Jakarta, JurnalPost.com - Operator seluler Telkomsel, yang telah lama menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia, mengalami perubahan menarik dalam lima tahun terakhir.
Pada 2018, Telkomsel mencatat 163 juta pengguna, tetapi jumlah pelanggan telah berfluktuasi sejak itu.
Pada tahun 2019 Perusahaan di bawah naungan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk itu mampu menarik hingga 171,1 juta pengguna.
Pada tahun 2020, Telkomsel melaporkan jumlah pelanggan mencapai 169,5 juta dengan pendapatan sebesar Rp87,1 triliun.
Namun, tahun berikutnya, meskipun jumlah pelanggan meningkat menjadi 175,9 juta, pendapatan justru turun menjadi Rp87,5 triliun.
Dan pada tahun 2022, jumlah pelanggan kembali berkurang menjadi 156,8 juta, tetapi pendapatan meningkat menjadi Rp89,04 triliun.
Senior Vice President Consumer Sales Operation Telkomsel, Gilang Prasetya, mengklaim bahwa penurunan jumlah pelanggan sebagian besar disebabkan oleh pelanggan pasif yang tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap bisnis.
Gilang menjelaskan, "Kami ingin memiliki pelanggan yang aktif, berkontribusi, dan produktif. Sementara itu, pelanggan yang tidak aktif, yang hanya 'melekat' pada jaringan Telkomsel, bukanlah target utama kami karena kami fokus pada investasi."
Meskipun mengalami fluktuasi dalam jumlah pelanggan dan pendapatan, Telkomsel tetap menjadi operator terbesar di Indonesia, dengan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan bagi pelanggan yang aktif.
Dalam hal infrastruktur, Telkomsel telah memperkuat kapasitas melalui peningkatan jumlah unit BTS 4G/LTE, yang saat ini tersebar di seluruh Indonesia, melayani hingga 96 persen wilayah populasi.
Harapan untuk pengembangan jaringan 5G juga menjadi bagian dari rencana masa depan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda