Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Menyisir Partisipasi Masyarakat dan Pengawasan Pemilu dalam Konsep Public Value

Menyisir Partisipasi Masyarakat dan Pengawasan Pemilu dalam Konsep Public Value

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
12 Mei 2026, 13.19 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Partisipasi Masyarakat
Pengawasan Pemilu Partisipatif/Ilustrasi by Bawaslu RI

Oleh: Yupi Sasmita Dewi, M.Si (Dosen Politeknik Negeri Medan)

Partisipasi Masyarakat dan Tantangan Pengawasan Pemilu Demokrasi yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh terselenggaranya pemilu secara prosedural, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat terlibat dalam mengawasi proses tersebut. Dalam konteks ini, pengawasan pemilu tidak dapat dipahami semata-mata sebagai tugas kelembagaan Badan Pengawas Pemilihan Umum, melainkan sebagai tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

IKLAN

Selama ini, partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu sering dipahami secara terbatas, misalnya hanya sebatas pelaporan pelanggaran atau keterlibatan dalam kegiatan sosialisasi. Padahal, dalam perspektif kebijakan publik, partisipasi memiliki makna yang lebih luas, yaitu keterlibatan masyarakat dalam mendukung terciptanya sistem demokrasi yang transparan, akuntabel, dan responsif.

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Melalui perspektif kebijakan publik, pengawasan pemilu dapat dilihat sebagai sebuah sistem yang melibatkan berbagai aktor, mulai dari lembaga pengawas, pemerintah, perguruan tinggi, media, organisasi masyarakat, hingga masyarakat itu sendiri. Karena itu, efektivitas pengawasan tidak hanya bergantung pada kekuatan regulasi atau kelembagaan, tetapi juga pada kualitas hubungan dan kolaborasi antarpihak dalam membangun budaya demokrasi yang partisipatif.

Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah partisipasi masyarakat yang cenderung bersifat reaktif dan belum berkelanjutan. Banyak masyarakat baru terlibat ketika terjadi pelanggaran, sementara kesadaran untuk menjadi bagian dari pengawasan demokrasi sehari-hari dan membudayakan upaya preventif masih relatif rendah. Di sisi lain, masih terdapat persoalan literasi keterbatasan literasi, akses informasi, dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengawasan pemilu.

IKLAN

Dalam konteks ini, penguatan partisipasi masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui ajakan normatif agar masyarakat aktif mengawasi pemilu. Yang lebih penting adalah bagaimana sistem pengawasan mampu menciptakan ruang yang terbuka, responsif, dan dipercaya oleh masyarakat.

Public Value dan Pentingnya Kolaborasi Akademisi-Praktisi Dalam kajian kebijakan publik, tantangan tersebut dapat dibaca melalui konsep Public Value. Konsep ini menekankan bahwa keberhasilan sebuah kebijakan publik tidak hanya diukur dari terlaksananya program atau kegiatan, tetapi dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu menciptakan nilai yang benar-benar dirasakan masyarakat. Dalam konteks pengawasan pemilu, nilai tersebut dapat berupa meningkatnya kepercayaan publik, terbukanya ruang partisipasi, dan tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjaga kualitas demokrasi.

Mahasiswa melakukan transaksi mandiri menggunakan QRIS dan kotak pembayaran tunai di Kantin Kejujuran kampus.
Baca Juga

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Karena itu, terdapat setidaknya tiga aspek penting yang perlu diperkuat dalam mendorong pengawasan pemilu yang partisipatif. Pertama, aspek akses, yaitu pemahaman masyarakat terhadap kemudahan yang disajikan dalam memperoleh informasi dan menyampaikan laporan. Kedua, aspek literasi, yaitu pemahaman masyarakat mengenai bentuk pelanggaran, mekanisme pengawasan, dan pentingnya keterlibatan publik dalam demokrasi. Ketiga, aspek kepercayaan, yaitu keyakinan masyarakat bahwa partisipasi mereka benar-benar ditindaklanjuti secara serius.

Selain itu, penguatan partisipasi masyarakat juga membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk antara perguruan tinggi dan lembaga pengawas pemilu. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun literasi demokrasi, melakukan riset dan evaluasi kebijakan, serta mendorong mahasiswa sebagai agen kontrol sosial di tengah masyarakat. Kolaborasi semacam ini penting agar penguatan pengawasan pemilu tidak berhenti pada agenda formal, tetapi berkembang menjadi gerakan pengetahuan dan budaya demokrasi yang berkelanjutan.

Pemaparan Materi Pengawasan Pemilu Partisipatif Perspektif Kebijakan Publik oleh Narasumber/Kolaborasi Dosen Politeknik Negeri Medan dan Bawaslu Kota Medan

Kolaborasi antara akademisi dan praktisi pengawasan pemilu juga dapat menjadi ruang pertemuan antara pendekatan teoritis dan pengalaman lapangan. Akademisi dapat memberikan perspektif analitis dan evaluatif, sementara lembaga pengawas memiliki pengalaman praktik dan dinamika empiris yang penting dalam membaca persoalan demokrasi secara nyata. Dengan demikian, pengawasan pemilu tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga berkembang menjadi proses pembelajaran bersama dalam memperkuat kualitas demokrasi. Pada akhirnya, demokrasi yang sehat tidak hanya membutuhkan penyelenggara dan pengawas pemilu yang kuat, tetapi juga masyarakat yang sadar, kritis, dan terlibat secara aktif. Pengawasan pemilu bukan sekadar urusan kelembagaan, melainkan bagian dari upaya bersama dalam menjaga kualitas demokrasi dan membangun public value yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
Baca Juga

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/menyisir-partisipasi-masyarakat-dan-pengawasan-pemilu-dalam-konsep-public-value/93060/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.17 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Jika Bisa Mengulang Hidup, Akankah Kita Memilih Jalan yang Sama?

Moral Dialektika sebagai Ruang Kontemplasi Gerakan Intelektual Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal
  2. 2

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

  3. 3

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  4. 4

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  5. 5

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.