Oleh: A.A.Gede Indrayana Kaniskayadnya Fakultas Hukum Untag Surabaya
JurnalPost.com - Pemerintah Indonesia telah menerapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan pembiayaan pendidikan, seperti memperluas alokasi dana publik, membantu inisiatif beasiswa, dan mempromosikan investasi swasta di bidang pendidikan (Fihana, 2024). Masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat sama-sama bertanggung jawab dalam pendanaan pendidikan. Pemerintah mendukung upaya ini dengan menjamin pendanaan pendidikan melalui penyaluran dana hibah APBN dan APBD. Hal ini tertuang jelas dalam PP No. 47 Tahun 2018 Bab VI Pasal 9 Ayat 1 yang berbunyi “Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya program wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya”. Namun, karena keterbatasan anggaran dan alokasi anggaran yang tidak merata, mandat ini belum dijalankan dengan benar (Soro et al., 2024). Dengan demikian, pendanaan untuk pendidikan selalu menjadi perhatian penting yang terkadang menodai lanskap pendidikan.
Pelaksanaan semua program pendidikan, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah, sangat bergantung pada pendanaan pendidikan. Oleh karena itu, untuk melaksanakan semua kegiatan tersebut, diperlukan rencana untuk menghemat anggaran pendidikan. Dalam hal ini, penulis ingin menyelidiki metode pengurangan pengeluaran untuk pendidikan dengan mengevaluasi seberapa baik siswa berpartisipasi dalam kegiatan kelas. Memastikan tersedianya cukup sumber daya untuk memberikan pengajaran berkualitas tinggi dan meningkatkan perkembangan siswa secara keseluruhan merupakan tujuan dari penganggaran pendidikan. Hal ini memerlukan estimasi dan analisis biaya yang cermat, serta pemantauan dan penilaian yang berkelanjutan terhadap efisiensi alokasi anggaran.
Sekolah dapat meningkatkan lingkungan belajar dan memberi anak-anak sumber daya yang mereka butuhkan untuk berhasil baik secara akademis maupun pribadi dengan mengalokasikan sumber daya secara efektif. Untuk mengantisipasi kebutuhan dan kesulitan di masa mendatang, manajemen keuangan juga harus mencakup perencanaan dan peramalan jangka panjang. Dengan mengambil sikap proaktif, sekolah dapat menjamin perkembangan dan kemajuan yang berkelanjutan sekaligus menyesuaikan diri dengan tren pendidikan yang terus berubah. Lebih jauh, akuntabilitas dan keterbukaan harus menjadi prioritas utama dalam administrasi keuangan sekolah yang efisien.
Pikiran yang kreatif dan dinamis diperlukan untuk mengelola anggaran. Hal ini penting karena kesulitan anggaran yang krusial bagi kegiatan sekolah terkait dengan cara seseorang mengelola anggaran (Muhajirah et al., 2023). Wali siswa berpartisipasi dalam pembiayaan pendidikan melalui SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) yang dilakukan setiap bulan sekali tergantung dengan kebijakan – kebijakan akademik. Siswa juga dapat belajar dengan rajin serta tidak menyia-nyiakan adanya biaya pendidikan sehingga terkontribusi dengan baik biaya tersebut. Penghematan anggaran dalam pendidikan sehingga penting untuk dilakukan agar dapat menunjang segala kegiatan yang akan dilaksanakan.
Selain itu, melalui beberapa partisipasi siswa dalam menghemat anggaran biaya pendidikan siswa dapat meningkatkan efektivitas pembelajarannya dengan membuat suasana belajar yang nyaman tanpa mengeluarkan biaya yang besar, merangkum pokok pembelajaran dengan tulis tangan agar dapat diserap dengan baik tanpa harus memberikan hardcopy pembelajaran, belajar bersama seperti diskusi dengan teman sebangku, belajar dengan mempraktikan, belajar rutin namun tidak dalam, memahami bukan menghafal materi yang diberikan. Dengan partisipasi siswa dalam hal akademik ini dapat menghemat anggaran biaya pendidikan. Sehingga siswa dapat belajar dengan baik dan meningkatkan pembelajaran dengan anggaran yang minimum.
DAFTAR RUJUKAN Fihana, M. Y. O. (2024). Strategi dan Konsep Teoritis dalam Pembiayaan Pendidikan di Indonesia. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(1), 189-208. Muhajirah, B. Amiruddin, I., & Siradjuddin, S. (2023). Sistem dan Mekanisme Penganggaran Pendidikan. el-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(2), 95-110. Soro, S. H., Rifandi, A., Islamiyathi, W., & Palupy, V. I. (2024). Analisis Manajemen Pembiayaan dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Siswa SDN 235 Lengkong Kecil. EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 2331-2340.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda