Surabaya, JurnalPost.com – Pendidikan bukan hanya urusan guru dan pemerintah. Melalui program Surabaya Mengajar, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya kini ikut ambil bagian dalam mendukung proses belajar-mengajar di sekolah dasar. ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dirancang untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Selama empat bulan pelaksanaan program, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG Surabaya), ditempatkan di berbagai sekolah untuk membantu kegiatan belajar-mengajar, pengelolaan administrasi, publikasi kegiatan, hingga pendampingan siswa.
Yasinta Citra Dewi Kurniasari, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, menceritakan pengalamannya saat bertugas di SDN Kalirungkut 1/264. Yasinta dipercaya mengelola dokumentasi kegiatan sekolah, membuat konten publikasi, dan membantu tugas-tugas administrasi. “Ternyata pendidikan tidak hanya tentang guru dan murid di kelas. Ada banyak peran pendukung yang juga penting, dan saya merasa bangga bisa ikut ambil bagian di dalamnya,” ujar Yasinta.
Tak hanya itu, program ini juga melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan , seperti peringatan Hari Kartini, Hari Pahlawan, hingga kegiatan literasi. Mereka tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tapi juga turut menyusun konsep dan mendampingi siswa secara langsung. Interaksi ini memperkuat hubungan antara mahasiswa, guru, dan siswa dalam suasana yang lebih dekat dan penuh empati. Kepala sekolah SDN Kalirungkut 1/264, Yuni Purwanti, M.Pd menyambut baik kehadiran para relawan. “Mahasiswa membawa semangat dan energi baru. Anak-anak menjadi lebih antusias karena mereka belajar dengan cara yang berbeda. Kami juga terbantu dari sisi administrasi dan dokumentasi,” ungkapnya.
Dosen Pembimbing Moh. Insan Romadhon, S.I.Kom., M.Med.Kom. menyampaikan bahwa Surabaya Mengajar bukan hanya kegiatan magang, melainkan ruang nyata bagi mahasiswa untuk belajar dari masyarakat. “Mereka tidak hanya mengasah keterampilan akademik, tapi juga sosial, komunikasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” tuturnya.
Program Surabaya Mengajar menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam membangun pendidikan dari bawah. Melalui keterlibatan langsung di sekolah-sekolah dasar, para mahasiswa belajar menjadi agen perubahan, membawa nilai-nilai edukatif, inovasi, dan semangat gotong royong.
Dengan semakin banyaknya perguruan tinggi yang terlibat, diharapkan program ini dapat terus berkembang dan memberi dampak yang lebih luas. Sebab, masa depan pendidikan tidak hanya ada di tangan guru dan pemerintah, tetapi juga di tangan mahasiswa yang berani turun langsung dan bergerak bersama masyarakat.
Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing Moh. Insan Romadhon, S.I.Kom., M.Med.Kom. yang telah memberikan arahan dan bimbingan selama menjalani program ini. Dukungan beliau sangat berarti dalam mengarahkan kami untuk lebih memahami peran kami dalam pendidikan serta membantu kami mengembangkan keterampilan di dunia nyata. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Penulis: Yasinta Citra Dewi Kurniasari
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda