Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Literasi Keuangan Penting bagi Generasi Milenial, Mengapa?

Literasi Keuangan Penting bagi Generasi Milenial, Mengapa?

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
10 Oktober 2021, 10.37 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
10 Okt 2021, 10.37 WITA · 7 menit baca
7 menit baca
Literasi Keuangan Penting bagi Generasi Milenial, Mengapa?
Oleh: WAYAN SUGITA/Mahasiswa Program Studi S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha JurnalPost - Mengelola keuangan merupakan kenyataan yang harus dihadapi oleh setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari, dimana seseorang harus mengelola keuangan dengan baik agar dapat menyeimbangkan antara pendapatan dan pengeluaran, dapat memenuhi kebutuhan hidup serta tidak terjebak dalam kesulitan keuangan. Oleh karena itu, kecerdasaran finansial menjadi hal yang perlu diperhatikan dikehidupan yang serba modern seperti sekarang ini. Kecerdasan finansial merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengelola sumber daya keuangan yang dimilikinya, dengan kesejahteraan finansial sebagai tujuan akhirnya (Fauzi & Ahmad, 2006). Literasi keuangan didefinisikan sebagai pengetahuan dalam mengelola keuangan tentang manajemen keuangan, tabungan dan pinjaman, asuransi dan investasi. Semakin tinggi tingkat literasi keuangan seseorang tergambar pada perilaku keuangan dan kebijaksanaan dalam mengelola keuangan yang efektif (Huston, 2010). Literasi keuangan erat kaitannya dengan manajemen keuangan dimana semakin tinggi literasi keuangan seseorang maka semakin baik pula manajemen kuangan seseorang. Manajemen keuangan merupakan salah satu aplikasi dari konsep manajemen keuangan pada level individu. Manajemen kuangan yang meliputi aktivitas perencanaan, pengelolaan dan pengendalian keuangan sangatlah penting untuk mencapai kesejahteraan finansial. Aktivitas perencanaan meliputi kegiatan untuk merencanakan alokasi pendapatan yang diperoleh akan digunakan untuk apa saja. Pengelolaan merupakan kegiatan untuk mengatur atau mengelola keuangan secara efesien sedangkan pengendalian merupakan kegiatan untuk mengevaluasi apakah pengelolaan keuangan sudah sesuai dengan yang direncanakan atau dianggarkan (Laily, 2013). Sebutan generasi millenial itu sendiri diperkenalkan oleh William Strauss dan Neil Howe. Howe dan Strauss, (2000) menuturkan bahwa generasi millenial memiliki rentang kelahiran dari 1982 – 2000. Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan generasi millenial berada di rentang umur 20 sampai 34 tahun (Tirto.id, 2018). Generasi millenial lahir di zaman dengan akses yang mudah ke lembaga keuangan, akan lebih mudah bagi millenial untuk mempelajari sektor keuangan dengan cepat dan menerapkannya ke dalam kehidupan. Untuk berinvestasi, millenial cukup mengakses segala hal yang dibutuhkannya melalui internet di gadget mereka. Gaya hidup yang dinamis ditambah minimnya pengetahuan pengelolaan keuangan membuat generasi millenial merasa sulit untuk mengatur keuangan. Sebagian millenial juga masih sulit mengatur keuangannya sesuai dengan skala prioritas. Gaya hidup milenial pada era ini cenderung menerapkan gaya hidup YOLO (You Only Live Once) yaitu anggapan bahwa “hidup hanya satu kali, sehingga harus menikmati hidup”. Tidak jarang uang yang dimiliki generasi milenial saat ini lebih cenderung untuk liburan atau memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang dapat menyenangkan dirinya. Akibatnya generasi millennial tidak begitu memikirkan tentang dana masa depan. Generasi Millenial mesti mengetahui Apa itu Literasi Keuangan?, Apa Manfaat Literasi Keuangan?, Apa faktor-faktor yang mempengaruhi literasi keuangan?, dan Dimensi Literasi Keuangan. Dengan mengetahui hal itu diharapkan agar mereka lebih bijaksana dan cerdas untuk mengelola keuangannya.

Apa itu Literasi Keuangan?

Literasi keuangan juga diartikan sebagai kemampuan untuk membaca, menganalisis, mengelola dan mengkomunikasikan tentang bagaimana kondisi keuangan pribadi yang dikaitkan dengan kesejahteraan materi. Analisis keuangan adalah aplikasi dari alat dan teknik analisis untuk laporan keuangan yang bertujuan umum dan data-data yang berkaitan untuk menghasilkan estemasi dan kesimpulan yang bermanfaat dalam analisis bisnis dan bagi pengelolaan keuangan pribadi (Hani, 2015). Kemampuan yang dimiliki berhubungan dengan kemampuan untuk membedakan pilihan keuangan, kemampuan untuk mendiskusikan masalah keuangan, dapat membuat perencanaan keuangan masa depan serta kemampuan secara kompeten merespons segala ketidakpastian yang bisa terjadi sehingga mampu mempengaruhi keputusan keuangan sehari-hari. Perencanaan berhubungan dengan masa depan yang penuh dengan ketidakpastian (Rambe et al., 2017). Untuk menangani perencanaan keuangan harus selalu mengadakan peramalan dan pengiraan terhadap masa yang akan datang tersebut dengan tepat, dalam meliputi perencanaan keuangan jangka panjang dan 14 perencanaan jangka pendek (Rambe et al., 2017). Maka setiap individu sudah seharusnya menyeimbangkan ilmu tentang keuangan seperti literasi keuangan dan cara mengaplikasikannya kedalam kehidupannya sehari-hari menurut, (Cude et al., 2006) Literasi keuangan merupakan kemampuan mengelola dana yang dimiliki agar berkembang dan hidup bisa lebih sejahtera dimasa yang akan datang. Berdasarkan beberapa uraian yang telah disebutkan, dapat diambil kesimpulan bahwa literasi keuangan adalah pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki individu untuk mengelola keuangan demi kesejahteraan di masa yang akan datang. Literasi keuangan sangat penting bagi masyarakat, karena literasi keuangan yang rendah akan menyebabkan pembuatan rencana keuangan yang salah dan berdampak pada pencapaian kesejahteraan pada usia tua yang tidak produktif lagi (Riana, 2020).

Apa Manfaat Literasi Keuangan?

Memiliki literasi keuangan yang baik itu penting sekali, untuk bisa mengendalikan pengeluaran dan tentunya akan berpengaruh pada kesejahteraan keuangan. Dengan literasi keuangan yang baik, akan lebih mudah membuat keputusan finansial yang cerdas. Sebaliknya, kurangnya literasi keuangan, bisa membuat kita terjerumus dalam hutang yang tak ada akhirnya. Berikut manfaat penting memiliki literasi keuangan yang baik: a. Literasi keuangan yang baik mempunyai manfaat jangka panjang untuk setiap individu. Tercatat ada dua manfaat jangka panjang yang bisa didapatkan, yakni meningkatkan literasi yang dimiliki sebelumnya atau less literate menjadi well literate, serta meningkatkan jumlah penggunaan produk atau layanan jasa keuangan. b. Literasi keuangan juga mampu membuat seseorang mengelola dan juga mengambil setiap peluang untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih sejahtera di masa depan. Selain itu, literasi keuangan pun mampu membantu setiap individu dalam membuat keputusan utamanya yang berkaitan dengan pengambilan keputusan untuk berinvestasi ataupun menabung. c. Literasi keuangan mampu membuat seseorang menjadi lebih tahu tentang kondisi keuangan modern. Sehingga dapat memanfaatkannya untuk mencapai stabilitas keuangan dan terhindar dari dampak buruk kemajuan jaman pada aspek keuangan.

Apa faktor-faktor yang mempengaruhi literasi keuangan

Terdapat tiga hal yang mempengaruhi literasi keuangan (Lusardi et al., 2010) yakni : a. Sosiodemografi Terdapat perbedaan pemahaman antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki dianggap memiliki kemampuan literasi keuangan lebih tinggi dibandingkan perempuan, begitu juga dengan kemampuan kognitifnya. b. Latar Belakang Keluarga Pendidikan seorang ibu dalam keluarga berpengaruh kuat pada literasi keuangan, khususnya ibu yang lulus pada perguruan tinggi. Mereka unggul 19% dibandingkan lulusan sekolah menengah. c. Kelompok Pertemanan (peer group) Suatu kelompok atau komunitas seseorang akan mempengaruhi literasi keuangan seseorang, pola konsumsi dan penggunaan uang yang ada. Dimensi Literasi Keuangan (Financial Literacy) (Riana, 2020) mencakup beberapa dimensi meliputi: a. Pengetahuan umum tentang keuangan Pengetahuan keuangan berkaitan dengan bagaimana individu mengelola pendapatan dan pengeluran, serta bagaimana memahami konsep dasar keuangan. Konsep dasar keuangan tersebut mencakup perhitungan tingkat bunga sederhana, bunga majemuk, inflasi, Opportunity Cost, nilai waktu uang, likuditas suatu aset dan lain-lain. b. Simpanan dan Pinjaman Simpanan dan pinjaman (saving and borrowing) merupakan salah satu produk dari perbankan yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama tabungan dan kredit. Tabungan (Saving) adalah sejumlah uang yang disimpan untuk kebutuhan hidup dimasa yang akan datang. Sedangkan pinjaman (Borrowing) merupakan suatu fasilitas yang diberikan oleh bank kepada masyarakat untuk meminjam uang dan membayar kembali dengan jangka waktu tertentu dan bunga yang telah ditetapkan. c. Asuransi Asuransi adalah upaya yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasai kemungkinan timbul kerugian akibat dari terjadinya peristiwa yang tidak pasti dan tidak diinginkan. Tujuan dari asuransi adalah untuk mendapatkan ganti rugi apabila terjadi suatu hal yang tidak terduga sepeti kecelakaan, kehilangan, kematian dan kerusakan. d. Investasi Investasi adalah menyimpan atau menempatkan uang agar uang yang kita simpan bisa menghasilkan uang yang lebih banyak lagi. Cara yang sering digunakan orang berinvestasi yakni dengan meletakkan uang kedalam surat berharga termasuk saham, obligasi, dan reksadana atau dengan memiliki Real Estate. Generasi millenial yang terbiasa dengan konsumerisme dan hedonisme, pada saat ini menunjukkan literasi keuangan yang cukup tinggi. Dengan mengetahui hal yang dibahas diatas mereka mulai sadar bahwa perilaku keuangan yang baik akan mengarahkannya pada kondisi masa depan yang lebih baik pula. Pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku keuangan tidak terbatas pada jenis kelamin dan status perkawinan. Baik laki-laki dan wanita, menikah ataupun belum, perilaku keuangan ditentukan oleh satu-satunya faktor yaitu pengetahuan. Di era global sekarang, telah banyak bermunculan perusahaan penyedia jasa layanan konsultasi keuangan (financial advisor) yang memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/literasi-keuangan-penting-bagi-generasi-milenial-mengapa/26403/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026, 12.51 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Magister Psikologi UMP Tanamkan Nilai Kejujuran dan Kepedulian Sosial kepada Anak Panti Asuhan

Atlet Petanque Pangkep Raih Perak dan Perunggu di Porprov Sulsel 2026, Sakila Tembus Final Shooting Putri

Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya

Pilihan Editor

  1. 1 Di Balik Papan Tulis, Ada Perjuangan Memahami Setiap Anak: Potret Pembelajaran di SDN Ciptaharja
  2. 2

    Kamitetep, Si Kecil yang Nyaris Tak Terlihat: Ini Bahayanya

  3. 3

    Tarbiyah vs Taklim: Mengapa Santri Lebih Butuh Dididik daripada Sekadar Diajari?

  4. 4

    Christianto Salimanan Raih Best Pitching di Indonesia Youth Summit 2026, Usung 1.000 Garuda Impact

  5. 5

    Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.