Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Teknologi
  3. Terbaru! CAMAC - Aplikasi HP Pendeteksi Penyakit pada Buah Kakao (Coklat)

Terbaru! CAMAC - Aplikasi HP Pendeteksi Penyakit pada Buah Kakao (Coklat)

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
22 September 2023, 19.32 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Rumput laut dan Kakao Jadi Andalan Komoditi Ekspor Sulsel
JurnalPost.com - Dialah M. Fazha Hanafi, seorang mahasiswa dari jurusan Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas Padang yang telah memprakarsai lahirnya CAMAC (Cacao Machine Learning to Detect Cacao Fruit Disease). CAMAC adalah aplikasi pada telepon pintar yang dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit buah pada tanaman kakao. Tidak hanya mendeteksi nama penyakit dan penyebab penyakit, tetapi juga CAMAC dapat memberikan solusi penanganan terhadap penyakit yang dihadapi tanaman kakao. Dilatarbelakangi oleh banyaknya petani tanaman kakao di area Sumatera Barat yang menjadikan tanaman kakao menjadi sumber pemasukan sehari hari, menjadi awal mulanya lahirnya aplikasi CAMAC. Para petani sering sekali menemukan buah kakao mereka terserang penyakit yang diketahui disebabkan oleh serangga, hama, virus, dll. Namun acap kali penyakit ini cepat menyebar ke pohon-pohon lainnya yang berada dalam satu kebun karena terlambatnya penanganan yang diberikan oleh petani kakao, maupun karena tidak ada penanganan sama sekali kepada pohon kakao tersebut. Terlambat atau tidak adanya penangan yang diberikan bisa terjadi karena beberapa hal ; petani berpikir bahwa jika penyakit masih sedikit maka tidak akan menular ke pohon lainnya, tidak tahu cara penanganan yang tepat untuk penyakit tertentu, dan alasan minim tenaga kerja. Dari beberapa alasan ini maka muncullah ide untuk bagaimana memberikan penanganan yang tepat dan cepat terhadap penyakit pada buah tanaman kakao.

Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L)

Kita ketahui bahwa tanaman kakao merupakan kelompok tanaman caulofloris yang berbunga dan berbuah pada batang dan cabang, dan merupakan tanaman tahunan. Kondisi yang ideal bagi tanaman kakao untuk tumbuh adalah hutan atau kebun torpis dengan tutupan pepohonan dan dedaunan yang rimbun dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun, serta dengan kondisi kelembaban yang tetap memungkinkan pertumbuhan tanaman kakao menjadi tinggi namun dengan buah yang tidak banyak. Kondisi tersebut harus ditunjang dengan pencahayaan dari sinar matahari sebesar 60% - 80% dengan sinar matahari langsung agar pertumbuhan buah dan bunga lebih optimal. Tanaman kakao banyak dibudidayakan terutama di daerah Sumatera Barat dikarenakan nilai ekonomis nya yang cukup tinggi. Ada tiga jenis varietas tanaman kakao yang biasa dibudidayakan oleh petani di Sumatera Barat, yaitu : varietas Forastero, varietas Criollo, dan varietas Trinitario. Varietas Forastero disebut juga dengan ordinary cocoa karena menghasilkan biji berkualitas cukup baik (bulk cocoa). Kulit buah dari varietas ini cukup tebal dengan warna hijau, namun biji buah yang dihasilkan berbentuk gepeng dengan kotiledon yang berwarna ungu. Varietas Criollo biasa disebut juga dengan nama lain coklat fine, coklat mulia, flavour cocoa, choiced cocoa dan edel coco karena varietas ini menghasilkan biji kakao yang bermutu baik. Kulit buah dari varietas ini berwarna hijau kemerahan yang tipis namun biji buah besar dengan kotiledon berwarna putih. Varietas Trinitario merupakan persilangan alami dari varietas Forastero dan varietas Criollo yang menghasilkan biji kakao bulk dan juga fine flavored cocoa.

Aplikasi CAMAC - Pendeteksi Penyakit pada Buah Kakao beserta Rekomendasi Penanganannya

Aplikasi CAMAC ini adalah aplikasi berbasi hp android yang pada saat pengembangannya menggunakan bahasa pemrograman Kotlin. Untuk tahapan pembuatan aplikasi ini dinilai Fazha cukup rumit, karena Fazha sendiri harus belajar secara otodidak untuk membuat perintah pada machine learning CAMAC tersebut. Secara garis besar, tahapan pembuatan aplikasi dimulai dari pengumpulan data ; berupa foto-foto buah kakao yang terkena penyakit. "Semakin banyak foto yang dimiliki semakin "pintar" aplikasi ini", ucap Fazha. Setelah foto-foto terkumpul maka tahapan selanjutnya adalah "melatih" aplikasi untuk menerjemahkan foto-foto tersebut dan mengenalkannya kepada nama-nama penyakit buah kakao yang sesuai dengan foto yang ada. Semakin sering aplikasi ini "dilatih" maka semakin akurat hasil yang akan diberikan oleh CAMAC. Tahapan terakhir adalah pengujian, untuk melihat apakah CAMAC sudah memberikan hasil yang akurat terhadap pembacaan image yang diunggah pada aplikasi CAMAC. Buah Kakao Tahap selanjutnya CAMAC akan menampilkan nama penyakit dan cara penanganan untuk penyakit tersebut. Sampai saat ini aplikasi CAMAC masih memiliki tingkat akurasi sekitar 40 % sampai 60 %. Sangat mungkin untuk menambah tingkat kakurasian CAMAC yaitu dengan cara menambah "koleksi" foto-foto penyakit buah kakao dan menterjemahkan nya dalam pemrograman CAMAC.

Siapa pengguna CAMAC?

Target pengguna aplikasi CAMAC adalah para petani kakao baik perkebunan skala kecil maupun skala besar. Karena aplikasi CAMAC ini diharapkan mampu untuk membantu mitigasi penanggulangan penyakit pada buah kakao sehingga kehilangan produksi buah akibat penyakit pada buah kakao dapat diminimalisir. Ke depannya akan banyak dilakukan upgrade pada CAMAC salah satunya yaitu menghadirkan aplikasi CAMAC pada platform Playstore sehingga tidak hanyak mudah untuk didapatkan namun juga para pengguna dapat memberikan ulasan untuk perbaikan CAMAC kedepannya. Penulis : Nurmala Sari, S.TP, M.Si Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas, Padang

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/terbaru-camac-aplikasi-hp-pendeteksi-penyakit-pada-buah-kakao-coklat/59180/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 18.59 WITA

  • #Kakao

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

AI vs Ilustrator: Perubahan Kompetensi yang Dibutuhkan Tenaga Kerja Kreatif di Era Digital

AI Content Design Berkembang, Kreator Kini Bisa Mengubah Teks Menjadi Konten Siap Publikasi

Mahasiswa Udayana Terapkan AGRI-MOTION, Smart Farming Berbasis IoT di Desa Nyanglan

Mahasiswa UGM Kembangkan Anoda Baterai Ion-Natrium dari Jerami Padi dan Limbah Grafit

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Universitas Negeri Malang Hadirkan ElectroRace Kit untuk Pembelajaran IPA di MTs Sunan Kalijogo

Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

Mantan Kanit Lantas Polsek Sedayu, Sunaryo Resmi Dilantik Jadi Lurah Argorejo Bantul

Transparansi Keuangan Organisasi Mahasiswa: Langkah Kecil Membangun Budaya Antikorupsi

Pilihan Editor

  1. 1 Kemenag Latih 1.207 PPPK Penghulu, Perkuat Kualitas Layanan Umat
  2. 2

    Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

  3. 3

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  4. 4

    Nasabah Aninda Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro, Transaksi Makin Mudah dan Nyaman

  5. 5

    Agen BRILink di Bojonegoro Permudah Transaksi Warga Lansia yang Belum Terbiasa Mobile Banking

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.