JurnalPost.com - Salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat. Pengabdian ini didukung mata kuliah Praktek Kerja Lapangan (PKL) Kesejahteraan Sosial, Praktik Kerja Lapangan atau yang biasa disingkat dengan PKL, Merupakan mata kuliah wajib bagi para mahasiswa/i Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Ardiansyah Sinaga 190902108 melakukan PKL di Dinas Sosial Langkat dengan bimbingan Supervisor Sekolah Bapak Dr. Bengkel Ginting, M.Si dan dosen pengampu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos. Kegiatan PKL 1 ini berlangsung selama kurang lebih 3 bulan dari pertengahan Maret sampai dengan akhir Mei. Ardiansyah juga kerap melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Yayasan AMAL/Sosial Washliyah yang berjumlah kurang lebih 25 orang anak dengan 4 orang pengurus panti. Anak-anak dalam panti tersebut berusia berkisar 6 tahun sampai dengan 18 tahun yang dimana semua anak-anak mendapatkan pendidikan dari TK sampai ke tingkat SMA
Setelah munculnya wabah Covid-19 di Indonesia terhitung sejak awal Maret 2020 yang sudah mulai mereda saat ini memberikan dampak yang signifikan di berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Tidak hanya pada aspek ekonomi, kesehatan, pekerjaan, tetapi juga salah satunya pada norma kesopanan dan kesantunan anak anak. Zaman saat ini sedang menghadapi pandemi covid 19 dan era kenormalan baru, banyak orang tua milenial yang tidak menyadari pentingnya berbahasa dan berbicara yang baik ketika dihadapan anak ketika stay at home. Padahal, memberikan contoh etika berbahasa dan berbicara yang baik dapat meningkatkan nilai kesopanan diri anak. Tak hanya itu, berbahasa yang baik dapat meningkatkan sikap positif dan dapat membantu anak dalam membangun hubungan sosialnya. Disini Ardi berusaha untuk memberikan edukasi dan mensosialisasikan kepada anak anak apa saja norma kesopanan dalam masyarakat terutama kepada orangtua.
Hal yang paling utama yang ditekankan oleh Ardi adalah membiasakan anak mengatakan maaf jika memang salah, mengatakan tolong pada siapa pun ketika anak membutuhkan bantuan, dan tentu saja jangan lupa ucapkan terima kasih ketika ia mendapatkan pertolongan. Ardi percaya bila anak terbiasa mengatakan 3 kata ini, ia akan lebih mudah bersosialisasi seiring beranjak dewasa. Ardi juga kerap berikan contoh secara konsisten kepada anak anak bagaimana tata karma dan etika yang baik karena dengan melihat perilaku, maka anak anak panti akan meniru.
Pada PKL 1 ini juga mahasiswa melakukan mini project dalam penyelesaian masalah pada salah seorang yang mendapat masalah. Setelah beberapa kegiatan kunjungan dan beberapa pendekatan dilakukan Ardiansyah mendapatkan anak yang bermasalah terhadap minat baca dantidak memiliki kepercayaan diri maka Ardiansyah melaksanakan mini project dengan seorang anak panti asuhan yang menjadi klien. Anak panti asuhan yang berinisial MJ . yang duduk di kelas 4 SD memiliki masaah minat belajar yang kurang dan tidak memiliki kepercayaan diri dalam kegiatan apapun. Dalam hal ini Ardiansyah menggunakan metode casework oleh Zastrow dengan tahapan penyelesaian masalah yaitu sebagai berikut:
1. Intake dan Contract Pada tahapan ini diawali dengan pendekatan terhadap klien, penjelasan maksud dan tujuan, dan melakukan kesepakatan kontrak antara klien dan pekerja sosia
2. Assessment Pada tahapan ini menganalisis lebih dalam permasalahan klien. Ardiansyah menggunakan tools ecomap untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada pada klien. Dari hasil wawancara yang dilakukan klien dengan Ardiansyah, MJ merasa tidak percaya diri dengan kemampuannya dalam sehari hari dan tidak memiliki minat belajar sehingga ardiansyah melakukan assessment secara pribadi dengan klien sehingga klien bebas mengutarakan permasalahan yang dihadapi dan apa saja penyebab yang terjadi.
3. Planning atau perencanaan Berisikan tentang penentuan strategi yang akan digunakan untuk penyelesaian masalah. Perencanaan intervensi merupakan perubahan dari pendefinisian masalah kepada solusi masalah, apa yang akan dilakukan, bagaimana, oleh siapa dan dalam metode apa. Pada tahapan ini pula ditetapkan tujuan yang ingin dicapai. Pada tahap ini Ardiansyah bersama MJ merancang strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Saling bekerja sama untuk mencari rencana Kegiatan apa yang tepat digunakan untuk membantu MJ meningkatkan kepercayaan dirinya kembali.
4. Intervensi Dengan adanya list kegiatan yang harus dilakukan oleh klien, setelah melakukan kegiatan yang ada dilist, klien akan metandai mana saja list yang sudah ia kerjakan serta mencatat bagaimana perasaan klien ketika sudah melakukan kegiatan tersebut. Tahapan ini ialah penjelasan program yang akan dilakukan oleh klien. Pada tahap ini, Ardiansyah menjelaskan program yang akan dilaksanakan oleh klien serta tujuan yang ingin dicapai dari program tersebut. Tahap ini merupakan pelaksaan program dengan MJ. Praktikan dan klien sepakat membuat jadwal rutin yaitu sore dengan durasi belajar selama kunjungan. Sebelum proses belajar dilakukan, Praktikan selalu memberikan motivasi agar MJ tidak malas belajar dan lebih bisa mengatur waktu dengan memberikan pandangan-pandangan positif tentang anak yang sukses. Ada pun kegiatan yang dialakukam praktikan adalah membantu klien untuk menyelesaikan tugas sekolahnya dengan menerapkan metode belajar yang fun dan mengulas kembali pelajaran klien di sekolah, seperti tugas matematika atau berhitung dan tugas-tugas lainnya. Disela sela kegitan belajar praktikan mengajak klien bermain games teka teki melalui gadget untuk mengasah pola pikir klien.
5. Evaluasi Dalam tahap ini, melakukan monitoring kegiatan serta control terhadap klien. Ardiansyah mengontrol serta memonitoring apakah kegiatan sudah dilakukan dan berjalan dengan baik atau sebaliknya serta sekaligus melihat sudah sejauh mana perkembangan klien dalam mengatasi ketidakpercayaan dirinya. Dari beberapa pertemuan yang dilakukan Ardiansyah minat belajar klien lebih meningkat dan sudah mulai aktif dapat dilihat MJ dengan mudah menjawab soal yang praktikan berikan serta mulai mengerjakan tugas sekolah nya dengan mandiri.
6. Terminasi Tahap pemutusan atau pemberhentian proses bantuan pekerja sosial dengan klien agar tidak menimbulkan ketergantungan klien. Dalam tahap ini, Ardiansyah menghentikan atau memutuskan proses bantuan kepada MJ karena perubahan yang terjadi dalam diri MJ sudah berkembang dengan baik dan mampu melakukan sendiri tanpa bantuan bimbingan dari Ardiansyah.
Setelah semua tahapan telah dilakukan, maka praktikum yang dijalankan harus berakhir setelah tiga bulan pelaksanaan dan kunjungan. Ardiansyah dan teman-teman sangat berterimakasih kepada pihak Panti Asuhan Yayasan AMAL/Sosial Washliyah karena telah menerima kunjungan dengan sangat baik dan Trimakasih juga kepada Dinas Sosial langkat karena sudah mengijinkan kami untuk melakukan PKL selama tiga bulan.


Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda