Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Semangat Masyarakat Pamekasan dalam Mempertahankan Keaslian Bibit Sapi Madura

Semangat Masyarakat Pamekasan dalam Mempertahankan Keaslian Bibit Sapi Madura

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
16 Oktober 2021, 18.06 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
16 Okt 2021, 18.06 WITA · 5 menit baca
5 menit baca
Semangat Masyarakat Pamekasan dalam Mempertahankan Keaslian Bibit Sapi Madura

JurnalPost - Mahasiswa dan Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura yang tergabung dalam kegiatan Pembentukan Pusat Riset dan Pengembangan Sapi Madura melakukan wawancara ke peternak sapi Madura di 4 kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan, yaitu Kecamatan Pakong, Pasean, Batumarmar, dan Waru (PAPABARU) Selasa (12/10/2021).

Kegiatan wawancara ke peternak sapi didaerah (PAPABARU) bertujuan untuk menggali informasi dan pengumpulan data untuk menunjang kegiatan penelitian dan rencana pembentukan pusat riset dan pengembangan sapi madura di Kabupaten Pamekasan.

IKLAN

Menurut Wakil Dekan Bidang Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Peternakan UGM, Ir. Bambang Suwignyo, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN. Eng populasi sapi yang berada di pulau Madura mencapai 25% dari jumlah populasi sapi nasional.

Kantor BRI
Baca Juga

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

“Populasi sapi yang berada di pulau Madura mencapai kurang lebih 900.000 ekor dan jumlah penduduk di pulau Madura mencapai 4.000.000 jiwa. Artinya, paling tidak dari 4 rumah tangga terdapat 1 rumah tangga yang memelihara sapi,” Tutur Bambang

Hal ini menunjukkan bahwa ternak sapi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Madura karena Sapi Madura memiliki nilai ekonomi serta memiliki nilai kebudayaan dan historis tinggi yang patut dijaga.

Beternak sapi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pamekasan, khususnya masyarakat di wilayah Pakong, Pasean, Batumarmar, dan Waru (PAPABARU) yang saat ini telah ditetapkan sebagai Kawasan konservasi dan pengembangan sapi Madura.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan peternak sapi ketua kemompok tani “Setia Kawan” di Desa Waru Barat, terdapat beberapa fakta menarik dalam memelihara sapi Madura. Mursyid selaku ketua kelompok tani “Setia Kawan” menyebutkan bahwa terdapat beberapa pantangan dalam memelihara sapi madura khususnya jenis sapi sonok.

Pensiun Tak Menghalangi Produktivitas
Baca Juga

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

“Setiap pemilik sapi sonok yang hendak menjual sapinya harus melakukan pelaporan kepada ketua paguyuban, selain itu masyarakat juga dilarang untuk memotong sapi betina yang masih produktif,” ujar Mursyid

IKLAN

“Kami menyadari bahwa jika kami memotong sapi betina yang masih produktif artinya kami melenyapkan kehidupan satu generasi sapi Madura yang secara tidak langsung artinya kami menyebabkan populasi sapi madura semakin berkurang” imbuh Mursyid.

Kesadaran peternak untuk terus meningkatkan populasi sapi madura sangat penting untuk dipertahankan. Selain kesadaran diri peternak terdapat beberapa hal yang mendorong mereka untuk terus beternak sapi. Salah satunya adalah Abdurrohman, (25 tahun) seorang peternak sapi madura dari desa Dempo Barat yang memiliki 2 ekor sapi sonok.

Abdurrohman menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang mendorong ia melakukan usaha ternak sapi Madura diantaranya adalah beternak sapi untuk mendapatkan penghasilan tambahan, sebagai tabungan keluarga, adanya rasa bangga karena mampu menjaga dan melestarikan budaya leluhurnya, simbol kemakmuran, dan beternak sebagai hobi.

Screenshot 2026 11 02 085723
Baca Juga

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

“Saya melakukan usaha ternak sapi karena dapat warisan sapi dari kedua orang tua saya, awalnya dulu orang tua saya merantau lalu saya disuruh merawat sapinya, Dulu hanya ada 1 ekor sekarang sudah beranak, dan akhirnya saya punya 2 ekor sekarang. Dari situ lama lama jadi hobi, saya ikutkan sapi saya ke beberapa kontes sapi sonok dan saya belikan beberapa aksesoris untuk mempercantik. Saya juga merasa bangga menjadi peternak sapi karena saya bisa melestarikan budaya asli Mdura.” Ujar Abdurrohman.

Selain faktor dari dalam diri peternak, faktor dari luar juga memiliki peran penting dalam usaha peternakan sapi, salah satunya adalah keberadaan paguyuban kolom taccek.

Paguyuban kolom taccek berperan dalam pelaksanaan kegiatan kumpul rutin yang dilakukan setiap satu bulan sekali, dalam perkumpulan tersebut terdapat banyak hal yang dibahas seperti berapa kali akan melaksanakan kontes sapi sonok dalam setahun, arisan sebagai ajang silaturrahmi dan mempererat kerukunan sesama peternak, serta acing penyaluran dan bertukar informasi mengenai cara perawatan sapi. Selain paguyuban kolom taccek, Pemerintah Desa juga berperan besar dan sangat mendukung masyarakat yang melakukan usaha peternakan sapi madura. Seperti yang dikatakan oleh Mursyid selaku ketua kelompok Tani “Setia Kawan” di Desa Waru Barat.

“Pemerintah Desa Waru Barat sangat berperan dan memberikan dukungan besar bagi para peternak sapi Madura, mereka memberi kami fasilitas lapangan SOCA Center (Sport and Cultural Center) sebagai tempat melaksanakan kontes sapi sonok, mengadakan kontes sapi sonok setiap tahun, sertaa menyediakan trophy dan souvenir” ungkap Mursyid

Dengan adanya dukungan dan fasilitas yang telah diberikan, pemerintah desa berharap masyarakat menjadi termotivasi untuk terus beternak dan mempertahankan populasi sapi asli madura serta tidak tergiur untuk melakukan usaha ternak sapi jenis lain, atau bahkan melakukan kawin silang antara sapi asi madura dengan sapi jenis lain yang dapat mengancam keaslian benih sapi madura.

Penulis : Melisa Hayatul Maryam Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/semangat-masyarakat-pamekasan-dalam-mempertahankan-keaslian-bibit-sapi-madura/26710/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026, 12.25 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

Tak Lagi Repot Cari Uang Kembalian, Pedagang di Bojonegoro Mulai Terbiasa Gunakan QRIS BRI

SG8 Group Jadi Identitas Baru PT Dwitunggal Jaya Pratama Maju, Perkuat Solusi Bisnis Terintegrasi

UMKM Kalitidu dan Malo Manfaatkan BRImo, Transaksi Usaha Jadi Lebih Praktis

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an: Dari Hafalan Para Sahabat hingga Lahirnya Mushaf Utsmani

Mempersiapkan Santri Menghadapi Dunia Kerja Digital, Pesantren Perlu Perkuat Keterampilan Teknologi

Tim Fakultas Vokasi UM Dampingi Penataan Desain Interior untuk Memperkuat Identitas Institusi

Menyelamatkan Satu Kehidupan, Menyalakan Sejuta Harapan: Memaknai Pengabdian Kemanusiaan

Pilihan Editor

  1. 1 Universitas Negeri Malang Hadirkan ElectroRace Kit untuk Pembelajaran IPA di MTs Sunan Kalijogo
  2. 2

    Relawan SIBAT dari Tujuh Desa di Sukabumi Uji Coba WargaSiaga untuk Belajar Kesiapsiagaan Bencana

  3. 3

    Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

  4. 4

    Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

  5. 5

    Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen, Mengapa Masyarakat Masih Merasakan Tekanan Ekonomi?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.