JurnalPost.com - Guru memiliki peran yang sangat penting di kelas. Peran guru di kelas tidak hanya sebagai pemberi informasi seperti hanya sekadar menyampaikan materi pelajaran saja, akan tetapi guru juga berperan untuk mengatur lingkungan belajar siswa. Dengan demikian guru harus menerapkan strategi pembelajaran yang tepat. Misalnya, menggunakan suatu model pembelajaran dalam mengajar.
Ada berbagai model pembelajaran yang dapat guru gunakan dalam mengajar. Namun guru juga harus memilih model pembelajaran tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Seperti pada saat ini, terdapat dampak nyata dari pandemi covid-19 yang lama yaitu mengakibatkan kemampuan berhitung siswa rendah. Meskipun pembelajaran sudah kembali normal 100%, nyatanya dampak tersebut tetap terasa. Hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja oleh guru. Guru harus segera mengatasinya agar tidak berakibat terhadap materi berikutnya yang terkait dengan kemampuan berhitung. Guru dapat mengatasinya dengan menggunakan model pembelajaran yaitu model discovery learning.
Menurut Rahmini (2020: 10), model discovery learning (berbasis penemuan) adalah salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau HOTS (High Order Thinking Skills) dan disarankan dalam implementasi Kurikulum 2013. Model pembelajaran ini memandang bahwa partisipasi aktif dari siswa dalam pembelajaran sangat penting. Menurut Bidiningsih dalam Kusnadi (2018: 4), model discovery learning adalah memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif, untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Sedangkan menurut Susana (2019: 6), metode discovery learning (pembelajaran penemuan) adalah metode mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, sebagian, atau seluruhnya ditemukan sendiri.
Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa model discovery learning adalah model pembelajaran untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa dan memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif, untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan dengan melalui suatu percobaan. Model discovery learning merupakan model pembelajaran yang memandang bahwa siswa memperoleh pengetahuannya sendiri. Model ini berbasis penemuan dan berpusat pada siswa, sehingga tepat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa. Kemampuan berhitung sendiri adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa untuk menjumlah, mengalikan, maupun melakukan segala hal yang berkaitan dengan keterampilan berhitung dalam ilmu matematika.
Adapun sintak model discovery learning yang perlu guru perhatikan untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa dalam pembelajaran. Sintak model discovery learning tersebut antara lain pemberian rangsangan (stimulation), pernyataan/identifikasi masalah (problem statement), pengumpulan data (data collection), pembuktian (verification) dan menarik kesimpulan/generalisasi (generalization).
Model discovery learning memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan dari pembelajaran menggunakan model discovery learning antara lain meningkatkan rasa ingin tahu siswa, memandirikan siswa dalam belajar, meminimkan siswa untuk menghafal, mendorong siswa untuk berpikir sesuai intuitif, sehingga siswa dapat mengerti konsep-konsep dasar dengan lebih baik pada pembelajarannya.
Oleh : Umi Latifah, S.Pd. (Pendidikan Profesi Guru Prajabatan Universitas Ahmad Dahlan Tahun 2022)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda