JurnalPost.com - Kopi Gunung Arca asal Kecamatan Sukamakmur telah berhasil mengalahkan Kopi Sidikalang dan Kopi Gayo menurut hasil uji cita rasa Kopi Nusantara. Kopi asal Kabupaten Bogor tersebut sudah melalui penilaian dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember. kopi Gunung Arca, mendapat poin yang memuaskan yaitu 82,75 dengan catatan cita rasa acidy, caramelly, spicy dan chocolat.
Berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor,Ir. Siti Nurianty, MM, menyebutkan bahwa “Luas kawasan sentra kopi di Kabupaten Bogor mencapai 2.927 ha dengan produksi kopi berasan sebanyak 2.177,5 kg.”
Kelompok Tani Mekar Wangi Jaya adalah sekelompok masyarakat yang membudidayakan kopi menjadi Kopi Bogor berkualitas. Kelompok Tani Mekar Wangi Jaya yang dipimpin oleh Budi Irawan, beranggotakan sekitar lima puluh orang yang sudah turun temurun usaha di bidang perkopian. Kopi yang ditawarkan adalah Green bean robusta dan arabika. Ketua Kelompok Tani Mekar Wangi Jaya yang juga menjadi petani Kopi Gunung Arca, Budi Irawan, sudah datang ke kampung tersebut sejak tahun 1996 lalu. Budi Irawan menuturkan bahwa “ di Kampung Arca sudah tertanam perkebunan kopi arabika yang berusia puluhan tahun, bahkan disebut sebagai peninggalan jaman Belanda. Tetapi saat itu pengetahuan warga tentang perkopian masih terbatas dan saat itu kopi pun belum terlalu marak seperti sekarang, sehingga sebagian pohon kopi ditebang dan digantikan menjadi tanaman sayuran yang diyakini lebih menguntungkan.”
Di tahun 2016, Budi mencoba mengembangkan pertanian kopi yang dibantu binaan pemerintah daerah, belajar bagaimana budidaya pohon kopi dan bagaimana cara memanen kopi dengan kualitas yang bagus. Pada saat itu pemerintah masih mendatangkan para ahli untuk meneliti kualitas kopi yang ada di Kampung Arca. Akhirnya, seiring berjalannya waktu Kopi Gunung Arca pun berkembang dan semakin dikenal oleh banyak orang sebagai Kopi Bogor yang berkualitas, kopi yang dijual dipasaran adalah biji kopi yang kering atau biasa disebut green bean.
Dalam setahun penjualan green bean kopi bisa mencapai lebih dari 500 ton. Kopi yang dikelola oleh Kelompok Tani Mekar Wangi Jaya memiliki peluang yang sangat menjanjikan, salah satunya dikarenakan sudah banyak cafe dan beberapa tempat yang berlangganan memakai Kopi Gunung Arca, seperti Kemenady Cafe, Gumati Cafe, Otten Coffee, Rumah Kopi Bogor, Seruni Hotel, sampai Starbucks Coffee Indonesia pun berlangganan memakai Kopi Gunung Arca. Bahkan, Kopi Gunung Arca sudah rutin ekspor ke Hongkong dan California. Hal ini sudah cukup membuktikan Kopi Gunung Arca tidak perlu diragukan lagi cita rasa dan kualitasnya.

Dibalik kesuksesan kopi Gunung Arca di mata konsumen, Budi mengaku saat ini masih memiliki kendala dalam memenuhi permintaan pasar, yakni “karena cuaca yang tidak bisa di prediksi, sehingga proses penjemuran kopi tidak bisa cepat kering dan memperlambat proses pembuatan kopi serta keterbatasan dana untuk melakukan penyiangan. karena setelah panen, buah kopi harus dikeringkan terlebih dahulu hingga kulit buahnya mengelupas dengan sendirinya. Proses pengeringannya sendiri memerlukan waktu sekitar dua minggu sampai satu bulan tergantung cuacanya.” ucap Budi.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Distanhorbun sangat mendukung pengembangan Kopi Gunung Arca. Beberapa upaya yang sudah dilakukan seperti dengan membangun wilayah sentra kopi di Kecamatan Sukamakmur dan kecamatan lainnya sebagai penunjang, serta kegiatan fasilitasi lainnya. Fasilitasi kegiatan yang sudah dilakukan adalah kegiatan pengembangan tanaman kopi, pembibitan, pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), serta pengembangan pengolahan dan mutu hasil kopi. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitasdan kuantitas produk sehingga mampu berdaya saing dan memiliki nilai tambah sekaligus meningkatkan kualitas perkebunan, dan produksinya.
Oleh: Sofi Fatiha mahasiswi IPB University Majoring Communication Digital And Media.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda