JurnalPost.com - Program kampus merdeka merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh kemendikbudristek yang ditujukan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki. Ada banyak sekali program kampus merdeka, salah satunya adalah program MSIB atau Magang dan Studi Independen Bersertifikat. Program tersebut memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar dan mengembangkan diri bersama mitra yag bekerja sama dengan kampus merdeka selama 5 bulan untuk mendapatkan pengalaman yang nyata.
Pendaftaran Magang dan Studi Independen Bersertifikat Batch 3 dibuka sejak tanggal 20 juni hingga 31 juli. Syafiatul Kamila merupakan salah satu mahasiswa semester 5 program studi Sistem Informasi di UPN "Veteran" Jawa Timur, berkesempatan untuk mengikuti Program MSIB yaitu Studi Independen bersama PT. Impactbyte Teknologi Edukasi (Skilvul) dengan Learning Track Back-end Web Development. Selama 5 bulan ia mengikuti berbagai rangkaian pembelajaran yang telah dirancang oleh pihak mitra.
Proses pembelajarannya terdiri dari pembelajaran individu dan proyek akhir yang dilakukan dalam tim. Tim yang terbentuk merupakan gabungan antara mahasiswa terpilih Front-End Web Development dan Back-End Web Development. Pembelajaran model campuran (blended learning model) digunakan dalam program Skilvul #Tech4Impact: Back-End Web Development yang merupakan kombinasi dari Mentor-led Learning merupakan Pembelajaran yang dibimbing oleh mentor melalui video conference, dan dilakukan secara synchronous. Mentor-led learning terbagi menjadi dua (2) tipe yaitu Live Webinar dan Mentoring atau konsultasi dengan mentor fasilitator. untuk Proses belajar kelompok dilakukan dengan sesama peserta, dilakukan secara synchronous melalui video conference dan asynchronous melalui forum diskusi daring. Sedangkan Proses belajar mandiri secara asynchronous menggunakan materi kelas online di Skilvul berupa video pembelajaran, kuis, dan latihan coding menggunakan teknologi Skilvul Playground.
Pada Studi Independen bersama skilvul, mentee atau mahasiswa di tugaskan untuk membuat solusi digital dari studi kasus yang diberikan oleh partner. Syafiatul Kamila memilih studi kasus dari partner National University Of Singapore yang merupakan Solusi digital untuk membantu National University of Singapore untuk dapat menerima pertolongan terkait pandemi COVID-19 melalui inovasi digital. Masalah utamanya yaitu pandemi yang memiliki dampak buruk terhadap beberapa sektor yang telah menyebabkan beberapa masalah yaitu kehilangan pekerjaan, kesulitan mendapat bantuan, kesejahteraan mental dan lain sebagainya.
Syafiatul Kamila bersama Team FEBE 8 telah merancang sebuah solusi digital berupa website dengan nama “Bangkit”. Bangkit adalah suatu platform aplikasi website yang bertujuan untuk menghubungkan masyarakat umum yang terdampak pandemi dari sektor ekonomi, kesehatan dan pendidikan dengan instansi atau perusahaan atau pemerintah yang menyediakan bantuan atau solusi dari adanya permasalahan-permasalahan yang muncul akibat pandemi. Target pengguna platform ini adalah masyarakat indonesia secara umum yang terdampak covid-19 dan instansi baik swasta maupun pemerintah yang nantinya akan membantu masalah yang di alami oleh masyarakat. Masalah yang ingin diatasi dalam website ini terbagi dalam tiga sektor yaitu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Visi Bangkit adalah menjadi solusi digital inovatif untuk mengatasi permasalahan yang diakibatkan oleh dampak pandemi covid-19 di Indonesia. Sedangkan Misi bangkit adalah Menghadirkan fitur yang dapat menjawab permasalahan masyarakat dari berbagai sektor masalah: ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Bangkit memiliki misi untuk menghadirkan 2 solusi utama, yaitu pelaporan masalah yang merupakan solusi yang menekankan kolaborasi tanpa batas dimana pengguna dapat melaporkan masalahnya dan pengguna lain maupun instansi dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut dan penyediaan informasi yang menyajikan informasi lowongan pekerjaan, beasiswa, dan artikel kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia untuk dapat kembali pulih dari dampak pandemi covid-19.
Penulis: Syafiatul Kamila, Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda