JurnalPost.com - Siapa yang mengenal Pariaman sebagai pusat pengembangan ajaran islam tertua di Sumatra Barat namun punya sejuta pesona yang mampu membius wisatawan. Terlebih Pariaman dikenal dengan perayaan Tabuik yang diadakan setiap tahunnya, menjadi perayaan terbesar sekaligus menarik perhatian seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Dan tahun ini, Festival Budaya Hoyak Tabuik akan kembali digelar pada 19-30 Juli 2023. Nah, jangan lupa persiapkan diri untuk datang dan berkunjung ke Pariaman menikmati kemeriahan Festival Tabuik. Melengkapi tagline Tabuik of City, Pariaman telah menciptakan branding baru sejak beberapa tahun lalu yang mampu memancing wisatawan supaya berkunjung ke kota Pariaman. Secara geografis, Pariaman berada pada posisi paling barat Indonesia dengan keindahan pantai yang luar biasa, sehingga Pariaman memilki daya tarik terutama ketika matahari tenggelam. Hal ini tak terlepas juga Pariaman yang berada di tengah-tengah pesisir pantai. Dengan posisi strategis seperti itu, semakin meningkatkan branding Pariaman dalam menjadi destinasi wisata bahari dengan tagline “The Sunset Of City Indonesia”.
Dikutip dari suhanews.com, Deputi Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Hari Santosa Sungkari mengatakan jika Pariaman memang berpotensi menjadi wisata Sunset, tempat menyaksikan matahari tenggelam. Adapun pantai-pantai terkenal yang ada di Pariaman seperti Pantai Kata di Taluk-Karan Aur, Pantai Cermin di Karan Aur, kemudian jika berjalan lagi akan menemukan Pantai Gandoriah yang paling banyak digandrungi wisatawan karena juga bisa diakses dengan transportasi Kereta Api, selain itu juga ada Pantai Belibis di Nareh yang bisa menjadi pilihan sebagai tempat wisata edukasi Penangkaran Penyu. Bukan hanya itu, jika wisatawan berada di sepanjang pantai, pasti akan ditawarkan untuk berkunjung ke Pulau. Ada banyak pulau yang bisa melengkapi nuansa “Sunset” yang indah, seperti Pulau Angso Duo, Pulau Tangah, dan masih banyak lagi.
Pariaman memang unik, terlebih dengan adat isitiadat yang masih melekat. Meski Pariaman tidak memiliki Mall-Mall besar seperti Padang atau Bukittinggi, tetapi Pariaman mampu melakukan city branding yang bisa meningkatkan dan semakin menunjukkan pada dunia bahwa salah satu kota di Indonesia, memiliki kekayaan yang melimpah, baik dari segi kuliner, wisata, dan juga budaya. Sunset of City Indonesia, dipromosikan bukan tanpa alasan. Selain menarik perhatian, fenomena matahari tenggelam ditambah keindahan pantai yang mendukung memberikan pengalaman tersendiri. Salah satu tempat favorit menikmati keindahan senja di Pariaman adalah Pantai Kata, dengan langit yang berwarna jingga kemerahan dan sepanjang pantainya dilengkapi dengan UMKM.
Paling sering ditemui di sepanjang destinasi Pantai Pariaman adalah para pasangan dan keluarga yang ingin menikmati pemandangan matahari tenggelam, menanti malam sambil bermain air laut. Tak jarang mereka juga duduk-duduk di atas pasir sambil bercengkrama. Menikmati senja juga dimanfaatkan oleh wisatawan dengan membuat konten-konten menarik yang turut menambah branding Pariaman. Hampir seluruh wisatawan tentunya mengabadikan momen mereka saat menyaksikan matahari tenggelam. Bahkan mereka rela datang dan menunggu untuk menikmati keindahan senja.
Oleh karena itu, adanya tagline “The Sunset City Of Indonesia” ini ditujukan untuk mewujudkan Pemerintah Kota Pariaman dalam menargetkan jumlah wisatawan yang berkunjung sebanyak 1,7 juta orang. Pastinya disertai dengan pembenahan objek wisata yang lebih aman dan nyaman. Tagline ini juga diharapkan mampu membantu UMKM, meningkatkan citra Pariaman di mata Indonesia dan dunia, serta menjadikan Pariaman sebagai kota penuh kenangan akan keindahan senja yang dramatis bersama orang-orang terkasih. Dengan begitu, kota yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Padang Pariaman ini bisa berkembang lebih baik lagi.
Penulis: Eliza Nuzul Fitria, Universitas Andalas
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda