tengah memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi pula dan sebaliknya Provinsi Kalimantan tengah dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup rendah memiliki tingkat kemiskinan yang cukup rendah pula. Sehingga, pertumbuhan ekonomi yang tinggi bukanlah suatu indikator keberhasilan ekonomi bagi suatu daerah, karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi tidak disertai dengan pemabngunan ekonomi akan menyebabkan boomerang bagi daerah itu sendiri yang menyebabkan disparitas semakin tinggi yang akhirnya menyebakan tingkat kemiskinan seamkin tinggi.

bayar
Baca Juga

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Penulis: Muhammad Haldi, Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Muhamadiyah Malang Editor: Annisa

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pertumbuhan-ekonomi-dan-kemiskinan/30226/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 16.50 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

Kedaulatan Rupiah Tak Cukup Berhenti di QRIS

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Transparansi Keuangan Organisasi Mahasiswa: Langkah Kecil Membangun Budaya Antikorupsi

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

Beli Elektronik di Bojonegoro Kini Lebih Praktis, Nasabah BRI Tak Perlu Bawa Uang Tunai Berkat QRIS

Pilihan Editor

  1. 1 FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif
  2. 2

    Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

  3. 3

    Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

  4. 4

    Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

  5. 5

    Kisah Mamik Pemilik Toko Kelontong Sekaligus Agen BRILink di Bojonegoro Bantu Warga

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.