Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. #BeraniKembali: Bersama Memupuk Kesehatan Mental Anak Binaan LPKA Jakarta

#BeraniKembali: Bersama Memupuk Kesehatan Mental Anak Binaan LPKA Jakarta

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
16 Desember 2024, 17.17 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
#BeraniKembali: Bersama Memupuk Kesehatan Mental Anak Binaan LPKA Jakarta
Jakarta Selatan, JurnalPost.com – Apa bekal utama yang diperlukan seseorang untuk memulai kembali perjalanan hidup? Pertanyaan ini menjadi inti dari pelatihan keterampilan psikologis bagi anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta yang telah diadakan bulan November lalu. Pada fase re-entry, yaitu tahap terakhir sebelum anak binaan dibebaskan, kesehatan mental, khususnya kemampuan life skill menjadi aspek vital. Kemampuan life skill sendiri merujuk pada kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menghadapi tantangan hidup sehari-hari dengan baik. Hal ini menjadi bekal penting bagi anak binaan untuk beradapatasi dalam kehidupan mereka setelah keluar dari LPKA. Oleh karena itu, pada tanggal 11, 12, dan 15 November 2024 silam, anak binaan LPKA Kelas II Jakarta diajak untuk mempersiapkan bekal tersebut melalui serangkaian kegiatan yang dirancang khusus oleh Kelompok Riset Kesehatan Mental Komunitas, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia. “Tantangannya adalah membahas kesehatan mental pada populasi khusus seperti anak binaan di LPKA. Mereka memiliki latar belakang yang beragam, berbeda dari siswa SMA atau mahasiswa pada umumnya. Tingkat pendidikan mereka juga tidak semua sama. Jadi, supaya ilmu yang disampaikan sesuai, kita harus menggali lebih dalam lagi kemampuan dan kebutuhan mereka.” Ujar Nathanael E. J. Sumampouw selaku dosen pembimbing program pelatihan ini. Dengan dukungan dari program pendaaan hibah oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI, pelatihan ini memberikan keterampilan yang dapat langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengenali potensi diri, mengelola emosi dengan baik, serta merancang rencana hidup dengan jelas. Yuk, simak apa saja isi dari pelatihannya!

Hari Pertama: Mengenal Diri

Pada hari pertama, anak binaan diajak memahami siapa diri mereka melalui aktivitas eksplorasi diri. Mereka belajar mengenali kekuatan, kelemahan, dan potensi yang dimiliki. Kesadaran ini menjadi langkah awal yang penting bagi anak binaan untuk membangun kepercayaan diri, menguatkan rasa tanggung jawab, dan membuka wawasan terhadap peluang yang ada di masa depan mereka.

Hari Kedua: Mengelola Emosi

Hari kedua berfokus pada pemahaman emosi dan pengelolaannya. Anak binaan dilatih untuk mengenali berbagai jenis emosi yang mereka alami, memahami penyebabnya, serta menemukan cara-cara positif untuk mengatur dan mengekspresikan emosi tersebut. Dengan keterampilan ini, mereka diharapkan dapat menghadapi tekanan atau konflik dengan lebih efektif, baik di lingkungan LPKA maupun saat mereka kembali ke masyarakat.

Hari Ketiga: Merancang Aksi

Di hari terakhir, anak binaan diajak untuk menyusun rencana masa depan. Mereka belajar menetapkan tujuan yang realistis, merencanakan langkah-langkah konkret untuk mencapainya, dan mengidentifikasi tantangan yang mungkin dihadapi. Pendampingan fasilitator dalam setiap kelompok kecil membantu memastikan setiap rencana yang disusun relevan dengan kebutuhan dan kemampuan mereka, sehingga dapat menjadi acuan konkret dalam kehidupan pasca-LPKA. Setelah menjalani rangkaian kegiatan selama 3 hari tersebut, anak binaan diharapkan mampu menghadapi tantangan hidup sehari-hari dengan cara yang adaptif dan positif, sehingga meningkatkan resiliensi psikologis mereka. Sesuai yang diucapkan oleh dr. Indri, selaku Dokter Madya LPKA Kelas II Jakarta, “Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah karena dilakukan pada anak binaan yang menjelang bebas. Jadi, materi-materi yang didapat itu masih bisa melekat ke mereka (anak binaan), sehingga saat mereka terbebas, mereka memiliki kesehatan mental yang baik.” Sebab itu, pelatihan ini dirancang untuk mendukung anak binaan menghadapi tantangan hidup pasca-LPKA, termasuk melawan stigma negatif yang kerap melekat pada mereka. Setiap anak binaan memiliki potensi untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi aktif kepada masyarakat. Dengan memberikan dukungan dan empati kepada mereka, harapannya, masa depan anak binaan dapat berubah ke arah yang jauh lebih positif. "Aku sendiri belajar banyak dari anak-anak LPKA bahwa jangan pernah putus asa ketika dihadapkan suatu cobaan. Mereka sangat antusias untuk belajar agar dapat kembali ke kehidupan mereka di luar LPKA. Melalui program ini, harapannya mereka dapat merefleksikan pengalaman masa lalu dan menjalani hidup dengan langkah yang lebih baik." Ungkap Nabil Ramadhani, salah satu relawan pelatihan ini. Oleh: Nisrina Hamzah, Mahasiswa dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/beranikembali-bersama-memupuk-kesehatan-mental-anak-binaan-lpka-jakarta/75881/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026, 00.02 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa sebagai Pelanggaran Integritas Akademik

Mahasiswa Universitas Pamulang Gandeng PT Aratech Nusantara Indonesia Kembangkan Sistem HRIS untuk Digitalisasi Karyawan

Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya
  2. 2

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  3. 3

    Mahasiswa Magang Turut Berkontribusi dalam Penyelenggaraan MTQ ke-32 Kabupaten Tuban 2026

  4. 4

    Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. 5

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.