JurnalPost.com - Menurut WHO selama tahun 2020, Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara dengan kasus positif COVID-19 terbanyak. Adanya pandemi Covid-19 ini memberikan dampak ke berbagai aspek kehidupan tak terkecuali pada aspek ekonomi. Selama pandemi Covid-19, terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi masyarakat akibat penerapan kebijakan pembatasan sosial dan karantina wilayah yang dilakukan oleh pemerintah.
Banyak negara di dunia yang sebelumnya memiliki fundamental ekonomi yang baik namun nyatanya tetap terdampak dan bahkan ada yang berada dalam keadaan zona krisis ekonomi akibat adanya pandemi Covid-19. Bahkan hal ini terbukti dengan adanya pertumbuhan pendapatan per kapita yang negatif pada tahun 2020. Pandemi ini mempengaruhi bahkan pada tingkat keluarga yang kesulitan untuk terus beradaptasi dengan keadaan ekonomi dunia yang sedang krisis. Selama pandemi, salah satu narasumber yang menjadi ibu rumah tangga, Rohdatul Hasanah, harus mencari tambahan penghasilan dengan berbagai cara. Karena ibu Rohdatul Hasanah menyadari kebutuhan yang ada semakin bertambah namun pendapatan semakin berkurang akibat adanya pembatasan kegiatan dan krisis ekonomi. Akibat adanya pembatasan aktvitas selama Pandemi Covid-19 juga, banyak rumah tangga yang mengalami penurunan pendapatan padahal kebutuhan akan bahan pangan dan kebutuhan pokok lain harus tetap terpenuhi. Berbagai pekerjaan dilakukan agar tetap dapat menghidupi kebutuhan keluarga. Selain itu, kebutuhan akan komunikasi digital melalui telepon seluler semakin meningkat signifikan menjadikan pengeluaran keluarga meningkat kepada hal yang tidak pernah terduga sebelumnya.
Meskipun terdapat kebijakan pembatasan kegiatan di luar rumah dari pemerintah, pencari nafkah dalam keluarga harus tertap bekerja meskipun dengan beberapa adaptasi seperti waktu kerja yang lebih cepat yang relevan dengan penghasilan yang lebih kecil. Banyak para pencari nafkah keluarga yang dihadapkan dengan pengurangan jam kerja bahkan hingga pemutusan hubungan kerja. Namun, kebutuhan hidup harus tetap terpenuhi sehingga mau tidak mau mereka tetap berusaha untuk mencari perkerjaan lain bersaingan dengan para pencari nafkah lainnya hingga dapat dikatakan bahwa rasio antara jumlah lowongan pekerjaan dan para pencari kerja tidak seimbang. Namun, banyak tempak kerja yang tidak serta merta langsung mengurangi jam kerja atau pemutusan hubunga kerja namun hanya melakukan pemindahan pekerjaan menjadi di rumah saja atau sering dikatakan sebagai working from home.
Indonesia yang merupakan salah satu negara berkembang yang mengalami dampak dari Covid-19 seperti adanya tekanan kondisi eknomi serta sosial. Hal ini membuat penerapan pembatasan sosial tidak bisa terhindarkan lagi demi menjaga masyarakat itu sendiri agar tidak terkena virus Covid-19. Sebagai negara berkembang, kemiskinan merupakan salah satu masalah penting yang sedang berusaha untuk diberantas. Masyarakat yang mengalami kemiskinan secara tidak langsung kesulitan untuk mengakses layakan kesehatan dan kurangnya mendapatkan informasi terbaru terkait pandemi yang sedang dihadapi.
Dampak yang besar terkait dengan aktivitas bisnis karena kurang pasokan tenaga kerja, pendapatan menurun, peningkatan biaya di hampir semua sektor, pengurangan konsumsi karena daya beli masyarakat rendah. Keluarga sebagai salah satu organisasi terdekat mengalami dampak dimana terdapat perubahan pola mencari pendapatan. Salah satu narasumber, Ibu Rohdatul Hasanah yang mau tidak mau berani untuk terjun membuka bisnis baru agar menambah pemasukan keluarga yang sebelumnya dipenuhi oleh sang suami namun di PHK akibat adanya pandemi Covid-19 ini. Selain itu, kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sangat mempengaruhi juga untuk pemenuhan anaknya yang membutuhkan telepon seluler agar dapat tetap belajar meskipun secara jarak jauh.
Pandemi yang terjadi 2 tahun yang lalu sejak awal tahun 2020 meninggalkan pengaruh yang signifikan di seluruh penjuru dunia. Dampak signifikan yang dirasakan bukan hanya terhadap sektor-sektor besar yang ada, namun memberi dampak yang juga signifikan terutama pada sektor kecil seperti rumah tangga. Pendapatan rumah tangga, yang merupakan salah satu aspek dalam rumah tangga yang pada umumnya menjadi sumberdaya keuangan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mengalami perubahan pada banyak keluarga.
Pada umumnya, perubahan yang dihadapi disebabkan oleh keterbatasan-keterbatasan yang diadakan dalam rangka menghadapi pandemi. Akibatnya, beragam penyesuaian pun juga harus dilakukan oleh banyak keluarga agar dapat beradaptasi dan bertahan karena perubahan tersebut. Dalam halnya perubahan pada pendapatan yang diterima, pengelolaan atau manajemen keuangan dalam keluarga diperlukan. Terlebihnya, dalam keadaan pandemi seperti ini, di mana dana darurat juga perlu disisihkan karena keadaan yang sulit untuk diprediksi. Dengan adanya manajemen keuangan yang baik, diharapkan kesejahteraan keluarga yang merupakan hal yang krusial dapat dipertahankan.
Salah satu perwakilan dari keluarga yang terdampak dari pandemi, Ibu Rohdatul Hasanah, yang berdomisili di Bogor memberi pernyataan yang membuktikan bahwa pendapatan keluarganya terpengaruhi oleh adanya pandemi Covid-19 ini. Dengan adanya kebijakan seperti pembatasan, menyebabkan keluarga Ibu Rohdatul Hasanah harus membuat perubahan dan tanpa disadari juga melakukan manajemen keuangan. Seperti pendapatan yang dihasilkan oleh Ibu Rohdatul dan suaminya dialokasikan ke dalam keperluan yang berbeda. Ibu Rohdatul menggunakan pendapatannya untuk tabungan, biaya sekolah anak, dan listrik. Sedangkan pendapatan suaminya dialokasikan untuk biaya makan sehari-hari. Dengan adanya manajemen keuangan yang dilakukan tersebut, alokasi sumber dana pada keluarga Ibu Rohdatul dapat terbagi dengan efisien dan dapat menjaga kesejahteraan keluarga.
Selain manajemen sumberdaya keuangan, manajemen sumberdaya manusia yang terdiri dari daya pikir dan daya fisik seorang individu, juga memiliki peran yang penting dalam keluarga dengan kaitannya dalam mempertahankan kesejahteraan keluarga. Perbedaan yang terdapat pada setiap keluarga membuat cara pengelolaan sumberdaya manusia dalam masing-masing keluarga juga berbeda. Peran manajemen sumberdaya manusia dalam keluarga dalam rangka pemenuhan kebutuhan keluarga diperlukan untuk dapat mengatur pola dan pemenuhan seperti adanya manajemen waktu, kerja, stress, dan sumberdaya manusia.
Pembatasan sosial yang diberlakukan oleh pemerintah menyebabkan seluruh masyarakat terkena dampak, terutama masyarakat golongan pendapatan menengah ke bawah dan pekerja harian. Kelompok masyarakat yang sebelumnya tidak termasuk miskin akhirnya menjadi miskin karena pembatasan berskala luas ini. Oleh karena itu, dengan adanya keterbatasan dan keadaan yang mendesak masyarakat untuk bisa bertahan untuk tetap bisa menjalankan aktivitas sehari-hari, membeli kebutuhan pokok kehidupan, dan lainnya, terutama dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan menciptakan kesejahteraan keluarga, penting sekali untuk dapat mengelola dan mengatur keuangan yang dimiliki dan mengoptimalkan penggunaannya.
Oleh: Rahmaniar Ade Khoirunnisa, Sabrina Aulia Zachra, Ratih Putri Ayuningtyas, Kalula Khairunissa
Dosen Pengampu: Dr. Megawati Simanjutak, S.P., M.Si Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda