Sumber: IDB Invest
Oleh : Fannisa Dian Lidyawati | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
JurnalPost.com - Suriname adalah negara di kawasan Amerika Selatan tepatnya di daratan Guyana. Negara yang merdeka pada tahun 1947 ini berbatasan langsung dengan Brasil di sebelah selatan dan Samudera Atlantik di sebelah Utara (Rahmat et al., 2018) Negara ini memiliki luas wilayah 160.000 KM2 dan dikelilingi oleh sungai-sungai dan gunung yang membuat banyak sekali tempat-tempat yang indah di Suriname dan menjadi daya tarik bagi wisatawan asing.
Suriname menjadi salah satu negara yang layak dikunjungi bagi para wisatawan yang menyukai alam karena banyak sekali wisata alam di Suriname yang hampir 94 persen pulau-pulaunya diselimuti oleh hutan hujan yang rimbun sehingga banyak sekali ditemukan tumbuhan-tumbuhan yang eksotis, air terjun, dan hewan-hewan yang tinggal di hutan (Caribbean & co, 2014).
Beberapa tempat wisata di Suriname yang sangat sering dikunjungi oleh para wisatawan adalah Brownsberg Nature Park yang menyediakan tempat untuk camping dan hiking di tengah-tengah hutan yang rimbun yang banyak sekali ditemukan tumbuhan dan hewan yang eksotis di dalamnya.
Selain itu, terdapat beberapa wisata alam yang menyediakan wisatawan untuk mengelilingi sungai dengan perahu sambil menikmati pemandangan pegunungan dan hutan yang rimbun, Suriname juga menyediakan tempat untuk melihat sungai dengan jelas, tepatnya di Jembatan Bailey yang membuat wisatawan dapat melihat pemandangan sungai dan pegunungan dari atas jembatan.
Tidak hanya wisata alam yang sangat menarik, namun bangunan-bangunan pada masa kolonial juga menjadi tempat wisata di Suriname, sehingga tidak hanya mendapatkan pengalaman di alam namun juga mendapatkan pengalaman historis karena dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Suriname.
Salah satunya adalah Independence Square yang merupakan bangunan historis Suriname karena bangunan tersebut berada di Ibu Kota Suriname yang merupakan penanda bebasnya Suriname dari Belanda pada tahun 1975.
Sejarah Etnis Jawa yang Tinggal di Suriname Sejarah Suriname tidak terlepas dari Etnis Jawa yang menjadi salah satu keunikan tersendiri bagi Suriname. Hal ini karena terdapat Etnis Jawa yang tinggal di Suriname dan tetap mempertahankan Bahasa Jawa serta culture dari Etnis Jawa.
Kehadiran Etnis Jawa di Suriname berawal pada masa kolonial Belanda. Pada masa itu Belanda menyediakan pekerja untuk Suriname sebanyak 33.000 pekerja yang berasal dari Jawa, khususnya Jawa Tengah, wilayah-wilayah sekitar Jakarta (Batavia pada masa itu), Surabaya, dan Semarang. Namun, hanya 20 sampai 25 persen pekerja dari Jawa yang kembali ke kampung halamannya sebelum Perang Dunia II (Rosemarijn Hoefte, 2008).
Pekerja yang memutuskan menetap di Suriname masih melanjutkan kehidupannya hingga saat ini. Oleh karena itu, bagi wisatawan Indonesia yang ingin berkunjung ke Suriname tidak perlu khawatir karena terdapat rumah makan yang menyediakan masakan-masakan Indonesia, salah satunya adalah soto yang dijual di sana. Hal unik lainnya adalah, hingga saat ini Etnis Jawa di Suriname masih menggunakan Bahasa Jawa dalam kesehariannya.
Adanya Etnis Jawa sebagai etnis pendatang di Suriname justru membuat Suriname kaya akan budaya dan masyarakatnya berdampingan dengan etnis-etnis yang beragam sehingga multikultural di Suriname sangat terasa kehadairannya. Semakin berkembangnya jaman, Etnis Jawa di Suriname semakin memiliki partisipasi dalam berjalannya kenegaraan di Suriname, salah satunya adalah dalam aspek politik.
Etnis Jawa sangat penting dalam berjalannya politik di Suriname, hal ini karena Etnis Jawa sering menjadi penyeimbang antara Etnis Afro-Suriname dan Etnis Hindustan. Hingga saat ini, Etnis Jawa adalah Etnis terbesar keempat dengan jumlah populasi sebanyak 71.900 orang, selanjutnya adalah Etnis Maroon dengan populasi sebanyak 72.600 orang, Etnis Afro-Suriname dengan populasi sebanyak 87.500 orang dan Etnis Hindustan yang merupakan Etnis terbesar di Suriname dengan jumlah populasi sebanyak 135.000 orang (Rosemarijn Hoefte, 2008).
Referensi Caribbean & co. (2014). Suriname Travel Guide. Caribbean & Co. https://www.caribbeanandco .com/ Rahmat, A., Supriatna, N., & Kamsori, M. E. (2018). Dari Imigrasi Menuju Integrasi: Peranan Etnis Jawa Dalam Politik Di Suriname (1991- 2015). FACTUM: Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 7(1). https://doi.org/10.17509/factum.v7i1.11923 Rosemarijn Hoefte. (2008). The Javanese of Suriname. InsideinIndonesia.Org. https://www.insideindonesia .org/index.php?option=com_content&view=article&id=1676:the-javanese-of-suriname&Itemid=101&tmpl=component
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda