Batu, JurnalPost – Mayoritas masyarakat di Desa Bulukerto memiliki mata pencaharian sebagai petani buah. Buah yang dihasilkan adalah buah jeruk, apel, jambu, dll. Para petani di desa Bulukerto mengeluhkan bahwa buah yang memilki cacat seperti bercak coklat sedikit pada buah apel membuat pengepul buah tidak mau menerimanya, sehingga para petani berpikir untuk membuang buah tersebut. Hal ini menyebabkan kerugian untuk para petani, mereka berkata bahwa buah yang bagus saja memiliki harga yang murah bagaimana dengan buah yang memiliki cacat.
Untuk mengatasi hal tersebut mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malanag (UMM) berinisiatif untuk memanfaatkan buah yang memiliki cacat agar menjadi sebuah produk olahan. Mahasiswa UMM mencoba untuk melihat dan memahami kondisi desa, Pak RT mengatakan bahwa para ibu memilki program UMKM akan tetapi kurang berjalan dengan baik, ibu-ibu PKK hanya membuat kreatifitas tangan yaitu membuat tas tali kur, tetapi hal ini membutuhkan waktu yang lama dan tidak ada hasil. Dari kondisi ini kami mencoba untuk menggabungkan ibu-ibu PKK dan pemanfaatan hasil tani, dengan mengajak ibu-ibu PKK membuat produk olahan dari buah yang sudah dipanen para petani.
Kami mencoba untuk memanfaatkan hasil tani menjadi produk olahan dengan bahan bahan yang mudah atau sering tersedia di rumah. Pertama kami memanfaatkan buah jeruk, yaitu membuat permen jeruk. Dengan mengolah air perasan jeruk, gula dan gelatin yang direbus hingga menjadi seperti caramel, kemudian dituang dalam cetakan, tunggu hingga mendingin dan mengeras, dan dikeluarkan dari cetakan dan taburi dengan gula halus. Ibu-ibu PKK dapat membuat permen dengan mudah, bahkan mereka dapat membuat permen jeruk di rumah masing-masing.
Pembuatan minuman Apple Cider
Kota batu terkenal dengan kota yang dingin dari sini kami berinisiatif untuk membuat minuman yang dapat disajikan hangat maupun dingin. Kami memanfaatkan buah apel, jeruk, lemon dan rempah rempah. Dengan merebus potongan buah apel, jeruk, lemon, kayu manis, cengkeh, bunga lawing, dan palm sugar. Rebusan ini direbus dengan waktu kurang lebih 1 jam. Minuman ini begitu hangat saat diminum, bahkan saat ditambahkan es batu terasa menyegarkan. Ibu PKK dapat membuat minuman ini untuk minuman keluarga karena bahan dan cara pembuatan yang mudah. Melalui pemanfaatn hasil tani kami berharap bahwa produk olahan yang kami sosialisasikan dapat bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi untuk produk UMKM di Desa Bulukerto. Berikut link video nyaa
[embed]https://youtu.be/UcA8Nq02vzw[/embed]
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda