JurnalPost.com - Konsep self love belakangan ini menjadi suatu hal yang banyak diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Konsep ini muncul seiring dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan mental. Self love memiliki kaitan yang erat dengan kesehatan mental.
Self love dimaknai sebagai upaya untuk menghargai diri yang bersifat dinamis, dan berpengaruh pada pertumbuhan fisiologis, psikologis, dan perilaku (Psychology Today, 2012). Menghargai diri sendiri merupakan factor utama dalam self love. Menghargai diri dapat menjadi bekal utama dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia sejak dini. Ketika konsep self love tertanam dengan baik sejak dini maka kemampuan seseorang dalam mengelola kesehatan mentalnya juga akan positif.
Self love dapat dimulai dengan sikap positif dan peduli pada diri. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk menerapkan self love demi kesehatan mental yang lebih baik :
1. Perduli pada diri sendiri : memahami kebutuhan dasar, seperti kebutuhan fisik ( nutrisi dan waktu tidur) serta kebutuhan mental
2. Fokus pada kebutuhan bukan keinginan : memahami kebutuhn dan fokus pada kesehatan sera kebahagian. Belajar mengidentifikasi kebutuhan, dan membedakannya dengan keinginan
3. Menentukan batasan yang sehat : belajar mengatakan tidak pada sesuatu yang membahayakan kesehatan mental, baik dikehidupan pekerjaan hingga kehidupan personal
4. Memaafkan orang lain : belajar memafkan membutuhkan waktu, memaafkan dapat mengurangi beban kejiwaan
5. Memaafkan diri sendiri : memaafkan diri sendiri merupakan cara terbaik untuk mencintai diri sendiri (transitionhouse.org) Pentingnya kesehatan mental dan self love ini menjadi dasar dibuatnya sebuah kegiatan bertemakan ”Self Love : Mencintai Berawal dair Mencintai Diri Sendiri”.
Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan dan Pesantren Muhammadiyah Gresikan Surabaya oleh tim Publik Speaking Ilmu Komunikasi dan Dosen Pendamping dari UPN Veteran Jawa Timur. Anak-anak dari berbagai usia diajarkan untuk mencintai dirinya dengan berbagai cara, dimulai dari mengetahui kebutuhan dasar hingga memaafkan diri sendiri. Pemahaman ini dibingkai dengan contoh yang sederhana, misalnya mengajak mereka untuk mengenali kebutuhan dasarnya dengan merawat diri.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan dari pihak Yayasan dan perwakilan dari Dosen Pendamping. Selanjutnya penyampaian materi disertai dengan games yang membuat anak-anak semakin tertarik dan terlibat dengan kegiatan. Tanya jawab juga berlangsung menyenangkan meskipun beberapa peserta terlihat malu-malu. Beberapa anak lainnya juga menceritakan pengalaman dan perasaan mereka saat berusaha untuk menghargai dirinya. Materi self love ini diharapkan mampu memberikan bekal bagi anak-anak Panti Asuhan dan Pesantren Gresikan agar dapat mengelola kesehatan mentalnya di masa depan.
Penulis : Ratih Pandu Mustikasari
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda