Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Evaluasi Program Diklat Di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang

Evaluasi Program Diklat Di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
10 Oktober 2023, 20.24 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
7 menit baca
Evaluasi Program Diklat Di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang

JurnalPost.com - Menurut Vendung evaluasi berarti melihat ke belakang untuk merencanakan masa depan dengan melihat, mensistematiskan, dan meningkatkan aktivitas pemerintah dan hasilnya. Ini memungkinkan pejabat publik bertindak dengan tanggung jawab, inovatif, dan seefektif mungkin di masa depan. Namun, menurut Kirkpatrick tujuan dari kegiatan evaluasi adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif program pelatihan dan apakah sesuai dengan rencana yang berfungsi sebagai dasar bagi tim evaluator untuk membuat keputusan berdasarkan hasil evaluasi.

Sebagai perbandingan, Andrew E. Sikula membedakan pengembangan dan pelatihan yang merupakan proses pendidikan yang dirancang dan dilaksanakan dalam jangka waktu yang singkat yang memungkinkan karyawan non manajerial memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk mencapai tujuan terbatas. Namun, pengembangan adalah proses pendidikan yang lebih panjang di mana karyawan memperoleh pengetahuan konseptual dan teoritis untuk mencapai tujuan bersama. Menurut Kirkpatrick, setiap program pelatihan memiliki tiga tujuan bagi peserta pelatihan yaitu memperoleh pengetahuan tentang pekerjaan mereka; memperoleh keterampilan baru dan/atau meningkatkan keterampilan mereka; dan mengubah perspektif mereka.

IKLAN

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelatihan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Menurut Peraturan Menteri Pertanian No. 101/Permentan/OT.140/10/2013 tanggal 9 Oktober 2013, ia memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan pelatihan fungsional bagi aparatur, pelatihan teknis dan profesi, dan mengembangkan model dan teknik pelatihan fungsional dan teknis di bidang pertanian bagi aparatur dan non aparatur pertanian.

kedai pajak sampul 1280x720
Baca Juga

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Selain itu, ada banyak model yang digunakan untuk menilai program, salah satunya adalah model Kirkpatrick. Untuk evaluasi kegiatan diklat di Balai Basar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggunakan model evaluasi empat level Kirkpatrick. Model ini digunakan untuk menentukan apakah program diklat berjalan sesuai dengan rencana dan mencapai tujuan yang ditetapkan. Lin dan Chuang menyatakan bahwa model evaluasi empat level Kirkpatrick mencakup seluruh program untuk menilai kebutuhan.

Kepuasan peserta dengan program pelatihan dikenal sebagai level atau tahapan pertama, yaitu reaksi (reaction). Pada dasarnya, mengukur reaksi sangat penting karena memungkinkan untuk mengetahui pendapat peserta tentang penyelenggaraan program pelatihan dan memberikan masukan. Tujuan tingkat pertama adalah untuk mengetahui apakah peserta puas dengan penyelenggaraan program pelatihan.

Pertama, evaluasi reaksi ini mengevaluasi proses pelatihan itu sendiri. Kita dapat mengetahui kualitas proses atau pelaksanaan pelatihan dengan melihat seberapa puas pesertanya. Keduanya berbanding lurus. Semakin baik pelaksanaan suatu pelatihan, semakin tinggi kepuasan peserta. Kedua, kepuasan peserta terhadap pelaksanaan atau proses pelatihan akan berdampak langsung pada motivasi dan keinginan peserta untuk belajar lagi. Salah satu cara untuk mengetahui seberapa puas peserta dengan pelatihan adalah dengan mengukur beberapa komponennya. Komponen-komponen tersebut seperti instruktur, kurikulum pelatihan, materi, metode belajar, suasana kelas, fasilitas, kepanitiaan konsumsi, dan lain-lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan program pelatihan. Mengukur reaksi ini dilakukan dengan menggunakan pernyataan yang berbentuk angket.

Tahapan kedua disebut pembelajaran (learning). Tahapan ini mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta sesuai dengan tujuan pelatihan, yang didefinisikan sebagai prinsip, fakta, dan teknik yang dimengerti dan diserap oleh peserta. Perubahan perilaku merupakan pengukuran level ketiga, dan tidak ada pembelajaran jika tidak ada perubahan perilaku. Tahap kedua evaluasi adalah perbandingan hasil pelatihan sebelum dan sesudah pembelajaran yang mereka dapatkan di pelatihan. Dikatakan bahwa keberhasilan program pelatihan sebanding dengan tingkat perbaikannya. Oleh karenanya kita dapat mendapatkan hasil pengukuran yang akurat dan memilih waktu yang tepat. Kita dapat menggunakan tes tertulis sebagai alat ukur. Ini dapat berupa tes pilihan berganda atau tes isian yang isinya berkaitan dengan materi inti yang pernah disampaikan.

bayar
Baca Juga

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

IKLAN

Untuk membandingkan perilaku peserta sebelum dan sesudah mengikuti program, maka dilakukannya tahapan ketiga atau tahapan perilaku (behavior). Evaluasi perilaku dilakukan untuk melihat apakah perilaku peserta berubah ketika mereka menggunakan keterampilan dan kemampuan yang mereka pelajari selama pelatihan. Tujuan evaluasi level tiga adalah untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan keterampilan diterapkan dalam pekerjaan. Evaluasi ini hanya dapat dilakukan setelah selesainya evaluasi pada level pertama dan kedua. Bahkan ketika indeks kepuasan tinggi dan tujuan pembelajaran terpenuhi atau tercapai, transfer pengetahuan mungkin tidak terjadi menjadi perilaku.

Setelah diklat selesai, perubahan perilaku dapat langsung terjadi karena ada kesempatan tetapi mungkin juga tidak karena tidak adanya kesempatan. Kirkpatrick menyatakan empat persyaratan yang harus dipenuhi agar perubahan perilaku dapat terjadi: 1. Peserta harus memiliki keinginan kuat untuk berubah; 2. Peserta harus tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya; 3. Peserta harus bekerja dalam lingkungan kerja yang mendukung; dan 4. Peserta harus menghargai perubahan yang mereka lakukan. Syarat ketiga berkaitan dengan lingkungan kerja yang mendukung bagi peserta diklat. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi level tiga adalah dengan melakukan survei terhadap atasan alumni kursus. Sebuah survei dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti email, telepon, surat, atau lainnya. Itu juga bisa dilakukan dengan melakukan survei atau wawancara secara keseluruhan, misalnya dengan alumni diklat, atasan alumni diklat, rekan kerja, dan bawahan (jika ada), atau orang lain yang mengetahui perilaku alumni diklat, apakah ada perubahan perilaku setelah mengikuti diklat.

Dan tahapan terakhir adalah hasil atau dampak (result) di mana penilai menghubungkan hasil program dengan peningkatan organisasi. Rafiq menyatakan bahwa penilaian level keempat menentukan apakah manfaat pelatihan berdampak pada peserta pelatihan dan pencapaian tujuan. Tujuan dari evaluasi hasil adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan dalam perilaku kerja peserta pelatihan dan berdampak pada tingkat produktivitas organisasi. Dalam skala yang lebih luas, ini berfungsi sebagai standar kualitas lembaga dalam hal penyelenggaraan program pelatihan. Evaluasi pada tingkat ini tidak hanya melihat bagaimana keberhasilan peserta mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki; perubahan sikap juga mempengaruhi lembaga/organisasi tentang keuntungan yang mereka berikan.

Singkatnya, pelatihan adalah proses mengajarkan pengetahuan dan keahlian tertentu, sikap terampil, dan kemampuan untuk melaksanakan tugas dengan lebih baik. Pelatihan berarti memperoleh keterampilan bekerja (vokasional) yang dapat digunakan segera. Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang (BBPP) adalah lembaga yang bertanggung jawab atas pelatihan fungsional dan teknis di bidang pertanian. Evaluasi pelatihan dilakukan untuk tujuan pengambilan keputusan dan perbaikan proses pelaksanaan pelatihan.

Olahan Mangga
Baca Juga

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah peserta pelatihan puas dengan prosedur pelaksanaan pelatihan dari awal hingga akhir. Selanjutnya, evaluasi dilakukan untuk mengevaluasi pengetahuan, sikap, dan kemampuan peserta pelatihan tentang penyelenggaraan pelatihan. Semua level yang ada digunakan dalam evaluasi di BBPP Lembang, yang menggunakan Model Evaluasi Kirkpatrik 4 level. Evaluasi dilakukan sebelum dan setelah pelatihan untuk menilai hasil dan dampak pelatihan untuk peserta, organisasi, dan keuntungan yang didapat.

Sumber: Ritonga, R., Saepudin, A., & Wahyudin, U. (2019). Penerapan model evaluasi kirkpatrick empat level dalam mengevaluasi program Diklat di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Jurnal Pendidikan Nonformal, 14(1), 12-21.

OLeh: Elsye Fransiska MK: Evaluasi Program PLS Dosen Pengampu: Mega Nurrizalia, S.Pd, M.Pd dan Evy Ratna Kartika Waty, M.Pd.,Ph.D

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/evaluasi-program-diklat-di-balai-besar-pelatihan-pertanian-bbpp-lembang/59839/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 16.07 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

Kedaulatan Rupiah Tak Cukup Berhenti di QRIS

Bergantung Pasokan Luar Daerah, Harga Pangan di Pasar Ciputat Mudah Bergejolak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

Christianto Salimanan Raih Best Pitching di Indonesia Youth Summit 2026, Usung 1.000 Garuda Impact

Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

Pilihan Editor

  1. 1 Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya
  2. 2

    Mantan Kanit Lantas Polsek Sedayu, Sunaryo Resmi Dilantik Jadi Lurah Argorejo Bantul

  3. 3

    Universitas Negeri Malang Hadirkan ElectroRace Kit untuk Pembelajaran IPA di MTs Sunan Kalijogo

  4. 4

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  5. 5

    Peneliti FMIPA Universitas Negeri Malang Ungkap 4.126 Varian Bakteri Usus Katak Sawah di Kawasan Pertanian

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.