Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. New Normal Solusi Atasi Wabah Atau Resesi Ekonomi?

New Normal Solusi Atasi Wabah Atau Resesi Ekonomi?

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
01 November 2020, 15.55 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
New Normal

Jurnalpost - Virus Corona (Covid-19) yang menjangkit di wilayah Wuhan, China telah menyebar dengan cepat ke berbagai Negara di dunia salah satunya Indonesia. Darurat akan virus Covid-19 mulai digalakkan dari akhir tahun 2019 dan masih berlangsung hingga saat ini. Di tengah situasi dimana Virus Corona belum mendapat kejelasan kapan berakhir telah membawa dampak goncangan baik di bidang kesehatan maupun ekonomi. Bukan hanya perekonomian Negara berkembang yang mengalami goncangan namun juga Negara maju. Terbatasnya ruang bergerak untuk menjalankan roda perekonomi dengan diterapkannya PSBB atau lockdown menjadi faktor pemicu terjadinya kontraksi ekonomi yang kemudian memicu terjadinya resesi ekonomi. Seperti halnya Negara Singapura dan Filipina telah mengumumkan antisipasi menghadapi resesi ekonomi.

Covid-19 menjadikan dilema antara harus mengedapankan kesehatan atau tetap menjalankan roda perekonomian sehingga memunculkan gologan pro-kesehatan dan pro-ekonomi. Rasa jenuh masyarakat yang merasa “terkurung di dalam goa” selama masa-masa PSBB atau lockdown serta tanda-tanda resesi ekonomi yang muncul membawa semangat baru terciptanya gagasan “new normal”. Gagasan new normal yang dikemukakan oleh WHO merupakan mekanisme mendorong kembali roda perekonomian dan sosial yang berhenti selama wabah menyebar.

IKLAN

Gagasan new normal menuai pro dan kontra. Jika dilihat dari sisi ekonomi memberikan dorongan agar roda perekonomian berjalan kembali serta menghindari terjadinya resesi namun jika dilihat dari kacamata sektor kesehatan penerapan new normal menjadi bumerang karena tidak memutus mata rantai persebaran wabah jika protokol kesehatan tidak dilakukan secara ketat. Bagi orang-orang yang pro-kesehatan akan menolak penerapan new normal dan tetap melakukan lockdown atau PSBB namun bagi orang-orang yang pro-ekonomi maka akan mendukung dilakukannya new normal. Golongan yang pro-ekonomi yaitu masyarakat menengah kebawah dimana kebutuhan sehari-hari tidak dapat terpenuhi jika hanya diam dirumah walaupun mendapat bantuan dari pemerintah namun bantuan tersebut tidak mencukupi segala kebutuhannya.

Masker dan Handsanitizer
Baca Juga

Era New Normal, Mahasiswa PMM UMM Bagikan Masker dan Handsanitizer

IKLAN

Di Indonesia penerapan new normal berlangsung sejak bulan Juni 2020. Dengan diterapkannya new normal maka masyarakat dapat melakukan aktifitasnya kembali namun tetap dengan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antara satu orang dengan yang lainnya (physical distancing). Alasan utama pemerintah menerapkan new normal yaitu karena dorongan ekonomi yang mulai lumpuh dan PHK pegawai semakin banyak sehingga diperlukannya pemulihan kembali dari sektor ekonomi sembari menunggu vaksin Covid-19 dirilis.

Terlepas dari pro kontra penerapan new normal dalam kenyataannya penerapan protokol kesehatan belum berjalan dengan maksimal. Masih banyak orang yang lalai atau mengabaikan protokol kesehatan. Alih-alih memajukan roda perekonomian yang sempat terhenti yang terjadi data grafik persebaran virus Covid-19 di Indonesia sendiri semakin tinggi. Protokol kesehatan yang tidak dijalankan dengan ketat menjadi bumerang bagi Indonesia dengan data orang yang positif Covid-19 semakin melonjak.

Sejatinya “kesehatan” dan “ekonomi” saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain. Ketika salah satunya tidak berjalan baik maka akan memengaruhi yang lain. Pemikiran akan pentingnya kesehatan dan ekonomi tidak dapat dilakukan secara dikotomi karena secara harfiah kedua hal tersebut merupakan kebutuhan pokok setiap individu. Dengan melihat krisis yang dihadapi saat ini, tujuan utama pemerintah menjalankan mekanisme new normal yaitu menyelamatkan banyak orang baik dari segi kesehatan maupun dari segi ekonomi. New normal menjadi titik tengah untuk menyikapi krisis ekonomi serta krisis kesehatan.

Sebagai titik tengah dua permasalahan, new normal menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mengedukasi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan sehingga dua tujuan yang dicita-citakan yaitu untuk mengatasi krisis ekonomi serta mengatasi krisis kesehatan dapat terwujud secara bersamaan. Ketetapan dilaksanakannya new normal di Indonesia harus di monitor dengan ketat dan dievaluasi secara bertahap untuk wilayah-wilayah yang memang berhak dan dirasa mampu menjalannya bukan hanya asal-asalan. Sehingga harapannya dengan diterapkannya new normal tidak hanya roda perekonomian yang berjalan namun rantai persebaran virus Covid-19 juga menurun sehingga terjadi keserasian diantara keduanya.

Mahasiswa UNDIP
Baca Juga

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/new-normal-solusi-atasi-wabah-atau-resesi-ekonomi/13112/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.12 WITA

  • #New Normal

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 1

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. A
    ahmadibrian 26 Desember 2020 15.07 WITA
    Kita tidak bisa protes untuk masalah ekonomi , karena semua negara dan semua lini juga terkena dampaknya.. jadi yang lebih penting kita putuskan dahulu mata rantai covid agar semua kembali normal.. di rumah kita juga bisa beraktifitas juga , biasanya saya jika merasa jenuh saya membaca untuk menghilangkan kejenuhan tersebut

Artikel Terkait

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

PPK Ormawa Universitas Pakuan Terapkan Biopori untuk Konservasi Air di Desa Cipelang

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Pilihan Editor

  1. 1 Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis
  2. 2

    Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. 3

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  4. 4

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  5. 5

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.