Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Pengembangan Nilai-nilai Agama dalam Pendidikan di Indonesia

Pengembangan Nilai-nilai Agama dalam Pendidikan di Indonesia

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
02 Desember 2022, 14.07 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
nilai Agama

JurnalPost.com - Konflik yang sering terjadi di Indonesia biasanya disebabkan oleh keberagaman budaya yang ada di Indonesia itu sendiri. Pemerintah dan bagian pertahanan dan keamanan tidak pernah berusaha untuk mencari penyebab masalah yang menjadi akar terjadinya konflik dan memecahkannya. Semua berfikiran dingin untuk menghentikan konflik dan mencari pelaku yang memprovokasi terjadinya konflik.

Konflik merupakan masalah sosial yang hadir dalam berinteraksi sosial, sehingga konflik bersifat dapat terjadi kapan saja setiap ruang dan waktu, dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, masyarakat merupakan wadah konflik secara langsung. Hal-hal yang mendorong terjadinya konflik adalah adanya perbedaan kepentingan sosial.

IKLAN

Di dalam berinteraksi sosial tidak ada satupun manusia yang memiliki persamaan kategoris, baik dari unsur agama, kepentingan, tujuan dan sebagainya. Dari setiap konflik ada beberapa diantaranya yang dapat diselesaikan, akan tetapi ada juga yang tidak dapat diselesaikan sehingga menimbulkan tindakan kekerasan bahkan dapat menjadi tindakan atau perbuatan yang mengacu kepada kriminalitas. Kekerasan merupakan masalah tidak dapat di atasinya akar konflik sehingga menimbulkan kekerasan dari bentuk terkecil hingga terbesar.

Mahasiswa UNDIP
Baca Juga

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

Di zaman ini, umat beragama dihadapkan pada permasalahan munculnya benturan-benturan atau konflik diantara mereka. Konflik antar umat beragama di Indonesia merupakan perbuatan yang sangat memprihatinkan. Contoh dari konflik tersebut adalah fanatisme agama yang berlebihan, mayoritas agama di atas minoritas, dan diskriminasi dimana-mana.

Di dalam konflik antar agama itu sendiri muncul tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama, emosi psikis yang tidak dapat dikendalikan sehingga dengan mudahnya mereka bertindak amoral di luar ajaran agama. Jika dikaitkan antara ajaran agama dengan perubahan tingkah laku umat yang fanatisme seperti membakar tempat ibadah lain, membunuh selain agama mereka merupakan hal yang sangat bertentangan. Sementara itu seluruh agama di Indonesia mengajarkan betapa pentingnya kedamaian. Kalaupun terjadi konflik antar umat beragama, maka bukanlah ajaran agamanya yang salah namun umat itu sendirilah yang salah pemahaman dalam memahami ajaran agama.

Bangsa Indonesia, memiliki keragaman budaya yang sangat majemuk, maka untuk menghindari pertentangan dan konflik antar umat beragama telah diatur dalam undang-undang dasar 1945, dan undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang HAM, yang melandasi aturan tentang agama dan kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa, tujuan bidang agama dan kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa, ternyata arahnya masih memiliki kendala berupa tantangan yang harus dihadapi antara lain;

1. Belum maksimalnya potensi berbagai organisasi dan lembaga kemasyarakatan keagamaan dalam masyarakat. 2. Masih perlu meningakatkan kualitas pendidikan dann pengetahuan keagamaan sebagai tanggung jawab bersama. 3. Masih terdapatnya kesulitan dalam membina aliran agama agar tidak bersifat tertutup. 4. Kurang mampunya masyarakat untuk lebih memahami, mendalami, dan mengasihi serta mengamalkan ajaran nilai-nilai agama.

penanaman bibit
Baca Juga

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

IKLAN

Permasalahan tersebut harus dihadapi bersama antar pemeluk agama untuk menciptakan kerukunan dalam keragaman agama, sehingga dapat saling menghormati konflik beragama merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dan harus diatasi secara seksama.

Indonesia dengan semboyan bhinneka tunggal ika mengajarkan betapa pentingnya persatuan di atas perbedaan. Bhinneka tunggal ika merupakan pedoman keragaman budaya yang ada di Indonesia untuk mencapai kedamaian bangsa dan negara.

Menurut widyaiswara ahmad subkhan, konflik agama selalu terjadi di dalam kegiatan sosial. “konflik terlahir dari ketidaksiapan atas perbedaan yang ada di masyarakat. Karena kurang adanya sikap toleransi dan membuka diri dengan komunitas yang mempunyai keyakinan dan nilai-nilainya Atau karena kurangnya pendidikan dalam hal-hal pemahaman nilai-nilai agama.

Untuk mengatasi konflik ini, perlu dikembangkan atau dikelola melalui lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan berperan sebagai sarana untuk masyarakat belajar menghargai perbedaan dan menjadikannya sebagai energi positif.

KKN 179 UMM
Baca Juga

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Penanaman nilai-nilai Pancasila yaitu sila ke satu juga dapat mengatasi konflik beragama yang terjadi di Indonesia. Sila pertama yang berbunyi “ketuhanan yang maha esa” mengajarkan masyarakat untuk berpegang teguh terhadap agamanya dan tidak membeda-bedakan keragaman agama yang ada. Toleransi antar sesama, menghormati agama lain, dan sebagainya merupakan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara.

Masyarakat Indonesia seharusnya lebih memaksimalkan perbedaan budaya sebagai salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Kekayaan yang ada di Indonesia ini merupakan warisan dari nenek moyang Indonesia terdahulu dan masyarakat Indonesia wajib untuk melestarikannya.

Oleh: Muhammad Rafianza Althaf

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pengembangan-nilai-nilai-agama-dalam-pendidikan-di-indonesia/39747/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.59 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 1

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. D
    Darnafis 02 Desember 2022 14.19 WITA
    Menambah pengetahuan kita tentang nilai agama dlm pendidikan

Artikel Terkait

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

PPK Ormawa Universitas Pakuan Terapkan Biopori untuk Konservasi Air di Desa Cipelang

Mahasiswa KKN MAs Latih Petani Bumiaji Buat Pupuk Organik Cair

KKN-MAs Kelompok 88 Kembangkan Gunungsari Circular Farm di Kota Batu

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Pilihan Editor

  1. 1 Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi
  2. 2

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  3. 3

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  4. 4

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

  5. 5

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.