Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Meluruskan Mispersepsi Organik Produk Pertanian Hidroponik

Meluruskan Mispersepsi Organik Produk Pertanian Hidroponik

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
20 Juli 2023, 17.20 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Meluruskan Mispersepsi Organik Produk Pertanian Hidroponik

Oleh: Fadli Hafizulhaq*

JurnalPost.com - Sudah menjadi rahasia umum jika pertanian hidroponik menjadi booming sejak beberapa tahun terakhir. Bagaimana tidak, teknologi pertanian tersebut membantah stigma bahwa bertani itu bermain tanah dan lumpur. Pantaslah tidak jarang kita lihat anak-anak muda hingga ibu rumah tangga mulai bertani (atau paling tidak berkebun) dengan sistem hidroponik. Salah satu alasannya adalah karena lebih bersih dari pada pertanian konvensional yang menggunakan tanah.

IKLAN

Oleh karena tidak menggunakan tanah, sistem hidroponik mengharuskan petani untuk menyuplai unsur hara atau nutrisi langsung ke akar tanaman. Ada beberapa jenis hidroponik di lapangan, mulai dari yang paling sederhana yaitu sistem budidaya pot (pot culture system), kemudian sistem terapung (floating hydroponic system), hingga teknik lapisan nutrisi (nutrient film technique/NFT).

kedai pajak sampul 1280x720
Baca Juga

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Sistem tanam bebas tanah juga memberikan keuntungan bagi petani dalam bercocok tanam. Penggunaan media air mengurangi resiko tanaman terkena hama dan penyakit. Hal ini meminimalisir penggunaan pestisida hingga fungisida sehingga produk yang dihasilkan lebih sehat dari pada teknik penanaman konvensional. Fakta itulah yang kemudian mendorong sebagian orang menyebut produk hidroponik sebagai produk organik.

Produk Hidroponik Bukan Organik

Meskipun produk hasil pertanian hidroponik lebih sehat dan tidak menggunakan pestisida, ia tidak serta merta bisa disebut organik. Namun sebelum membahas “organik” lebih lanjut, kita perlu memahami bahwa frasa “produk organik” berbeda dengan “pertanian organik”.

Dikutip dari publikasi Purwantini dan Sunarsih (2020) yang bertajuk "Pertanian Organik: Konsep, Kinerja, Prospek, dan Kendala", pertanian organik adalah konsep pertanian yang bebas dari substansi kimia (baik pupuk maupun pestisida) yang mampu merusak lingkungan dan kesehatan. Pertanian organik tetap menggunakan media tanah namun menggunakan pupuk hingga pestisida alami. Jika kita merujuk pada definisi tersebut, hidroponik jelas bukan pertanian organik karena tidak menggunakan tanah.

bayar
Baca Juga

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

IKLAN

Sementara itu, produk organik dapat berarti lebih umum—tidak terbatas pada produk hasil pertanian saja. Produk organik merupakan produk yang proses produksinya bebas dari bahan kimia yang mampu merusak lingkungan dan kesehatan manusia. Bertolak dari definisi produk organik ini, mispersepsi produk hidroponik itu organik muncul dikarenakan produknya yang lebih aman untuk kesehatan manusia. Hanya saja, sebagian besar praktek hidroponik masih menggunakan bahan kimia, tepatnya pada pupuk nutrisi yang sering dipakai.

Pada prakteknya, petani atau penghobi hidroponik menggunakan pupuk AB Mix untuk nutrisi tanaman. Jenis pupuk satu ini digemari lantaran unsur hara makro dan mikro yang dikandungnya terbilang lengkap. Hanya saja, pupuk AB Mix sendiri tergolong pupuk anorganik atau pupuk kimia. Sehingga dengan demikian produk hidroponik pun tidak tepat untuk disebut sebagai produk organik.

Agar Produk Hidroponik Jadi Organik

Berdasarkan uraian-uraian di atas, satu-satunya cara untuk menghasilkan produk organik dari pertanian hidroponik hanyalah mengganti pupuk nutrisinya. Pupuk organik cair dapat menjadi opsi pengganti bagi AB Mix dalam rangka perawatan tanaman. Hanya saja, tidak seperti pupuk kimia, nutrisi dalam pupuk organik lebih lambat untuk diserap oleh tanaman.

Olahan Mangga
Baca Juga

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Muhadiansyah, dkk., (2016) dalam artikel ilmiah berjudul "Efektivitas Pencampuran Pupuk Organik Cair dalam Nutrisi Hidroponik pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)" menemukan bahwa tanaman dengan pupuk organik cair tumbuh lebih lambat dari tanaman dengan AB Mix. Namun pertumbuhan tanaman menjadi sedikit lebih baik ketika pupuk AB Mix dicampur dengan pupuk organik dalam konsentrasi tertentu.

Hingga saat ini, penggunaan pupuk organik pada sistem hidroponik baru bisa sebatas pupuk sekunder. Bahkan, pada beberapa penelitian, pencampuran pupuk organik dengan AB Mix juga belum memberikan hasil yang lebih baik dari pada penggunaan AB Mix saja. Fakta ini semakin membantah mispersepsi bahwa produk hidroponik adalah produk organik.

Namun meskipun demikian, produk-produk hidroponik masih memiliki peluang untuk menjadi produk organik. Apalagi memang praktek hidroponik sudah banyak yang bebas pestisida kimiawi. Hanya saja, itu baru akan terwujud jika para peneliti atau ilmuwan menyelesaikan pekerjaan rumah yang masih tersisa. Pekerjaan itu adalah penelitian dan pengembangan untuk menemukan pupuk organik yang daya dan kecepatan serap oleh tanamannya sama atau bahkan lebih baik dari pupuk kimia.[]

*Fadli Hafizulhaq merupakan dosen di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas dan saat ini diamanahkan menjadi Ketua Forum Lingkar Pena Sumatera Barat

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/meluruskan-mispersepsi-organik-produk-pertanian-hidroponik/56269/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 16.07 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

Kedaulatan Rupiah Tak Cukup Berhenti di QRIS

Bergantung Pasokan Luar Daerah, Harga Pangan di Pasar Ciputat Mudah Bergejolak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

Universitas Negeri Malang Hadirkan ElectroRace Kit untuk Pembelajaran IPA di MTs Sunan Kalijogo

Mahasiswa Universitas Pamulang Gandeng PT Aratech Nusantara Indonesia Kembangkan Sistem HRIS untuk Digitalisasi Karyawan

Pilihan Editor

  1. 1 Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting
  2. 2

    Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

  3. 3

    Christianto Salimanan Raih Best Pitching di Indonesia Youth Summit 2026, Usung 1.000 Garuda Impact

  4. 4

    Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

  5. 5

    Peneliti FMIPA Universitas Negeri Malang Ungkap 4.126 Varian Bakteri Usus Katak Sawah di Kawasan Pertanian

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.