Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. NBAS Kotagede dan Mimpinya tentang Kerajinan Tembaga dan Kuningan

NBAS Kotagede dan Mimpinya tentang Kerajinan Tembaga dan Kuningan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
04 November 2021, 10.06 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
NBAS Kotagede dan Mimpinya tentang Kerajinan Tembaga dan Kuningan
JurnalPost - NBAS Kotagede Kriya Logam, sebuah tempat produksi kerajinan logam lawas di sudut Kawasan Kotagede, Yogyakarta, yang masih bertahan ditengah hiruk pikuknya perkembangan jaman, dengan segala upaya pelestarian seni budaya lokal yang ada. NBAS Kotagede mengingatkan kita untuk terus melestarikan warisan dari leluhur, bagaimanapun caranya. Sejarah kerajinan logam di Kotagede ini sangatlah panjang, dimulai dari sekitar abad ke-16, melalui berbagai krisis penjajahan hingga ekonomi, dan masih bertahan hingga sekarang. Membahas Kotagede memang unik, bekas peradaban yang nyata dapat kita amati secara fisik, dan nuansanya pun berbeda dengan daerah-daerah pada umumnya. Kotagede dan kerajinan logam memang tak bisa dipisahkan. Namun, melalui tulisan ini entah kenapa kerajinan logam di Kotagede menjadi sangat penting untuk kita ceritakan dan sedikit dibahas? “Kenapa kerajinan logam perlu dilestarikan? Karena itu bukti nyata, bahwa kerajinan logam bisa menjadi identitas bagi Kotagede selama ini” Kata Pengelola NBAS Kotagede (1/11/2021). Keindahan atas kualitas kerajinan logam buatan pengrajin pengrajin di Kotagede itulah yang membuat orang Eropa, khususnya Belanda di masa penjajahan menyukai kerajinan perak Kotagede. Sekaligus, kerajinan logam yang mulanya dipakai untuk kepentingan keraton (kerajaan), mulai bergeser menjadi industrialisasi (diperdagangkan untuk umum). Perkembangannya, kini kerajinan logam di Kotagede tidak semaju seperti dulu. Hal itu banyak faktor yang mempengaruhinya, misalnya sepinya pasar dan mahalnya bahan baku, berimbas pada produksi para pengrajin. Akhirnya, mereka beralih profesi lain. Hal itu terbukti jika kita berkunjung ke Kotagede, sudah tidak banyak toko-toko kerajinan logam yang ada, bahkan bisa dihitung jari. Kondisi inilah yang menggugah NBAS Kotagede Kriya Logam untuk terus berupaya melestarikan kerajinan logam non-perak secara mandiri. Bahkan di NBAS Kotagede pun terdapat sebuah sanggar pengrajin kuningan dan tembaga yang masih tersisa. Karena namanya tersisa, maka usia mereka pun senior-senior. Bahkan sudah menekuni di industri kerajinan tembaga dan kuningan selama puluhan tahun lamanya. Produksi kerajinannya pun juga bermacam, seperti garuda pancasila, patung tembaga, patung kuningan, logo hingga souvenir tergantung permintaan konsumennya.

Digitalisasi Kerajinan Tembaga dan Kuningan

Ditahun 2020 menjadi puncak kekhawatiran pengelola NBAS Kotagede untuk bicara pelestarian kerajinan logam di Kotagede. Dalam kondisi biasa saja, tantangannya banyak. Apalagi ditambah situasi krisis yang tidak jelas. NBAS Kotagede akhirnya memilih strategi cepat dan tepat, yakni digitalisasi. Suatu hal yang belum pernah dilakukan selama puluhan tahun sebelumnya. Selama masa Pandemi Covid-19 dari tahun 2020 hingga 2021, NBAS Kotagede terus mempromosikan kegiatan mereka melalui sosial media guna mendapatkan pesanan. Maklum saja, pengrajin tembaga dan kuningan di NBAS Kotagede selama ini hanya mengandalkan pesanan saja, tidak ada stok yang siap jual. Jadi jika tidak ada pesanan, maka berimbas dapur tidak bisa mengepul. Memasarkan lewat digital merupakan cara sederhana yang dilakukan NBAS Kotagede agar tetap bisa bertahan dimasa pandemi. “Biasanya pemesan datang ke tempat workshop sini, tapi kalau ada pembatasan apalagi skala nasional, terus kita mau gimana lagi? Solusinya ya mengikuti perkembangan jaman, digitalisasi kerajinan tembaga dan kuningan.“, jelas pengelola NBAS Kotagede. Jualan online pun juga tidak mudah, pada dasarnya kerajinan tembaga dan kuningan memiliki pasar sendiri. Ini menjadi tantangan bagi NBAS Kotagede dalam mengembangkan usaha. Saat ini NBAS Kotagede sedang fokus memperluas pasar agar pengrajin bisa terus produksi kerajinan. Mereka berharap masyarakat semakin aware dengan kerajinan tembaga dan kuningan buatannya. Harapan kedepannya, keberadaan NBAS Kotagede bisa bermanfaat, terutama dalam hal pelestarian kerajinan logam di Kotagede. Selain itu, NBAS Kotagede berencana membuat banyak terobosan kreatif untuk menjangkau anak muda. Mereka ingin menunjukkan bahwa, kerajinan logam di Kotagede adalah warisan leluhur yang sangat indah. Baik teknik hingga motif harus terus dirawat sampai kapanpun. Pengirim: Luki Antoro. Pemerhati dan Pelaku Ekonomi Kreatif di Yogyakarta. Lahir pada 7 April 1996 di Bantul, Yogyakarta. Ia lulusan Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis UPN Veteran Yogyakarta.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/nbas-kotagede-dan-mimpinya-tentang-kerajinan-tembaga-dan-kuningan/27168/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 16.57 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

Merawat Payung Enam Warna: Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman Batak

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan
  2. 2

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  3. 3

    Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

  4. 4

    Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

  5. 5

    Tarbiyah vs Taklim: Mengapa Santri Lebih Butuh Dididik daripada Sekadar Diajari?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.