TEMANGGUNG, JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) XIV Kelompok 17 UIN Walisongo Semarang melakukan pembuatan pupuk organik dan arang sekam di kawasan Alam Mondoretno (Almon) pada Senin (18/07/2022).
Koordinator Devisi Sosial dan Lingkungan Kelompok 17, Silfa mengatakan, Desa Mondoretno merupakan kawasan dengan lahan pertanian yang luas, terutama tanaman padinya. Sehingga, pengolahan sekam menjadi penting untuk pemanfaatan limbah.
“Mayoritas penduduk disini berprofesi sebagai petani, sehingga hasil limbah sekamnya sangat melimpah. Dari situ, kami bersama Pos Penyuluh Desa mengupayakan kembali supaya limbah ini bisa dikelola dan menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat.” Pungkas Silfa.
Rois Maqsudi (29) selaku salah satu anggota Pos Penyuluh Desa menjelaskan sebenarnya di Desa Mondoretno sudah ada pengolahan limbah sekam sejak tahun 2018, namun kegiatan ini sempat berhenti sebab keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di desa.
“Pengolahan limbah sekam ini sudah dari 2018, tapi karena tidak ada yang mengelola dan kita juga kekurangan SDM, jadi vakum dan baru aktif lagi ketika ada mahasiswa-mahasiswa KKN disini.” Kata Rois Maqsudi. Rois memaparkan hasil limbah sekam memiliki potensi menghasilkan produk yang bernilai dan keunggulan dibandingkan produk yang mengandung bahan kimia, sebab bahan dasar alami yang dipakai bisa meningkatkan produksi pertanian lebih baik secara kualitas maupun kuantitas.
“Jadi dari hasil pengolahan nanti terdapat dua produk yang dihasilkan, yaitu asap cair yang dihasilkan dari pembakaran sekam dijadikan sebagai pupuk organik, sedangkan limbah arang sekamnya bisa dijadikan sebagai media tanam,” jelas Rois.
“Pupuk organik tentunya lebih unggul daripada pupuk yang mengandung bahan kimia, selain ramah lingkungan, pupuk ini juga tidak merusak tanah, apalagi berdampak pada hasil panen. Begitu juga arang sekam sebagai media tanam, yang bisa menjaga kondisi tanah tetap gembur dan relatif dapat mempertahankan kelembaban karena bisa menyesuaikan pH pada kondisi tertentu.” Tandasnya.
Kedepan, Hanif Kasi Kesejahteraan Desa Mondoretno berharap aktifnya kembali pengolahan limbah sekam ini bisa ditindaklanjuti secara konsisten sebab selain mengelola limbah, hasilnya juga bisa menambah pemasukan dan produknya pun juga bisa digunakan kembali oleh masyarakat setempat.
(Elviana Feby - Kelompok 17 KKN MIT UIN Walisongo Semarang)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda