Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Suriname: Keindahan yang Tersembunyi dan Kehadiran Etnis Jawa yang Menciptakan Multikultural

Suriname: Keindahan yang Tersembunyi dan Kehadiran Etnis Jawa yang Menciptakan Multikultural

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
05 Juli 2023, 13.24 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Suriname
Sumber : IDB Invest

Sumber: IDB Invest

Oleh : Fannisa Dian Lidyawati | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

IKLAN

JurnalPost.com - Suriname adalah negara di kawasan Amerika Selatan tepatnya di daratan Guyana. Negara yang merdeka pada tahun 1947 ini berbatasan langsung dengan Brasil di sebelah selatan dan Samudera Atlantik di sebelah Utara (Rahmat et al., 2018) Negara ini memiliki luas wilayah 160.000 KM2 dan dikelilingi oleh sungai-sungai dan gunung yang membuat banyak sekali tempat-tempat yang indah di Suriname dan menjadi daya tarik bagi wisatawan asing.

Panorama Danau Gegas dan bendungan di Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Baca Juga

Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

Suriname menjadi salah satu negara yang layak dikunjungi bagi para wisatawan yang menyukai alam karena banyak sekali wisata alam di Suriname yang hampir 94 persen pulau-pulaunya diselimuti oleh hutan hujan yang rimbun sehingga banyak sekali ditemukan tumbuhan-tumbuhan yang eksotis, air terjun, dan hewan-hewan yang tinggal di hutan (Caribbean & co, 2014).

Beberapa tempat wisata di Suriname yang sangat sering dikunjungi oleh para wisatawan adalah Brownsberg Nature Park yang menyediakan tempat untuk camping dan hiking di tengah-tengah hutan yang rimbun yang banyak sekali ditemukan tumbuhan dan hewan yang eksotis di dalamnya.

Selain itu, terdapat beberapa wisata alam yang menyediakan wisatawan untuk mengelilingi sungai dengan perahu sambil menikmati pemandangan pegunungan dan hutan yang rimbun, Suriname juga menyediakan tempat untuk melihat sungai dengan jelas, tepatnya di Jembatan Bailey yang membuat wisatawan dapat melihat pemandangan sungai dan pegunungan dari atas jembatan.

Tidak hanya wisata alam yang sangat menarik, namun bangunan-bangunan pada masa kolonial juga menjadi tempat wisata di Suriname, sehingga tidak hanya mendapatkan pengalaman di alam namun juga mendapatkan pengalaman historis karena dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Suriname.

Pesona Budaya Flores
Baca Juga

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

IKLAN

Salah satunya adalah Independence Square yang merupakan bangunan historis Suriname karena bangunan tersebut berada di Ibu Kota Suriname yang merupakan penanda bebasnya Suriname dari Belanda pada tahun 1975.

Sejarah Etnis Jawa yang Tinggal di Suriname Sejarah Suriname tidak terlepas dari Etnis Jawa yang menjadi salah satu keunikan tersendiri bagi Suriname. Hal ini karena terdapat Etnis Jawa yang tinggal di Suriname dan tetap mempertahankan Bahasa Jawa serta culture dari Etnis Jawa.

Kehadiran Etnis Jawa di Suriname berawal pada masa kolonial Belanda. Pada masa itu Belanda menyediakan pekerja untuk Suriname sebanyak 33.000 pekerja yang berasal dari Jawa, khususnya Jawa Tengah, wilayah-wilayah sekitar Jakarta (Batavia pada masa itu), Surabaya, dan Semarang. Namun, hanya 20 sampai 25 persen pekerja dari Jawa yang kembali ke kampung halamannya sebelum Perang Dunia II (Rosemarijn Hoefte, 2008).

Pekerja yang memutuskan menetap di Suriname masih melanjutkan kehidupannya hingga saat ini. Oleh karena itu, bagi wisatawan Indonesia yang ingin berkunjung ke Suriname tidak perlu khawatir karena terdapat rumah makan yang menyediakan masakan-masakan Indonesia, salah satunya adalah soto yang dijual di sana. Hal unik lainnya adalah, hingga saat ini Etnis Jawa di Suriname masih menggunakan Bahasa Jawa dalam kesehariannya.

Pesona Malam Jalan Tunjungan
Baca Juga

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

Adanya Etnis Jawa sebagai etnis pendatang di Suriname justru membuat Suriname kaya akan budaya dan masyarakatnya berdampingan dengan etnis-etnis yang beragam sehingga multikultural di Suriname sangat terasa kehadairannya. Semakin berkembangnya jaman, Etnis Jawa di Suriname semakin memiliki partisipasi dalam berjalannya kenegaraan di Suriname, salah satunya adalah dalam aspek politik.

Etnis Jawa sangat penting dalam berjalannya politik di Suriname, hal ini karena Etnis Jawa sering menjadi penyeimbang antara Etnis Afro-Suriname dan Etnis Hindustan. Hingga saat ini, Etnis Jawa adalah Etnis terbesar keempat dengan jumlah populasi sebanyak 71.900 orang, selanjutnya adalah Etnis Maroon dengan populasi sebanyak 72.600 orang, Etnis Afro-Suriname dengan populasi sebanyak 87.500 orang dan Etnis Hindustan yang merupakan Etnis terbesar di Suriname dengan jumlah populasi sebanyak 135.000 orang (Rosemarijn Hoefte, 2008).

Referensi Caribbean & co. (2014). Suriname Travel Guide. Caribbean & Co. https://www.caribbeanandco .com/ Rahmat, A., Supriatna, N., & Kamsori, M. E. (2018). Dari Imigrasi Menuju Integrasi: Peranan Etnis Jawa Dalam Politik Di Suriname (1991- 2015). FACTUM: Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 7(1). https://doi.org/10.17509/factum.v7i1.11923 Rosemarijn Hoefte. (2008). The Javanese of Suriname. InsideinIndonesia.Org. https://www.insideindonesia .org/index.php?option=com_content&view=article&id=1676:the-javanese-of-suriname&Itemid=101&tmpl=component

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/suriname-keindahan-yang-tersembunyi-dan-kehadiran-etnis-jawa-yang-menciptakan-multikultural/55515/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 16.00 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

Ferdinand Hamdan Soroti Potensi Keindahan Alam Sumba yang Dapat Dikenal Lebih Luas Lagi

Tiga Destinasi Wisata di TN Bantimurung-Bulusaraung Tutup Sementara Mulai 11 Januari 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

Kisah Mamik, Pemilik Toko Kelontong di Bojonegoro yang Jadi Agen BRILink, Bantu Warga Kirim Uang hingga Cairkan Hasil Panen

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

Pilihan Editor

  1. 1 Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah
  2. 2

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  3. 3

    Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

  4. 4

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  5. 5

    Mahasiswa Magang Turut Berkontribusi dalam Penyelenggaraan MTQ ke-32 Kabupaten Tuban 2026

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.