JurnalPost.com - Kabupaten Kudus, Kabupaten kecil yang terletak di sisi utara pulau Jawa, terhimpit oleh kabupaten atau kota disampingnya, secara luas, Kota Kudus dikenal sebagai rumah tempat muncul dan berkembangnya industri rokok nusantara. Rokok menjadi suatu komoditas yang amat terkait dengan identitas Kudus. Tidak bisa dipungkiri sebagian besar masyarakat Kudus sangat tergantung pada jalannya industri rokok. Terutama para ibu-ibu pembatil rokok yang setiap hari bekerja mulai dari munculnya ufuk di timur hingga menjelang tengah hari. Tak heran, karena rekatnya keterkaitan tersebut, muncullah Museum Kretek, sebuah museum yang merupakan sebuah pengejawentahan dari interaksi yang terbangun sangat kuat beratus tahun semenjak munculnya Nitisemito dan merek “Bal Tiga”-nya.
Sekelebat memori menyapa kepalaku, ingatan mengenai masa kecil yang polos dan tulus kembali menyeruak dalam pikiranku. Ingatan mengenai liburan dalam masa lebaran yang kuidamkan setiap tahun. Liburan bersama Bapak, Ibu, serta adik-adikku yang kala itu masih belia dan lugu. Liburan sederhana sebatas piknik keluarga, ya memang tidak semewah piknik yang ada di acara TV, namun, itu sudah cukup membuat gadis kecil itu bahagia sepanjang hari. Dengan membawa bekal yang sengaja dibawa dari rumah, tentu dengan tujuan untuk menghemat biaya, kami menuju suatu tempat yang tak jauh dari rumah kami, ke tempat yang kurang lazim dikunjungi saat liburan, tempat piknik yang ku maksud adalah Museum. Nama Museum tersebut adalah Museum Kretek. Alasan yang membawa keluarga kecil itu berpiknik di Museum adalah karena gadis kecil, putri pertama keluarga kecil itu, yang punya rasa ingin tahu yang tinggi tentang sejarah dan juga saat itu, hanya Museum Kretek satu-satunya museum yang ada di Kudus. Selain itu biaya tiket yang sangat terjangkau juga menjadi faktornya.

Cuplikan kisah di atas adalah cerita dan memoriku mengenai Museum Kretek. Dalam bangunan Museum Kretek, kita disuguhi pengetahuan-pengetahuan mengenai sejarah mengenai industri rokok di Kudus. Terdapat replika dan diorama mengenai proses panjang industri rokok. Juga terdapat banyak benda-benda yang berkaitan dengan rokok. Mulai dari kumpulan kemasan-kemasan yang digunakan oleh perusahaan rokok dari merek yang berbeda, pun dari zaman yang berbeda pula, seolah membawa kita menjelajahi kapsul waktu melintasi zaman. Hingga benda-benda yang digunakan untuk mempromosikan produk rokok yang ditawarkan, Benda-benda promosi sarana iklan rokok ini juga sangat beragam jenisnya, mulai dari gantungan kunci hingga satu set peralatan untuk minum teh.

Yang juga tak kalah menarik adalah hadirnya bagian khusus dalam museum yang didekasikan secara khusus untuk Nitisemito, Bapak Kretek selaku pemilik dari merek cap “Bal Tiga” merek rokok yang teramat sukses pada zamannya. Kesuksesan itu bahkan masih bisa dilihat hingga saat ini, dengan masih berdirinya ‘Rumah Kembar’, bukti kedigdayaan Nitisemito pada saat jayanya (walaupun saat ini kepemilikan dari Rumah Kembar bukan menjadi hak milik ahli waris mendiang Nitisemito). Ada sebuah cerita, tentang bagaimana Nitisemito menyewa sebuah pesawat fokker untuk menyebarluaskan pamflet berisi promosi untuk membeli produk rokoknya, dan cerita tersebut merupakan sebuah fakta yang dibuktikan dengan sebuah foto yang terpajang di salah satu sudut museum. Membuktikan kuatnya pengaruh Nitisemito pada saat jayanya.
Kini, Museum Kretek tidak hanya menawarkan wisata museum sebagai wisata utamanya. Namun, beragam wahana atraktif lainnya yang menarik minat pengunjung dan wisatawan. Sarana-sarana seperti kolam renang, bioskop 3d, maupun replika rumah joglo khas Kudus juga tersedia dalam suguhan yang ditawarkan oleh pihak pengelola museum. Mengingat, topik mengenai museum dan sejarah kurang bisa dinikmati oleh masyarakat, kehadiran wahana atraktif yang disediakan cukup memberi pengaruh dalam hal kunjungan wisatawan.
Penulis: Alichia Putri S.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda