Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Pelestarian Budaya Batik Nusantara Sebagai Identitas Kultural Bangsa Indonesia di Era Globalisasi

Pelestarian Budaya Batik Nusantara Sebagai Identitas Kultural Bangsa Indonesia di Era Globalisasi

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
06 Mei 2023, 18.32 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Batik Nusantara

JurnalPost.com - Kebudayaan ialah identitas nasional dari suatu bangsa. Identitas nasional bangsa itu sendiri dapat dikatakan unik, khas, atau berkarakteristik, yang dapat membedakan suatu bangsa dengan bangsa lainnya. Namun, dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mempercepat proses globalisasi ini.

Setiap bangsa pasti memiliki identitasnya masing-masing, yang terbentuk melalui sejarah bangsa itu sendiri. Indonesia adalah negara yang memiliki beberapa keunikan yang memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan dengan negara lain. Karena banyaknya pulau di negara Indonesia, Indonesia bahkan bisa dikatakan sebagai negara dengan pulau terbanyak di dunia. Salah satu warisan budaya yang terkenal adalah batik.

IKLAN

Batik merupakan pakaian kuno atau tradisional, kebanyakan hanya dikenakan oleh orang Jawa, dan pada saat yang sama, tetapi beberapa orang Indonesia hanya memakainya saat pesta. Batik menjadi salah satu karya seni dan budaya bangsa Indonesia mengalami perkembangan dari masa ke masa.

kedai pajak sampul 1280x720
Baca Juga

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Dalam bahasa Jawa, batik ditulis bathik yang mengacu pada huruf Jawa “tha” artinya batik adalah rangkaian titik-titik yang membentuk suatu gambar tertentu. Seperti yang kita ketahui, batik memiliki dua komponen utama yaitu warna dan garis yang membuat batik menjadi kanvas yang indah dan menarik.

Awalnya, seni membatik hanya ada di kawasan atau lingkungan keraton. Namun, saat ini seni membatik telah menyebar luas di kelompok masyarakat, sehingga banyak warga yang memilih bekerja membatik untuk mencari penghasilan, terutama pada kaum wanita. Dampak Globalisasi terhadap Kebudayaan Sebagai identitas nasional bangsa Indonesia yaitu menjadikan keragaman budaya Indonesia sebagai aset. Tidak semua negara memiliki budaya yang beragam seperti Indonesia.

Sejak ditetapkan sebagai salah satu Warisan Dunia UNESCO pada 2 Oktober 2009, batik kini bertransformasi menjadi media yang mampu menyampaikan segala pesan moral dan trend yang terkandung di dalamnya, serta digemari banyak orang di seluruh dunia. Sebelum merambah dunia, batik sudah diakui sebagai warisan budaya takbenda bangsa Indonesia (Intangible cultural heritage).

Seni lukis semacam ini bukan sekedar lukisan, corak apa yang dilukis juga memiliki makna filosofis. Filosofi motif batik ini sangat erat kaitannya dengan kebudayaan Jawa, dimana simbol-simbol sangat mengakar dalam falsafah hidup masyarakat Jawa.

bayar
Baca Juga

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Batik Jawa dikenal sangat rumit, artinya memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dalam pola dan warna. Dari segi corak, corak batik Jawa memiliki filosofi hidup yang kuat. Kreativitas seni batik ini tidak hanya terfokus pada budaya asli atau budaya Jawa, tetapi juga dipadukan dengan hubungan budaya yang makmur antar negara, dengan adanya paparan budaya asing.

IKLAN

Budaya Jawa memiliki hubungan dengan budaya lain, seperti dalam perdagangan dengan Cina, India dan Timur Tengah, memberikan corak warna tersendiri. Dengan memadukan budaya asing dengan budaya lokal itu sendiri, memberikan karakter yang sangat unik pada batik itu sendiri.

Nilai-nilai etika dan moral yang terkandung dalam seni batik merupakan ekspresi solidaritas sosial yang terikat pada aturan dan nilai-nilai budaya yang dianut oleh masyarakat. Membuat seni yang diciptakan oleh batik itu sendiri tidak jauh dari budaya masyarakat sekitar yang digariskan oleh kreativitas membatik.

Namun, dengan masuknya semangat kapitalisme yang bercirikan persaingan ekonomi, nilai budaya yang terkandung dalam seni batik berubah, cenderung sempit, dan kemudian bergerak ke arah privatisasi. Kekuatan kapitalisme di era globalisasi tidak bisa dihindari dan karenanya harus disikapi dengan bijak.

Olahan Mangga
Baca Juga

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Di era globalisasi saat ini, terdapat banyak tantangan dan ancaman di berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang kebudayaan. Dimana masyarakat sekarang menyukai budaya asing atau bahkan bangga dengan budaya asing dan mengesampingkan menggunakan budaya nasionalnya (budaya lokal) karena beranggapan bahwa budaya lokal merupakan budaya kuno, yang tidak sesuai dengan trend atau pergaulan saat ini.

Hal ini mempengaruhi identitas nasional bangsa Indonesia, karena masyarakat lebih menyukai dan menggunakan budaya luar (asing), sehingga budaya lokal yang harus dilestarikan dan dibanggakan sebagai ciri bangsa Indonesia terkubur dan dilupakan oleh budaya asing.

Bangsa Indonesia harus membuktikan eksistensinya dengan menunjukkan kualitasnya. Ciri khas inilah yang menjadikan bangsa Indonesia unik dan menjadi tanda keberadaannya. Adapun yang terpilih dari keberagaman yang ada di Indonesia merupakan karya bentuk seni batik.

Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan seni batik dimaksudkan untuk bersifat sosial. Sosialisasi disini bertujuan untuk suatu proses di mana ide, pengetahuan, sikap dan perilaku ditransfer dari satu generasi ke generasi lain sedemikian rupa sehingga nilai-nilai warisan budaya selalu tidak berubah dan budaya asing tidak mudah dipengaruhi di era globalisasi saat ini. Sehingga menarik generasi-generasi muda sekarang untuk tertarik memakai pakaian trasional contohnya seperti kain batik.

Penulis: Sri Nova Andriyani, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pelestarian-budaya-batik-nusantara-sebagai-identitas-kultural-bangsa-indonesia-di-era-globalisasi/48436/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 16.14 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

Kedaulatan Rupiah Tak Cukup Berhenti di QRIS

Bergantung Pasokan Luar Daerah, Harga Pangan di Pasar Ciputat Mudah Bergejolak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

Beli Elektronik di Bojonegoro Kini Lebih Praktis, Nasabah BRI Tak Perlu Bawa Uang Tunai Berkat QRIS

Peneliti FMIPA Universitas Negeri Malang Ungkap 4.126 Varian Bakteri Usus Katak Sawah di Kawasan Pertanian

Poltekkes Kemenkes Jakarta II Latih Kader Kesehatan Pancoran Jadi Agen Edukasi Gigi Tiruan

Pilihan Editor

  1. 1 Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro
  2. 2

    Christianto Salimanan Raih Best Pitching di Indonesia Youth Summit 2026, Usung 1.000 Garuda Impact

  3. 3

    Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

  4. 4

    Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

  5. 5

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.