JurnalPost - Pulau Madura merupakan salah satu pulau dengan penyumbang jumlah komoditas sapi lokal terbanyak di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pamekasan. Wilayah Kabupaten Pamekasan memiliki potensi besar pada komoditas sapi lokal madura. Komoditi ini paling banyak berada di wilayah Kecamatan Waru, Kecamatan Pasean, Kecamatan Pakong dan Kecamatan Batu Marmar.
Sapi lokal adalah spesies sapi yang asli dari Indonesia. Ada beberapa jenis spesies sapi yang menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Pamekasan diantaranya yaitu Sapi Sonok, Sapi Takcek, dan Sapi Lokal Madura biasa.
Pandemi covid-19 memberikan dampak yang besar bagi peternak sapi lokal di Kabupaten Pamekasan. Salah satunya dihadapi oleh Bapak Rofi’i (55) pada tangal 11 Oktober 2021. Beliau merpakan salah satu warga Dusun Tlangi II, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru. Pekerjaan utamanya sebagai kuli bangunan dan . Beliau mengatakan bahwa “Pekerjaan utama saya sebagai kuli bangunan, dan selama pandemic covid 19 sedikit orang yang membangun rumahnya, sehingga saya tidak memiliki banyak penghasilan.”
Pandemi yang mempengaruhi pekerjaannya, sehingga terpaksa membuat bapak Rofi’i harus menjual salah satu sapinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya terpaksa menjual salah satu sapi yang saya miliki karena memang alasan saya memelihara sapi salah satunya adalah sebagai simpanan apabila dibutuhkan mendesak bisa dijual.” Tambahnya.
Beberapa peternak juga menjual beberapa sapinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain karena alasan kebutuhan sehari-hari ada beberapa faktor lainnya seperti yang dijelaskan oleh Bapak Abd Aziz (44) pada tanggal 12 Oktober 2021, yang termasuk salah satu warga di Dusun Lonpelle, Desa Batu Bintang, Kecamatan Batu Marmar.
Beliau memiliki 7 ekor sapi lokal madura yang berjenis sapi sonok. Beliau mengatakan bahwa “Selama musim kemarau ini ketersediaan pakan sapi sedikit, karena tidak ada air untuk mengairi lahan pertanian. Sehingga kami para peternak harus membeli pakan terlebih dahulu, dengan biaya sekitar Rp. 1.000.000 – Rp. 1.500.000 per satu mobil pick up” Hal ini membuat para peternak sapi membutuhkan biaya besar pada saat musim kemarau. Dengan begitu beberapa peternak memilih menjual salah satu sapi yang dipelihara.
Dari beberapa faktor tersebut membuat sebagian besar para peternak menjual sapi sehingga sedikit mengurangi jumlah komoditas sapi di Kabupaten Pamekasan. (Penulis: Maziyatul Lailiyyah)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda