Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  2. Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  3. Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  4. PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  5. Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

E
Penulis: Elma Indah Febriyani
31 Oktober 2026, 01.13 WITA Editor: Gilang Pamungkas
5 menit baca
Street Vendor Packing Steaming Fried Snacks
Keterangan foto: Ilustrasi pedagang gorengan menggunakan kantong plastik kresek hitam untuk membungkus makanan panas. Penggunaan kemasan yang tidak sesuai standar pangan berpotensi menimbulkan risiko kontaminasi zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. (Ilustrasi/JurnalPost.com)

JurnalPost.com - Keamanan pangan (food safety) merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Pangan yang aman tidak hanya dilihat dari kebersihan bahan makanan atau terbebasnya produk dari mikroorganisme berbahaya, tetapi juga dari kemasan yang digunakan selama proses penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian kepada konsumen.

Kemasan pangan memiliki fungsi penting dalam melindungi makanan dari kontaminasi. Namun, penggunaan bahan kemasan yang tidak sesuai justru dapat menimbulkan risiko kesehatan, terutama apabila makanan bersentuhan langsung dengan bahan yang tidak diperuntukkan bagi pangan.

Salah satu praktik yang masih dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan kantong plastik kresek hitam untuk membungkus makanan. Di sejumlah daerah, termasuk Bali, kantong plastik jenis ini masih digunakan oleh sebagian pedagang pasar tradisional, pedagang kaki lima, maupun pelaku usaha kuliner kecil.

Makanan seperti gorengan yang baru diangkat dari minyak panas, bakso berkuah, dan berbagai jajanan terkadang langsung dimasukkan ke dalam kantong plastik tanpa lapisan pelindung. Padahal, penggunaan kantong plastik kresek daur ulang sebagai pembungkus makanan siap santap telah menjadi perhatian dalam pengawasan keamanan pangan.

Bahaya Penggunaan Plastik Kresek Hitam bagi Keamanan Pangan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) telah mengeluarkan Peringatan Publik Nomor KH.00.02.1.55.2890 mengenai penggunaan kantong plastik kresek.

Dalam peringatan tersebut, BPOM menjelaskan bahwa sebagian besar kantong plastik kresek, terutama yang berwarna hitam, merupakan produk daur ulang dengan riwayat penggunaan bahan baku yang tidak selalu dapat diketahui.

Bahan daur ulang tersebut berpotensi berasal dari berbagai jenis limbah, termasuk bekas wadah bahan kimia, pestisida, maupun sumber lainnya yang tidak sesuai untuk kontak langsung dengan makanan.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kemungkinan adanya zat kimia yang tidak diinginkan dalam bahan kemasan. Oleh karena itu, BPOM mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan kantong plastik kresek daur ulang untuk mewadahi makanan siap santap secara langsung.

Dari sudut pandang teknologi pangan, salah satu risiko penggunaan kemasan yang tidak sesuai adalah terjadinya migrasi zat kimia dari bahan kemasan ke makanan.

Migrasi merupakan proses perpindahan komponen tertentu dari kemasan menuju bahan pangan yang bersentuhan dengannya. Besarnya perpindahan tersebut dapat dipengaruhi oleh jenis bahan kemasan, suhu makanan, kandungan lemak, serta lamanya waktu kontak.

Makanan yang masih panas atau mengandung banyak minyak memerlukan perhatian khusus karena kondisi tersebut dapat memengaruhi perpindahan zat dari bahan kemasan. Meski demikian, tingkat risiko kesehatan tetap bergantung pada jenis zat, jumlah paparan, serta karakteristik kemasan yang digunakan.

Persoalan ini menunjukkan bahwa pemilihan kemasan tidak seharusnya hanya mempertimbangkan harga dan kemudahan penggunaan, tetapi juga harus memperhatikan kesesuaiannya dengan jenis makanan.

Faktor Ekonomi dan Kurangnya Kesadaran Pedagang

Penggunaan kantong plastik kresek hitam di kalangan pedagang kuliner lokal tidak dapat dilepaskan dari pertimbangan ekonomi.

Bagi sebagian pelaku usaha mikro, biaya pengemasan merupakan salah satu komponen pengeluaran yang perlu ditekan agar harga jual makanan tetap terjangkau. Kantong plastik kresek dianggap praktis, mudah diperoleh, dan relatif murah.

Selain itu, keterbatasan informasi mengenai keamanan kemasan pangan dapat membuat sebagian pedagang belum memahami risiko penggunaan plastik yang tidak sesuai untuk makanan.

Kebiasaan yang telah berlangsung lama juga menjadi tantangan tersendiri. Penggunaan kantong plastik sering dianggap sebagai hal biasa karena sudah menjadi bagian dari aktivitas jual beli sehari-hari.

Oleh sebab itu, upaya mengurangi penggunaan plastik kresek hitam tidak cukup dilakukan melalui larangan atau imbauan. Diperlukan pendekatan edukatif yang mempertimbangkan kemampuan ekonomi dan kondisi usaha pedagang kecil.

Alternatif Kemasan yang Lebih Aman dan Terjangkau

Salah satu langkah pencegahan yang dapat diterapkan adalah mengganti plastik kresek hitam dengan kemasan yang memang diperuntukkan bagi makanan.

Pedagang dapat memilih kemasan berbahan High-Density Polyethylene (HDPE), Low-Density Polyethylene (LDPE), atau Polypropylene (PP) yang memenuhi persyaratan keamanan pangan dan sesuai dengan suhu maupun karakteristik makanan yang dikemas.

Pemilihan kemasan juga perlu memperhatikan petunjuk penggunaan serta tanda tara pangan, yaitu simbol gelas dan garpu yang menunjukkan bahwa suatu bahan diperuntukkan bagi kontak dengan pangan.

Selain kemasan plastik yang sesuai, penggunaan kertas pembungkus khusus makanan yang tahan minyak (greaseproof paper) dapat menjadi alternatif untuk jenis makanan tertentu.

Pedagang juga dapat menerapkan metode pengemasan berlapis dengan menggunakan bahan yang aman untuk bersentuhan langsung dengan makanan sebelum memasukkannya ke dalam kantong pembawa.

Sebagai contoh, gorengan dapat dibungkus terlebih dahulu menggunakan kertas khusus makanan atau daun pisang yang telah dibersihkan. Dengan cara tersebut, makanan tidak langsung bersentuhan dengan kantong plastik yang digunakan sebagai pembungkus luar.

Meski demikian, bahan pembungkus tetap perlu disesuaikan dengan suhu dan jenis makanan. Tidak semua kemasan aman digunakan untuk makanan panas, meskipun memiliki bentuk atau tampilan yang serupa.

Penggunaan kemasan alternatif juga dapat dilakukan secara bertahap agar tidak menambah beban biaya secara mendadak bagi pedagang kecil.

Pentingnya Edukasi dan Pengawasan Pemerintah

Penanggulangan risiko penggunaan plastik kresek hitam memerlukan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat meningkatkan edukasi mengenai keamanan kemasan pangan melalui penyuluhan langsung kepada pedagang pasar tradisional, pelaku usaha mikro, serta penjual makanan kaki lima.

Materi edukasi sebaiknya disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan disertai contoh kemasan yang aman serta mudah ditemukan di pasaran.

Selain edukasi, pengawasan terhadap penggunaan dan distribusi kemasan pangan juga perlu diperkuat. Langkah ini penting untuk memastikan bahan yang digunakan sebagai pembungkus makanan memenuhi ketentuan keamanan yang berlaku.

Dukungan pemerintah juga dapat diwujudkan melalui pendampingan usaha, penyediaan informasi mengenai pemasok kemasan yang memenuhi persyaratan, serta pengenalan alternatif pengemasan dengan biaya terjangkau.

Di sisi lain, konsumen memiliki peran dalam mendorong perubahan kebiasaan. Masyarakat dapat mulai memperhatikan kemasan makanan yang dibeli dan menghindari penggunaan kantong plastik kresek daur ulang sebagai wadah yang bersentuhan langsung dengan makanan.

Membangun Kesadaran Keamanan Pangan

Penggunaan plastik kresek hitam sebagai pembungkus makanan merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan keamanan pangan dan perlindungan kesehatan konsumen.

Upaya penanggulangannya tidak hanya bertumpu pada penggantian jenis kemasan, tetapi juga membutuhkan perubahan kebiasaan, peningkatan pengetahuan, dan pengawasan yang berkelanjutan.

Menurut saya, pendekatan yang paling tepat adalah memberikan pemahaman kepada pedagang mengenai risiko penggunaan kemasan yang tidak sesuai, sekaligus menyediakan alternatif yang aman, praktis, dan terjangkau.

Dengan adanya kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan konsumen, penggunaan kemasan pangan yang lebih aman diharapkan dapat menjadi kebiasaan baru dalam aktivitas perdagangan kuliner lokal.

Pada akhirnya, keamanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab produsen makanan, melainkan tanggung jawab bersama. Pemilihan kemasan yang tepat merupakan langkah sederhana, tetapi penting dalam menjaga kualitas makanan dan melindungi kesehatan masyarakat.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mengurangi-risiko-penggunaan-plastik-kresek-hitam-pada-pedagang-kuliner-lokal/98433/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 14.00 WITA

  • #bpom
  • #keamanan pangan
  • #kemasan makanan
  • #kesehatan masyarakat
  • #pedagang kuliner
  • #plastik kresek hitam

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Seleksi Talenta Bukan Hanya di Dunia Kerja, Belajar dari Pengalaman Kerja Kelompok
  2. 2

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  3. 3

    Putusan MA 19 P/HUM/2026: Saatnya Membenahi KKI, MDP, dan Independensi Kolegium

  4. 4

    Maraknya Penipuan Belanja Online, Siapa yang Bertanggung Jawab Melindungi Konsumen?

  5. 5

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.