Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Daerah
  3. Menjelajahi Museum Karaeng Pattingaloang Yang Penuh Benda Bersejarah Kerajaan Gowa

Menjelajahi Museum Karaeng Pattingaloang Yang Penuh Benda Bersejarah Kerajaan Gowa

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
11 November 2021, 11.56 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Menjelajahi Museum Karaeng Pattingaloang Yang Penuh Benda Bersejarah Kerajaan Gowa

JurnalPost - Museum Karaeng Pattingaloang adalah sebuah museum khusus yang berada di dalam kompleks Benteng Somba Opu. Museum ini dibangun sejak tahun 1989 dan selesai pada tahun 1995 dan menyimpan banyak peninggalan-peninggalan kerajaan Gowa.

Demi mengenal lebih dalam mengenai Museum ini saya akhirnya pergi Ke Museum Pattingaloang yang berada cukup cekat dari pusat kota Makassar 11 November 2021. Di Luar Museum saya melihat papan berukuran cukup besar yang bertuliskan Museum Karaeng Pattingaloang. Bisa terlihat juga kalau Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan membawahi Museum ini.

IKLAN

Bupati Barru Andi Ina Kartika
Baca Juga

Ratusan Warga Meriahkan Bulan Bakti Karang Taruna di Barru, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

Di bagian depan Museum juga terlihat sebuah meriam berwarna hitam hasil rekonstruksi peninggalan sejarah kejaraan Gowa. Kemudian saya melangkah maju menuju depan pintu Museum,saya harus melepas alas kaki sebelum masuk. Terlihat juga beberapa petugas Museum yang sudah bekerja di area depan. Museum ini berbentuk Rumah Panggung berbahan kayu dengan model rumah controuler Belanda di Bone. Pendesainnya adalah Ananta Yudono dari Universitas Hasanuddin. Tampak depan seperti layaknya sebuah rumah kayu biasa namun semua berubah ketika saya melangkah masuk kedalam museum.

Ketika saya masuk ke dalam barulah terlihat banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah dari kerajaan Gowa yang ada di museum ini. Mulai dari pragmen gerabah, peluru, tombak bermata satu, mata uang asing, keramik asing, lukisan raja-raja gowa dan masih banyak lagi. Terdapat juga lukisan Benteng Somba Opu pada langit-langit Museum.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari
Baca Juga

Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Barru, Bupati Andi Ina Tekankan Sinergi Politik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Terlihat juga tulisan-tulisan yang menjelaskan sejarah Benteng Somba Opu dan perang yang terjadi antara Kerajaan Gowa dan VOC dari Belanda. Dalam salah-satu tulisan di jelaskan kalau seorang belanda mendeskripsikan bahwa Benteng Somba Opu hanyalah sebuah benteng dengan struktur rapuh dan tidak kokoh. Namun ketika Perang Makassar, VOC mencoba untuk menaklukkan kerajaan Gowa dan benteng ini dengan menembakkan 30.000 peluru namun benteng somba opu tidak goyah.

Saya kemudian melihat beberapa hal yang cukup mengganjal saya ketika berada di dalam museum. Pada lantai pertama terlihat kalau ada papan keterangan yang salah tempat. Kemudian ada dari benda bersejarah dalam museum termasuk tempat penyimpannnya yang berdebu. Ditambah lagi ada beberapa lemari tempat benda bersejarah di pajang tetapi tidak ada isinya.

Bantuan air bersih 2026.jpg
Baca Juga

Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

IKLAN

Lanjut ke lantai dua saya menemukan kalau beberapa lampu penerangan tidak berfungsi dengan baik pula. Tetapi sisi baiknya, di lantai dua terlihat ada alat pemadam api ringan.

Saya kemudian mengobrol dengan Bapak Marzuki selaku Staf Taman Budaya Benteng Somba Opu untuk lebih mengenal Museum dan Benteng ini, dan mempertanyakan masalah-masalah yang tadi saya temui. Saya kemudian bertanya soal mengapa Museum ini dinamakan Museum Karaeng Pattingaloang. Beliau kemudian mengatakan

“ Karena dulu di kerajaan gowa itu ada salah satu tokoh yang terkenal ya, namanya Karaeng Pattingaloang. Beliau itu adalah salah-satu cendekiawan atau orang terpintar di Kerajaan Gowa. Untuk mengingat beliau makanya museum ini kita beri nama Museum Karaeng Pattingaloang” jawab Bapak Marzuki.

Beliau juga menambahkan kalau salah-satu alasan terbentuknya Kerajaan Gowa adalah berkat kontribusi dari Karaeng Pattingaloang. Bahkan jika ada undangan dari negara lain, Karaeng Pattingaloang lah yang akan mewakili atau mendampingi Raja Gowa.

Saya kemudian bertanya soal darimana saja peninggalan-peninggalan sejarah di dalam Museum ini berasal. Bapak Marzuki kemudian mengatakan “ Koleksi yang ditampilkan disini adalah hasil dari ekskavasi atau penggalian dinding Benteng Somba Opu”

Menurut beliau peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di museum ini berasal dari Benteng Somba Opu itu sendiri. Walaupun begitu saya juga melihat ada peninggalan sejarah hasil dari Hibah. Saya akhirnya mempertanyakan soal beberapa masalah yang yang saya temui terkait museum ini, pertama saya bertanya soal papan keterangan yang salah tempat.

Kemudian Bapak Marzuki mengatakan kalau memang salah tempat alias terbalik, dimana tulisan tombak bermata satu tetapi peninggalan yang terlihat adalah peluru, begitupun sebaliknya. Tulisan keterangan peluru ada di bagian tombak bermata satu. Menurut dia ini adalah kesalahan orang yang membersihkan bagian Museum. Tetapi saat saya liat saksama ada beberapa bagian peninggalan dan juga lemari tempat memajang yang kelihatan berdebu. Langit-langit museum juga demikian.

Museum Karaeng Pattingaloang menyimpan banyak sekali cerita dan peninggalan sejarah yang sangat bernilai. Sayang apabila masih ada beberapa bagian yang kurang terurus dengan baik.

Penulis : Andi Alfath S.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/menjelajahi-museum-karaeng-pattingaloang-yang-penuh-benda-bersejarah-kerajaan-gowa/27368/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 16.53 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kepala Daerah Adu Keahlian Masak Nasi Goreng di HUT ke-357 Sulsel, Bupati Barru Turut Hadir

Ratusan UMKM Ikut Kecipratan Rezeki, Fun Walk HUT ke-58 Semen Tonasa Dibanjiri Puluhan Ribu Warga

Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kerja Sama Penguatan Ekonomi dan SDM

Kemenag Tingkatkan Kompetensi Penghulu, Siapkan Layanan Pernikahan Lintas Negara

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kisah Mamik Pemilik Toko Kelontong Sekaligus Agen BRILink di Bojonegoro Bantu Warga

Transparansi Keuangan Organisasi Mahasiswa: Langkah Kecil Membangun Budaya Antikorupsi

82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

Pilihan Editor

  1. 1 Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?
  2. 2

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  3. 3

    Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

  4. 4

    Darah Kembali Menetes di Tanah Rencong, Insiden Pulo Kenari Pidie Tewaskan Satu Warga

  5. 5

    Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.