Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Eksistensi Blended Learning di Era Pasca Pandemi Covid-19

Eksistensi Blended Learning di Era Pasca Pandemi Covid-19

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
23 Desember 2022, 22.13 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Blended Learning

JurnalPost.com - Pendidikan merupakan hak semua orang tanpa terkecuali. Pemerintah berkewajiban untuk melindungi dan menjamin hak-hak manusia salah satunya hak untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak. Tiga tahun terakhir Indonesia menghadapi gelombang virus Covid-19 yang sangat mempengaruhi semua aspek kehidupan masyarakat tak terkecuali dalam aspek pendidikan. Hampir semua sekolah dari jenjang TK, SD, SMA hingga perguruan tinggi harus ditutup sementara waktu dan proses pembelajaran dilakukan secara daring (dalam jaringan). Dalam menghadapi hal tersebut tentunya tidaklah mudah.

Semua perangkat pendidikan harus mampu beradaptasi dengan keadaan yang ada. Proses pendidikan harus tetap terlaksana meskipun berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk menjalankan proses pendidikan secara langsung seperti sebelumnya. Seiring dengan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia yang telah mengalami penurunan pada pertengahan tahun 2021, pemerintah Indonesia mengambil kebijakan untuk memberlakukan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) dengan menggunakan model pembelajaran blended learning.

IKLAN

Pada sepanjang tahun 2022 ini di mana hampir semua Lembaga Pendidikan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka secara full, apakah eksistensi pembelajaran blended learning masih ada? Pada kenyataannya, pembelajaran blendend learning tidak hilang sepenuhnya. Hal ini sering terjadi ketika terdapat hambatan untuk melakukan pembelajaran tatap muka secara langsung, maka dosen memilih pembelajaran secara online atau bahkan blended learning.

Mahasiswa UNDIP
Baca Juga

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

Blended Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang mengkombinasikan antara model pembelajaran online dengan model pembelajaran tatap muka. Secara etimologis, blended learning merupakan gabungan dua kata Bahasa Inggris, yaitu blended yang artinya campuran atau kondisi yang baik dan learning yang artinya pembelajaran. Menurut Thorne (2013), blended learning merupakan campuran dari teknologi e-learning dan multimedia, seperti video streaming, virtual class, dan sebagainya yang dikombinasikan dengan berbagai bentuk pembelajaran di kelas.

Garner & Oke (2015) mendefinisikan blended learning sebagai sebuah lingkungan pembelajaran yang dirancang dengan menyatukan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan blended learning ialah suatu metode yang mengkombinasikan model pembelajaran online dengan model pembelajaran tatap muka. Blended learning terdiri dari tiga komponen penting, yaitu:

1. Pembelajaran online, yaitu proses pembelajaran yang berlangsung secara online atau daring, dimana memanfaatkan berbagai perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, dan computer yang terhubung dengan koneksi internet. Dengan adanya pembelajaran online, memungkinkan terlaksananya pembelajaran jarak jauh.

penanaman bibit
Baca Juga

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

2. Pembelajaran tatap muka, yaitu proses pembelajaran tatap muka secara langsung. Dimana baik pendidik dan peserta didik berada dalam satu lingkungan belajar yang sama di waktu yang sama pula. Dalam pembelajaran tatap muka, interaksi antar peserta didik dan pendidik akan lebih beragam dan lebih leluasa.

3. Belajar mandiri, merupakan proses memperoleh pengetahuan secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada. Melalui proses belajar mandiri, peserta didik memiliki kebebasan untuk mengkonstruksikan pengetahuannya masing-masing, dan pendidik hanya berperan sebagai fasilitator.

IKLAN

Menurut Jared A. Carman, terdapat lima kunci dalam melaksanakan model pembelajaran blended learning:

1. Live Event Merupakan pembelajaran langsung atau pembelajaran tatap muka (instructor-led instruction) yang dilakukan secara sinkronus dalam waktu dan tempat yang sama, atau dalam waktu yang sama tetapi di tempat yang berbeda.

KKN 179 UMM
Baca Juga

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

2. Self-Paced Learning Pembelajaran yang dikombinasikan dengan pembelajaran mandiri (self-paced learning) yang dapat memungkinkan peserta didik untuk belajar kapan saja dan di mana saja, dengan memanfaatkan berbagai sumber dan media belajar yang tersedia, yang telah dirancang untuk proses belajar mandiri.

3. Collaboration Merupakan aspek penting dalam pelaksanaan model pembelajaran blended learning, yaitu perlu adanya kolaborasi antapendidik, antarpeserta didik, antar pendidik dan peserta didik, hingga antar sekolah dengan warga sekolah. Kolaborasi tersebut harus diarahkan untuk terjadinya proses konstruksi pengetahuan dan keterampilan dengan melalui berbagai proses sosial atau interaksi sosial.

4. Assessment Dalam pelaksanaan model pembelajaran blended learning, hal yang tak kalah penting ialah asesmen. Dalam hal ini, asesmen perlu disiapkan secara baik dan matang, sehingga memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi peserta didik dalam mengikuti asesmen tersebut, baik asesmen online maupun asesmen offline.

5. Performance Support Materials Dalam mempersiapkan pelaksanaan model pembelajaran blended learning, perlu mempersiapkan sumber daya untuk mendukung terlaksananya model pembelajaran blended learning. Adapun sumber daya yang perlu dipersiapkan, antara lain bahan ajar, baik itu bahan ajar cetak maupun bahan ajar digital, situs atau aplikasi belajar, perangkat elektronik pendukung, dan sebagainya.

Eksistensi pembelajaran blended learning nyatanya tak dapat hilang begitu saja dari kehidupan kita pasca pandemic ini. Nyatanya, meskipun telah melakukan pembelajaran atau perkuliahan tatap muka secara full dengan memperhatikan protokol kesehatan, beberapa pendidik sesekali melaksanakan pembelajaran dan perkuliahan online maupun menggunakan blended learning. Hal ini tentu baik adanya, di mana kita bersama-sama beradaptasi dengan situasi baru pasca pandemi dengan menggunakan metode pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa.

Dengan blended learning ini pendidik tentunya masih dapat memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pembelajaran, meskpun baik pendidik atau pun peserta didik tersebut berhalangan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka secara langsung. Tanpa kita sadari, blended learning sudah sangat dekat dengan pelaksanaan pembelajaran kita dan tentunya tak dapat hilang begitu saja karena hal ini sudah kita jalani cukup lama dan dapat kita rasakan bersama manfaat dan keberadaannya. Melalui model blended learning ini dapat memungkinkan pelaksanakan pembelajaran online dan pembelajaran tatap muka dalam satu waktu. Sehingga, semua peserta didik mendapatkan haknya untuk menerima layanan pendidikan dan pendidik dapat melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik.

Oleh: Theresia Nirmala Mamik, Mahasiswa Universitas Negeri Malang

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/eksistensi-blended-learning-di-era-pasca-pandemi-covid-19/41069/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 20.56 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

PPK Ormawa Universitas Pakuan Terapkan Biopori untuk Konservasi Air di Desa Cipelang

Mahasiswa KKN MAs Latih Petani Bumiaji Buat Pupuk Organik Cair

KKN-MAs Kelompok 88 Kembangkan Gunungsari Circular Farm di Kota Batu

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

Beli Elektronik di Bojonegoro Kini Lebih Praktis, Nasabah BRI Tak Perlu Bawa Uang Tunai Berkat QRIS

82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan
  2. 2

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  3. 3

    UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  5. 5

    Kisah Mamik Pemilik Toko Kelontong Sekaligus Agen BRILink di Bojonegoro Bantu Warga

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.