Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L)
Kita ketahui bahwa tanaman kakao merupakan kelompok tanaman caulofloris yang berbunga dan berbuah pada batang dan cabang, dan merupakan tanaman tahunan. Kondisi yang ideal bagi tanaman kakao untuk tumbuh adalah hutan atau kebun torpis dengan tutupan pepohonan dan dedaunan yang rimbun dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun, serta dengan kondisi kelembaban yang tetap memungkinkan pertumbuhan tanaman kakao menjadi tinggi namun dengan buah yang tidak banyak. Kondisi tersebut harus ditunjang dengan pencahayaan dari sinar matahari sebesar 60% - 80% dengan sinar matahari langsung agar pertumbuhan buah dan bunga lebih optimal. Tanaman kakao banyak dibudidayakan terutama di daerah Sumatera Barat dikarenakan nilai ekonomis nya yang cukup tinggi. Ada tiga jenis varietas tanaman kakao yang biasa dibudidayakan oleh petani di Sumatera Barat, yaitu : varietas Forastero, varietas Criollo, dan varietas Trinitario. Varietas Forastero disebut juga dengan ordinary cocoa karena menghasilkan biji berkualitas cukup baik (bulk cocoa). Kulit buah dari varietas ini cukup tebal dengan warna hijau, namun biji buah yang dihasilkan berbentuk gepeng dengan kotiledon yang berwarna ungu. Varietas Criollo biasa disebut juga dengan nama lain coklat fine, coklat mulia, flavour cocoa, choiced cocoa dan edel coco karena varietas ini menghasilkan biji kakao yang bermutu baik. Kulit buah dari varietas ini berwarna hijau kemerahan yang tipis namun biji buah besar dengan kotiledon berwarna putih. Varietas Trinitario merupakan persilangan alami dari varietas Forastero dan varietas Criollo yang menghasilkan biji kakao bulk dan juga fine flavored cocoa.Aplikasi CAMAC - Pendeteksi Penyakit pada Buah Kakao beserta Rekomendasi Penanganannya
Aplikasi CAMAC ini adalah aplikasi berbasi hp android yang pada saat pengembangannya menggunakan bahasa pemrograman Kotlin. Untuk tahapan pembuatan aplikasi ini dinilai Fazha cukup rumit, karena Fazha sendiri harus belajar secara otodidak untuk membuat perintah pada machine learning CAMAC tersebut. Secara garis besar, tahapan pembuatan aplikasi dimulai dari pengumpulan data ; berupa foto-foto buah kakao yang terkena penyakit. "Semakin banyak foto yang dimiliki semakin "pintar" aplikasi ini", ucap Fazha. Setelah foto-foto terkumpul maka tahapan selanjutnya adalah "melatih" aplikasi untuk menerjemahkan foto-foto tersebut dan mengenalkannya kepada nama-nama penyakit buah kakao yang sesuai dengan foto yang ada. Semakin sering aplikasi ini "dilatih" maka semakin akurat hasil yang akan diberikan oleh CAMAC. Tahapan terakhir adalah pengujian, untuk melihat apakah CAMAC sudah memberikan hasil yang akurat terhadap pembacaan image yang diunggah pada aplikasi CAMAC.
Tahap selanjutnya CAMAC akan menampilkan nama penyakit dan cara penanganan untuk penyakit tersebut.
Sampai saat ini aplikasi CAMAC masih memiliki tingkat akurasi sekitar 40 % sampai 60 %. Sangat mungkin untuk menambah tingkat kakurasian CAMAC yaitu dengan cara menambah "koleksi" foto-foto penyakit buah kakao dan menterjemahkan nya dalam pemrograman CAMAC.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda