Oleh : Perandi Sanjaya Sembiring, Mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Universitas Sumatera Utara
Kecerdasan finansial merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan saat ini. Kecerdasan finansial adalah kecerdasan dalam mengelola aset pribadi (Widayati, 2012). Individu harus memiliki suatu pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola sumber keuangan pribadinya secara efektif demi kesejahteraannya. Selain menetapkan keputusan keuangan jangka pendek seperti tabungan dan pinjaman, individu juga harus memikirkan keputusan keuangan jangka panjang seperti perencanaan pensiun dan perencanaan pendidikan untuk anak-anaknya.
Literasi keuangan telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir dan mendapatkan perhatian yang lebih, khususnya pada negara-negara maju. Istilah literasi keuangan adalah kemampuan seorang individu untuk mengambil keputusan dalam hal pengaturan keuangan pribadinya.
Remund (2010) menjelaskan lima domain dari literasi keuangan yakni 1) Pengetahuan tentang konsep keuangan 2) Kemampuan untuk berkomunikasi tentang konsep keuangan 3) Kemampuan untuk mengelola keuangan pribadi 4) Kemampuan dalam membuat keputusan keuangan 5) Keyakinan untuk membuat perencanaan keuangan masa depan. Literasi keuangan telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir. Beberapa faktor yang menyebabkan literasi keuangan berkembang antara lain tingkat bunga tabungan yang rendah, meningkatnya tingkat kebangkrutan dan tingkat hutang, dan meningkatnya tanggung jawab individu untuk membuat keputusan yang akan mempengaruhi perekonomian mereka di masa depan (Servon & Kaestner, 2008).
Literasi keuangan sangat berkaitan dengan kesejahteraan seorang individu. Pengetahuan keuangan dan keterampilan dalam mengelola keuangan pribadi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, Krishna, Rofaida, dan Sari (2010) menjelaskan bahwa literasi keuangan membantu individu agar terhindar dari masalah keuangan.
Bhushan and Medury (2013) menjelaskan literasi keuangan telah menjadi semakin kompleks selama beberapa tahun terakhir dengan pengenalan banyak produk keuangan baru. Dalam rangka untuk memahami risiko dan keuntungan yang terkait dengan produk keuangan, tingkat minimum literasi keuangan sudah menjadi suatu keharusan. Individu yang memiliki literasi keuangan dapat membuat penggunaan yang efektif dari produk dan jasa keuangan sehingga individu tidak akan mudah ditipu oleh orang-orang yang menjual produk-produk keuangan yang tidak sesuai dengan individu tersebut.
Literasi keuangan membantu untuk meningkatkan kualitas pelayanan keuangan dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu negara. Semakin meningkatnya kompleksitas ekonomi, kebutuhan individu dan produk keuangan, individu harus memiliki literasi keuangan untuk mengatur keuangan pribadinya.
Pengetahuan tentang keuangan sangat penting bagi seorang individu, agar mereka tidak salah dalam membuat keputusan keuangan mereka. Pengetahuan tentang keuangan yang kurang, mengakibatkan kerugian bagi individu, baik akibat dari inflasi, penurunan kondisi perekonomian baik dalam negeri maupun luar negeri, atau berkembangnya sistem perekonomian.
Nidar dan Bestari (2012) menjelaskan bahwa perekonomian nasional tidak akan berpengaruh pada krisis keuangan global jika masyarakat memahami sistem keuangan. Kesalahpahaman menyebabkan banyak orang mengalami kerugian keuangan, sebagai akibat dari pengeluaran yang boros dan konsumsi, tidak bijaksana dalam penggunaan kartu kredit, dan menghitung perbedaan antara kredit konsumen dan pinjaman bank. Selain itu, kurangnya pengetahuan tentang keuangan menyebabkan seseorang sulit untuk melakukan investasi atau mengakses ke pasar keuangan. Bagi sebagian besar mahasiswa, masa kuliah adalah saat pertama mereka mengelola keuangannya sendiri tanpa adanya pengawasan dari orang tua (Sabri et al. 2008).
Mahasiswa akan menghadapi permasalahan yang mungkin baru dan menghadapi lingkungan yang baru tanpa adanya pengawasan dan dukungan dari orang tua. Mahasiswa harus bisa secara mandiri mengatur keuangannya dengan baik dan juga harus bisa bertanggung jawab atas keputusan yang telah mereka buat.
Permasalahan-permasalahan keuangan yang sering timbul pada mahasiswa adalah mereka belum memiliki pendapatan, sebagian dari mahasiswa masih bergantung kepada orang tua. Selain itu, sikap boros dari mahasiswa merupakan permasalahan yang sering dihadapi. Banyak penelitian yang dilakukan pada mahasiswa dan hasilnya menunjukan bahwa pengetahuan tentang literasi keuangan masih sangat rendah. Mahasiswa sebagai generasi muda sejak dini harus memiliki pengetahuan di bidang personal finance karena pengetahuan tersebut akan membantu mahasiswa dalam mengatur keuangannya di masa depan.
Chen and Volpe (1998) menjelaskan bahwa mahasiswa yang memiliki pengetahuan yang rendah akan membuat keputusan salah dalam keuangan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan di bidang personal finance akan mempengaruhi mahasiswa dalam mengambil keputusan keuangan yang baik. Widayati (2012) menjelaskan pembelajaran di perguruan tinggi sangat berperan penting dalam proses pembentukan literasi finansial mahasiswa.
Mahasiswa tinggal di lingkungan ekonomi yang beragam dan kompleks sehingga peningkatan kebutuhan pendidikan keuangan sangat diperlukan. Pembelajaran yang efektif dan efisien akan membantu mahasiswa memiliki kemampuan memahami, menilai, dan bertindak dalam kepentingan keuangan mereka. Adanya pengetahuan yang baik sejak dini diharapkan mahasiswa dapat memiliki kehidupan yang sejahtera di masa yang akan mendatang.
Daftar Referensi Widayati, I. (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi literasi finansial mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Brawijaya. Jurnal Akutansi dan Pendidikan . Remund, D. L. (2010). Financial literacy explicated: The case for a clear definition in an increasingly complex economy. The Journal of Consumer Affairs. Servon, L., & Kaestner, R. (2008). Consumer financial literacy and the impact of online banking on the financial behavior of lower-income bank customers. Journal of Consumers Affairs. Krishna, A., Rofaida, R., & Sari, M. (2010). Analisis tingkat literasi keuangan di kalangan mahasiswa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Proceedings of the 4th International Conference on Teacher Education; Join Conference UPI & UPSI Bandung, Indonesi. Bhushan, P., & Medury, Y. (2013). Financial literacy and its determinants. International Journal of Engineering, Business and Enterprise Applications (IJEBEA). Nidar, S. R., & Bestari, S. (2012). Personal literacy among university students (case study at Padjajaran University students, Bandung, Indonesia. World Journal of Social Sciences. Sabri, M. F., Othman, M. A., Masud, J., Paim, L., MacDonald, M., & Hira, T. K. (2008). Financial behavior and problems among college students in Malaysia: Research and education implication. Consumer Interest Annual. Chen, H., & Volpe, R. P. (1998). An analysis of financial literacy among college students. Financial Services Review.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda