Literasi Keuangan Penting bagi Generasi Milenial, Mengapa?
Oleh: WAYAN SUGITA/Mahasiswa Program Studi S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha
JurnalPost - Mengelola keuangan merupakan kenyataan yang harus dihadapi oleh setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari, dimana seseorang harus mengelola keuangan dengan baik agar dapat menyeimbangkan antara pendapatan dan pengeluaran, dapat memenuhi kebutuhan hidup serta tidak terjebak dalam kesulitan keuangan. Oleh karena itu, kecerdasaran finansial menjadi hal yang perlu diperhatikan dikehidupan yang serba modern seperti sekarang ini. Kecerdasan finansial merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengelola sumber daya keuangan yang dimilikinya, dengan kesejahteraan finansial sebagai tujuan akhirnya (Fauzi & Ahmad, 2006). Literasi keuangan didefinisikan sebagai pengetahuan dalam mengelola keuangan tentang manajemen keuangan, tabungan dan pinjaman, asuransi dan investasi. Semakin tinggi tingkat literasi keuangan seseorang tergambar pada perilaku keuangan dan kebijaksanaan dalam mengelola keuangan yang efektif (Huston, 2010).
Literasi keuangan erat kaitannya dengan manajemen keuangan dimana semakin tinggi literasi keuangan seseorang maka semakin baik pula manajemen kuangan seseorang. Manajemen keuangan merupakan salah satu aplikasi dari konsep manajemen keuangan pada level individu. Manajemen kuangan yang meliputi aktivitas perencanaan, pengelolaan dan pengendalian keuangan sangatlah penting untuk mencapai kesejahteraan finansial. Aktivitas perencanaan meliputi kegiatan untuk merencanakan alokasi pendapatan yang diperoleh akan digunakan untuk apa saja. Pengelolaan merupakan kegiatan untuk mengatur atau mengelola keuangan secara efesien sedangkan pengendalian merupakan kegiatan untuk mengevaluasi apakah pengelolaan keuangan sudah sesuai dengan yang direncanakan atau dianggarkan (Laily, 2013).
Sebutan generasi millenial itu sendiri diperkenalkan oleh William Strauss dan Neil Howe. Howe dan Strauss, (2000) menuturkan bahwa generasi millenial memiliki rentang kelahiran dari 1982 – 2000. Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan generasi millenial berada di rentang umur 20 sampai 34 tahun (Tirto.id, 2018). Generasi millenial lahir di zaman dengan akses yang mudah ke lembaga keuangan, akan lebih mudah bagi millenial untuk mempelajari sektor keuangan dengan cepat dan menerapkannya ke dalam kehidupan. Untuk berinvestasi, millenial cukup mengakses segala hal yang dibutuhkannya melalui internet di gadget mereka. Gaya hidup yang dinamis ditambah minimnya pengetahuan pengelolaan keuangan membuat generasi millenial merasa sulit untuk mengatur keuangan. Sebagian millenial juga masih sulit mengatur keuangannya sesuai dengan skala prioritas. Gaya hidup milenial pada era ini cenderung menerapkan gaya hidup YOLO (You Only Live Once) yaitu anggapan bahwa “hidup hanya satu kali, sehingga harus menikmati hidup”. Tidak jarang uang yang dimiliki generasi milenial saat ini lebih cenderung untuk liburan atau memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang dapat menyenangkan dirinya. Akibatnya generasi millennial tidak begitu memikirkan tentang dana masa depan.
Generasi Millenial mesti mengetahui Apa itu Literasi Keuangan?, Apa Manfaat Literasi Keuangan?, Apa faktor-faktor yang mempengaruhi literasi keuangan?, dan Dimensi Literasi Keuangan. Dengan mengetahui hal itu diharapkan agar mereka lebih bijaksana dan cerdas untuk mengelola keuangannya.
Artikel Terkait
REKOMENDASI JURNALPOST
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda