[gallery td_gallery_title_input="Sosialisasi 5M kepada masyarakat" td_select_gallery_slide="slide" size="full" ids="22205,22206,22207"]
JurnalPost - JurnalPost - Kuliah kerja nyata yang biasa dikenal dengan singkatan KKN merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh berbagai institusi pendidikan, sebagai salah satu implementasi dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi. KKN yang diselenggarakan perguruan tinggi biasanya akan menyebarkan mahasiswa ke beberapa desa maupun wilayah yang masih perlu dikembangkan. Namun, berbeda dengan tahun ini, sejak pandemi Covid-19 melanda berbagai negara termasuk Indonesia, program KKN yang bertujuan untuk mengembangkan masyarakat tidak dapat dilaksanakan sebagaimana pelaksanaan ditahun sebelumnya.
Merujuk kepada kebijakan Pemerintah Republik Indonesia, melalui Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang menetapkan pada masa pandemi Covid-19 bahwa kebijakan proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Dalam menyikapi kebijakan tersebut, Universitas 17 Agustus 1945, dengan cepat melakukan penyesuaian terutama dalam proses pembelajaran mahasiswa. Hampir semua mata kuliah diselenggarakan secara daring/virtual/ online dalam proses pembelajarannya, termasuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa.
Moh Ali Topan mahasiswa prodi ekonomi dan bisnis Untag’45 Surabaya telah terjun ke masyarakat untuk melakukan kegiatan KKN di wilayah domisilinya yaitu Desa Sotabar Dusun Togur Laok Kec. Pasean kab. Pamekasan, Jawa Timur. Dengan pendampingan dari dosen pembimbing, ibu anggraeny puspaningtyas, S.AP., M.AP.
Kegiatan KKN ini pun didukung langsung oleh bapak Eko harianto Selaku kepala dusun Togur Laok. “saya mendukung KKN yang diadakan di lingkungan sini dan jangan lupa sesuai dengan prosedur kesehatan yang selalu dijaga” tutur beliau.
Adapun beberapa program kerja yang dilaksanakan dalam kegiatan KKN yang bertemakan KKN Sosialisasi 5M Kepada masyarakat Dusun Togur Laok Desa Sotabar. Untag Surabaya tersebut diantaranya yaitu mulai dari kegiatan sosialisasi door to door, membuat poster new normal, membagikan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selama pelaksanaan program tersebut, masih ditemukan adanya penyimpangan yang dilakukan beberapa warga, yaitu warga masih abai terhadap aturan protokol kesehatan, masih banyak dijumpai warga yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah.
“Dengan demikian saya senan tiasa mensosialisasi dan edukasi betapa pentingnya untuk masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan supaya tidak terjangkit penularan virus Covid-19,” tutur Topan.
Harapannya, seluruh warga Madura khususnya di wilayah Desa Sotabar kec. Pasean kab. Pamekasan tersebut bisa lebih tertib kembali, dan mematuhi aturan protokol kesehatan. Yakni dengan tetap menggunakan masker saat keluar rumah, seperti yang dianjurkan oleh Pemerintah.
#KitaUntagSurabaya #UntukIndonesia #UntagSurabayaKeren #EcoCampus #KampusKompeten
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda