Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Equity Crowdfunding : Membangun kepercayaan atas dasar modal

Equity Crowdfunding : Membangun kepercayaan atas dasar modal

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
29 Agustus 2021, 20.34 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Equity Crowdfunding : Membangun kepercayaan atas dasar modal

Penulis: Dzaki Satia Sinaga

Intermediasi (perantara) keuangan adalah proses pembelian sejumlah dana yang berasal unit surplus (penabung) dan kemudian menyalurkannya kembali ke unit defisit (peminjam), yang merupakan unit usaha, pemerintah dan juga rumah tangga. Intermediasi yang biasa ditemui adalah bank. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa masalah perekonomian tetap terdapat dimana- mana. Oleh karena itu, Equity Crowdfunding adalah salah satu cara unik untuk mengatasi berbagai permasalahan ekonomi tersebut.

IKLAN

Dikutip dari laman Investor.id bahwa masalah yang dialami pengusaha kecil di Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya adalah permodalan. Sayangnya, banyak pengusaha kecil yang tidak bankable karena terkendala berbagai faktor, seperti keterbatasan arus kas untuk menanggung cicilan dari pinjaman. Bisa dikatakan, pinjaman belum tentu cocok dengan karakteristik usaha startup. Perkembangan teknologi finansial saat ini membuka peluang bagi startup dan usaha kecil menengah (UKM) untuk mendapatkan pendanaan melalui equity crowdfunding sehingga tidak terbebani kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman.

Mahasiswa UNDIP
Baca Juga

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

Equity crowdfunding (ECF) atau penggalangan dana adalah proses pengumpulan dana untuk sebuah proyek atau usaha oleh sejumlah orang, yang biasanya dilakukan melalui platform online. Sistem ECF seperti membeli saham, jadi berbeda dengan sistem peer to peer lending yang hanya meminjamkan dana saja. Equity crowdfunding terbilang baru di Indonesia. Mengutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai akhir 2019 baru ada dua perusahaan penyelenggara equity crowdfunding yang terdaftar dan/atau berizin di OJK yaitu, Santara dan Bizhare. Namun peluang pertumbuhan jenis investasi ini masih terbuka sangat luas. Konsep equity crowdfunding pertama kali dicetuskan di Amerika Serikat pada tahun 2003 dengan diluncurkannya sebuah situs bernama Artistshare. Dalam situs tersebut, para musisi berusaha mencari dana dari para penggemarnya agar bisa memproduksi sebuah karya. Hal ini menginisiasi munculnya situs-situs crowdfunding lainnya seperti kickstarter yang berkecimpung di pendanaan industri kreatif pada tahun 2009 dan Gofundme yang mengelola pendanaan berbagai acara dan bisnis pada tahun 2010.

IKLAN

Equity crowdfunding berguna untuk menghubungkan keinginan satu orang dengan orang lain. Bahkan equity crowdfunding memiliki 4 jenis yaitu donation based, reward based, debt based, dan equity based. Dikutip oleh laman OJK, donation based adalah Donation Based dengan konsep para pendonor yang menyetorkan modalnya tidak mendapat imbalan apapun dari proyek yang diajukan. Biasanya pada donation based, crowdfunding memang diperuntukkan untuk proyek-proyek yang bersifat non-profit seperti membangun panti asuhan, sekolah, dan lain sebagainya. Pada reward based, mereka yang mengajukan proposal biasanya memberikan penawaran berupa hadiah atau imbalan lainnya berupa barang, jasa atau sebuah hak, bukan memberikan bagi hasil dari keuntungan yang didapat dari proyek tersebut. Crowdfunding jenis ini biasanya diperuntukkan untuk proyek dari industri kreatif seperti games, dimana para donatur yang mendanai proyek tersebut akan diberikan fitur-fitur menarik dari games tersebut. Lalu debt based adalah sama dengan pinjaman biasa. Para calon debitur akan mengajukan proposalnya dan para donatur atau kreditur akan menyetorkan modal yang dianggap sebagai pinjaman dengan imbal balik berupa bunga. Lalu equity based adalah jenis yang mempunyai konsep sama seperti saham, yaitu uang yang disetorkan akan menjadi ekuitas atau bagian kepemilikan atas perusahaan dengan imbalan dividen. Equity crowdfunding untuk pemula pada dasarnya berisiko, jadi ada beberapa hal yang perlu perhatikan untuk berinvestasi. Dikutip syndicateroom.com, perlu waktu lama bagi saham untuk meningkat nilainya, yang pada gilirannya berdampak pada kemampuan untuk menghasilkan pengembalian jika menjualnya.

Startup biasanya tidak menghasilkan keuntungan yang cukup untuk dapat membayar dividen kepada investor mereka, yang berarti bahwa tidak mungkin melihat pengembalian atau keuntungan sampai saham dapat terjual, yang dapat memakan waktu bertahun-tahun. Setiap investasi Equity crowdfunding yang dilakukan akan tidak likuid karena tidak ada pasar sekunder dimana dapat dengan mudah menjual saham. Ini berarti bahwa kemungkinan besar harus mempertahankan saham sampai perusahaan yang diinvestasikan keluar atau mengambang di bursa. Saham baru akan diterbitkan kepada investor baru sehingga persentase kepemilikan saham di dalam perusahaan akan berkurang. Saham baru ini mungkin juga datang dengan hak preferensial tertentu yang mungkin merugikan jika dilakukan.

Siapa saja yang bisa berinvestasi? kembali dikutipdari syndicateroom.com, bahwa hal itu tergantung pada platform investasinya sendiri. Equity crowdfunding cenderung dilakukan secara online melalui platform investasi ekuitas, yang dapat menawarkan peluang investasi individu serta dana investasi EIS. Kriteria investasi bervariasi dari satu platform ke platform lainnya, jadi pastikan untuk melakukan riset sebelum berinvestasi. Sementara beberapa platform memerlukan sangat sedikit cek untuk mendaftar sebagai investor, yang lain lebih ketat dalam pedoman mereka. S ertifikasi diri sering digunakan sebagai metode untuk memberi tahu platform investasi bahwa memiliki tingkat pengalaman, kesadaran risiko, dan sarana yang sesuai untuk berinvestasi dalam bisnis tahap awal. Melihat peluang yang cukup besar ini,sangat disayangkan bahwa pertumbuhan crowdfunding masih cukup lambat dikarenakan ketergantungan terhadap perbankan sebagai industri keuangan konvensional masih diminati oleh masyarakat Indonesia dibandingkan dengan platform crowdfunding. Hal tersebut dapat dilihat ketika masyarakat membutuhkan modal untuk membuka usaha atau tiba-tiba memiliki ide inovatif untuk memulai usaha, mereka akan mengajukan pinjaman modal dalam bentuk kredit atau pembiayaan kepada sektor perbankan.

penanaman bibit
Baca Juga

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

Referensi : Badriah, (2009). “Peran Intermediasi Perbankan Terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)”, Jurnal Ekonomi Pembangunan, Volume 7 Nomor 2, hal 183-185, FE UB, Malang. Listyorini. (2020). “Memahami Equity Crowdfunding”. https://investor.id/investory/memahami-equity-crowdfunding (26 Ags. 2021). SiKAPI. (2020). “Equity Crowdfunding Jadi Alternatif Permodalan”. https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/20569 (27 Ags. 2021). Galih, I. (2017). “Jenis Crowdfunding yang Ada Beserta Perbedaannya”. https://www.akseleran.co.id/blog/perbedaan-crowdfunding-p2p-lending-marketplace-lending-dan-equity-crowdfunding/ (27 Ags. 2021). Irawati, I (2014). “Tinjauan Yuridis Pemanfaatan Equity Crowdfunding Bagi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia”. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/dplr/article/view/6543 (28 Ags 2021).

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/equity-crowdfunding-membangun-kepercayaan-atas-dasar-modal/24880/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 04.29 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

PPK Ormawa Universitas Pakuan Terapkan Biopori untuk Konservasi Air di Desa Cipelang

Mahasiswa KKN MAs Latih Petani Bumiaji Buat Pupuk Organik Cair

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian
  2. 2

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  3. 3

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  4. 4

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

  5. 5

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.