JurnalPost.com - Program PKM IMRIS adalah salah satu wujud komitmen perguruan tinggi dalam mengimplementasikan hasil riset akademis ke dalam praktik yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat, terutama bagi para pelaku UMKM. Tujuan dari program ini adalah memberikan solusi konkret untuk permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha dalam menjalankan bisnis mereka, khususnya dalam aspek penguatan branding dan pemasaran digital.
UKM Istana Buah merupakan mitra terpilih pada program PKM IMRIS, karena kebutuhan mendesak mereka untuk memperkuat merek dan meningkatkan strategi pemasaran digital guna menjangkau pasar yang lebih luas. Seiring dengan meningkatnya penggunaan internet dan media sosial oleh konsumen, strategi pemasaran tradisional saja sudah tidak cukup untuk menjaga eksistensi dan pertumbuhan usaha.
“Dalam era digital ini, branding yang kuat sangat penting untuk membedakan produk kita di tengah banyaknya pilihan di pasar. Kami ingin membantu Istana Buah agar lebih dikenal, tidak hanya di kalangan lokal, tetapi juga di pasar yang lebih luas melalui penggunaan media sosial secara efektif,” Ungkap Ketua Tim, Bapak Aditya Rahman Yani, S.T., M.Med.Kom. Tidak hanya melakukan penyuluhan dan edukasi kepada UKM, namun juga melakukan pendampingan selama setahun yaitu berupa perancangan strategi branding yang fokus pada nilai-nilai unik dari produk UKM ini, seperti kualitas buah yang segar, pelayanan yang ramah, serta komitmen untuk menyediakan buah lokal berkualitas. Selain itu, dilakukan juga perbaikan pada desain logo dan konten visual yang digunakan oleh UKM tersebut untuk lebih menarik perhatian di media sosial.

Dalam aspek pemasaran digital, tim juga memberikan pelatihan intensif kepada pengelola UKM Istana Buah tentang pemanfaatan berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business. Pengelola diajarkan bagaimana membuat konten yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan tren terkini agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen potensial. Bapak Bayu Setiawan S.Sn., M.Sn., anggota tim dari UPN Veteran Jatim, menekankan pentingnya penggunaan media sosial dalam menciptakan interaksi yang lebih personal dengan pelanggan. “Media sosial memungkinkan kita berkomunikasi langsung dengan konsumen. Ini penting untuk membangun loyalitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk yang kita tawarkan,” katanya. Sementara itu, Bapak Yudha Delonix Renzina S.T., M.Sn. dari UHW Surabaya menyoroti pentingnya analitik media sosial untuk mengukur efektivitas kampanye pemasaran yang telah dilakukan. “Kita tidak bisa hanya sekadar posting di media sosial tanpa melihat hasilnya. Analitik memberikan kita data yang jelas tentang apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki,” ujar beliau.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi UKM Istana Buah. Dengan penguatan branding dan strategi pemasaran yang lebih terarah, diharapkan UKM ini mampu meningkatkan omset, memperluas pasar, dan menjadi lebih dikenal oleh konsumen, baik di dalam maupun di luar kota Surabaya. Program PKM IMRIS ini juga menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam mendukung pengembangan sektor UMKM di Indonesia, yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional.
Penulis: Aditya Rahman Yani, S.T., M.Med.Kom.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda