JurnalPost.com - Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan sebuah program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan saat ini program MBKM sudah masuk batch 3. Program ini dipersiapkan untuk membantu mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan teknis maupun non-teknis sebagai bekal untuk memasuki dunia industri. Program MBKM ini memiliki banyak pilihan seperti Kampus Mengajar, Magang, Studi Independen dan lain-lain.
Salah satu pilihan dari program MBKM yang banyak dipilih oleh para mahasiswa untuk mengembangkan diri adalah studi independen di salah satu perusahaan belajar online yaitu PT Dicoding Akademi Indonesia yang telah bekerja sama dan menjadi mitra dengan pihak kampus merdeka agar para mahasiswa yang ingin menjadi developer di seluruh Indonesia dapat mendapatkan ilmu tentang dunia developer dan yang pasti materinya berstandar industri serta gratis tanpa dipungut biaya. Pembelajarannya sendiri dilakukan pada platform belajar online milik PT Dicoding Akademi Indonesia yaitu www.dicoding.com.
Dicoding merupakan sebuah platform belajar digital/online yang diperuntukan kepada para calon developer untuk belajar dan mendapatkan materi yang sesuai standar industri karena kurikulum di Dicoding selalu update. Dicoding juga telah dipercaya oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Microsoft, AWS, IBM, dan masih banyak lagi.
Dicoding membuka banyak pilihan learning path yang dapat diikuti pada program ini dan salah satunya adalah “Pembembang Front-End Web dan Back-End”. Program ini dimulai dari tanggal 18 Agustus 2022 dan berakhir pada tanggal 31 Desember 2022. Para peserta nantinya akan dibagi ke dalam kelas dan akan didampingi oleh mentor yang sudah berpengalaman yang dapat peserta tanya tentang materi atau masalah apapun yang ada di Dicoding.
Menurut saya pribadi, belajar untuk menjadi pengembang web di Dicoding tidak terlalu berat karena pada awal pembelajaran kita tidak akan langsung membuat sebuah web, tapi kita akan diberi modul dasar-dasar pemrograman web terlebih dahulu. pada setiap modul akan ada sebuah submission atau ujian akhir di bagian akhir yang menjadi tolak ukur pemahaman kita pada modul tersebut dan sebagai syarat kita lulus di modul tersebut dan mendapatkan sertifikat.
Sumber : Dokumentasi pribadi penulis, sertifikat yang didapatkan penulis setelah berhasil menyelesaikan modul
Selain diberikan materi hard skill, pada program ini para peserta juga diberikan materi soft skill yang pastinya sangat berguna ketika kita terjun di dunia industri di kemudian hari, contoh dari materi soft skill yang diberikan adalah cara manajemen waktu, bagaimana menyiapkan presentasi, bagaimana cara public speaking yang benar, materi tentang interview, dan lain-lain.
Selanjutnya pada akhir program ini, para peserta akan diminta untuk membuat kelompok berjumlah 4 orang dari learning path yang sama dan minimal anggotanya terdiri dari 2 universitas yang berbeda, pembuatan kelompok ini bertujuan untuk mengerjakan project akhir atau pada program ini kita menyebutnya “Capstone project”. Dalam pengerjaan capstone project kita diberikan waktu 4 minggu untuk pengerjaan dan diberikan beberapa tema project yang bisa kita pilih. Dicoding juga menyiapkan beberapa mentor expert yang bisa kita tanyakan terkait teknis pembuatan project atau kita juga bisa meminta saran kepada mentor expert tersebut.
Sumber : Dokumentasi pribadi penulis, tim penulis yaitu ada adam (atas tengah), dharu/penulis (kanan atas), candra (kiri bawah), indi (kanan bawah) sedang meeting online bersama mas Rizki selaku mentor expert (atas kiri) untuk meminta masukan terkait capstone project
Sumber : Dokumentasi pribadi penulis, tampilan dashboard dari hasil capstone project kelompok penulis
Menurut saya pribadi, keseluruhan dari program MBKM terutama studi independen di PT Dicoding Akademi Indonesia ini sangat berkesan dan memberikan banyak ilmu-ilmu baru terkait Pengembang Website yang pastinya sudah berstandar industri dan sepertinya tidak akan kita dapatkan di bangku perkuliahan. Soft skill yang diberikan juga membuat saya semakin percaya diri sehingga saya menjadi lebih siap lagi terjun ke dunia kerja di kemudian hari.
Penulis: Dimas Dharu Ramadhan
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda