KUTA SELATAN, JurnalPost.com – Kemampuan menulis berita dan mengolah informasi menjadi konten digital semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Untuk membekali siswa dengan keterampilan tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Dwijendra menggelar pelatihan jurnalistik di SMK Negeri 2 Kuta Selatan, Bali, Senin (26/10/2026).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini mengusung tema “Dari Pena ke Layar: Transformasi Jurnalistik Sekolah melalui Literasi Digital dan Produksi Konten Kreatif Siswa SMK Negeri 2 Kuta Selatan”.
Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis berita, melakukan wawancara, mengolah informasi, serta memanfaatkan berbagai platform digital sebagai sarana penyebaran konten yang informatif, edukatif, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini menghadirkan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Dwijendra, Dr. Ida Bagus Made Wisnu Parta, S.S., M.Hum., sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Wisnu Parta memperkenalkan berbagai dasar jurnalistik, mulai dari mengenali nilai berita, menyusun informasi menggunakan unsur 5W+1H, menerapkan teknik wawancara, hingga mengembangkan tulisan menjadi konten digital yang menarik bagi pembaca.
Bekali Siswa dengan Keterampilan Jurnalistik Digital
Perkembangan media digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Jika sebelumnya kegiatan jurnalistik sekolah lebih banyak dilakukan melalui majalah dinding atau buletin, kini siswa memiliki kesempatan mempublikasikan karya melalui berbagai platform digital.

Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan. Banyaknya informasi yang beredar menuntut pengguna media digital untuk lebih teliti dalam membedakan fakta, opini, dan informasi yang belum terverifikasi.
Melalui pelatihan ini, siswa diperkenalkan pada pentingnya ketepatan informasi dan tanggung jawab dalam menyampaikan berita kepada publik.
Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis menulis, tetapi juga mendorong peserta memahami proses kerja jurnalistik, mulai dari menemukan ide pemberitaan, mengumpulkan fakta, menentukan narasumber, hingga menyusun informasi secara sistematis.
Pemahaman terhadap unsur 5W+1H menjadi salah satu materi utama agar siswa mampu menghasilkan berita yang menjawab pertanyaan dasar mengenai suatu peristiwa.
Selain itu, keterampilan wawancara juga mendapat perhatian karena menjadi bagian penting dalam memperoleh informasi langsung dari sumber yang relevan.
Melalui pemahaman tersebut, siswa diharapkan mampu mengembangkan kegiatan jurnalistik sekolah sebagai wadah pembelajaran sekaligus sarana menyalurkan kreativitas.
Dorong Kreativitas dan Kemampuan Berpikir Kritis
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti materi yang disampaikan. Ketertarikan peserta terlihat terutama ketika pembahasan diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk menghasilkan konten kreatif.
Siswa didorong untuk tidak sekadar menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menghasilkan informasi yang memiliki nilai edukasi dan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan jurnalistik dinilai dapat menjadi sarana pembelajaran yang menggabungkan berbagai keterampilan, seperti kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, bekerja sama, serta menyampaikan gagasan secara terstruktur.
Melalui aktivitas menulis berita dan melakukan wawancara, siswa juga dapat belajar membangun rasa percaya diri sekaligus meningkatkan kepekaan terhadap peristiwa di lingkungan sekitar.
Keterampilan tersebut menjadi bekal penting bagi siswa sekolah menengah kejuruan yang nantinya akan menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Di sisi lain, pelatihan ini juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan teknologi informasi.

Peserta diajak memahami bahwa setiap informasi yang dipublikasikan perlu melalui pemeriksaan kebenaran. Penghormatan terhadap privasi narasumber, ketelitian dalam penggunaan data, serta tanggung jawab terhadap isi konten menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan jurnalistik.
Dengan demikian, kemampuan menghasilkan konten digital diharapkan tidak hanya didasarkan pada kreativitas, tetapi juga pada prinsip keakuratan, keberimbangan, dan etika komunikasi.
Universitas Dwijendra dan SMK Negeri 2 Kuta Selatan Perkuat Kerja Sama
Selain pelatihan jurnalistik, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini turut dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) antara pihak Universitas Dwijendra dan SMK Negeri 2 Kuta Selatan.
Penandatanganan dokumen kerja sama dilakukan oleh Dekan FKIP Universitas Dwijendra, Dr. I Wayan Aryawan, S.Si., M.Pd., bersama Kepala SMK Negeri 2 Kuta Selatan, I Made Kondra, S.Pd., M.Pd.
Kesepakatan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang pelaksanaan program kolaboratif di bidang pendidikan.
Melalui kerja sama ini, kedua lembaga diharapkan dapat mengembangkan berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kompetensi siswa, penguatan literasi digital, serta pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga dinilai penting untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan pembelajaran di lapangan.
Bagi Universitas Dwijendra, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Sementara bagi pihak sekolah, kerja sama tersebut diharapkan memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar kegiatan pembelajaran rutin.
Harapkan Jurnalistik Sekolah Terus Berkembang
Melalui program bertajuk “Dari Pena ke Layar”, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Dwijendra berharap keterampilan yang diperoleh siswa dapat diterapkan dalam kegiatan jurnalistik di lingkungan sekolah.
Siswa diharapkan semakin terbiasa mengamati peristiwa, menggali informasi dari sumber yang tepat, menyusun berita berdasarkan fakta, serta mengembangkan karya dalam format digital yang mudah dipahami masyarakat.
Pelatihan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi yang lebih aktif di lingkungan SMK Negeri 2 Kuta Selatan.
Keberadaan kegiatan jurnalistik sekolah dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mendokumentasikan aktivitas pendidikan, mengangkat berbagai potensi sekolah, hingga menyampaikan informasi positif kepada masyarakat.
Lebih jauh, penguatan literasi digital diharapkan membantu siswa menghadapi derasnya arus informasi dengan sikap yang lebih kritis dan bertanggung jawab.
Universitas Dwijendra pun berharap kerja sama yang telah dibangun dapat berlanjut melalui program pendampingan maupun kegiatan pendidikan lainnya.
Dengan adanya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah, pengembangan keterampilan jurnalistik dan literasi digital diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran serta mempersiapkan generasi muda yang kreatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda