JAMBI, JURNALPOST — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UIN STS Jambi Peduli menggelar aksi demonstrasi di halaman Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu segera ditindaklanjuti pihak universitas. Beberapa isu yang menjadi sorotan antara lain dugaan pelecehan seksual secara verbal, dugaan pungutan dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), serta kondisi sejumlah sarana dan prasarana pembelajaran.
Massa membawa spanduk tuntutan dan menyampaikan orasi secara bergantian di depan gedung rektorat. Mereka meminta pimpinan universitas lebih serius merespons berbagai keluhan mahasiswa sekaligus menjamin lingkungan kampus yang aman dan layak untuk kegiatan akademik.
Desak Penanganan Dugaan Pelecehan Verbal
Salah satu isu utama yang disampaikan peserta aksi berkaitan dengan dugaan pelecehan seksual secara verbal yang disebut dialami seorang mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Aliansi menyebut tindakan tersebut diduga dilakukan oleh seorang oknum di lingkungan kampus. Massa meminta universitas melakukan pemeriksaan secara transparan terhadap laporan tersebut dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap korban dan asas praduga tak bersalah terhadap pihak yang dilaporkan.
Koordinator aksi juga menyinggung ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), khususnya ketentuan mengenai pelecehan seksual nonfisik.
Menurut aliansi, penanganan kasus juga harus memperhatikan peraturan dan kode etik yang berlaku di lingkungan perguruan tinggi, termasuk mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.
Mahasiswa mendesak pihak kampus memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada korban serta memproses laporan berdasarkan prosedur yang berlaku.
Mahasiswa Soroti Dugaan Pungutan dalam PBAK
Selain kasus dugaan pelecehan, peserta aksi turut menyoroti dugaan pungutan yang berkaitan dengan pelaksanaan PBAK.
Aliansi menyebut mahasiswa baru diduga diwajibkan membeli sejumlah atribut tertentu untuk kepentingan pembagian gugus dalam kegiatan tersebut.
Massa meminta pihak universitas melakukan investigasi untuk memastikan apakah pungutan maupun kewajiban pembelian atribut tersebut memiliki dasar dan mekanisme yang sah.
Mereka juga mendorong adanya pemeriksaan terhadap pengelolaan dana PBAK apabila ditemukan indikasi pelanggaran oleh oknum pengurus organisasi kemahasiswaan.
Aliansi meminta proses pemeriksaan dilakukan secara terbuka dan seluruh pihak yang terbukti melakukan pelanggaran diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Fasilitas Pembelajaran Turut Dipersoalkan
Kondisi sarana dan prasarana kampus turut menjadi perhatian mahasiswa dalam aksi tersebut.
Massa menilai sejumlah fasilitas penunjang perkuliahan belum memberikan kenyamanan yang optimal, meskipun mahasiswa tetap memenuhi kewajiban pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Beberapa fasilitas yang disoroti antara lain pendingin ruangan atau AC yang tidak berfungsi, proyektor yang mengalami kerusakan, kondisi kursi di sejumlah ruang perkuliahan, fasilitas toilet, hingga lift.
Mahasiswa menilai sarana pembelajaran merupakan salah satu aspek penting dalam menunjang proses akademik dan meminta pihak universitas melakukan evaluasi serta perbaikan secara menyeluruh.
Tiga Tuntutan Aliansi Mahasiswa
Dalam aksi tersebut, Aliansi Mahasiswa UIN STS Jambi Peduli menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak universitas.
Pertama, mereka meminta kasus dugaan pelecehan seksual verbal diperiksa secara serius dan transparan. Aliansi juga meminta adanya perlindungan serta pendampingan bagi mahasiswa yang mengaku sebagai korban.
Kedua, mahasiswa mendesak dilakukan pengusutan terhadap dugaan pungutan dalam pelaksanaan PBAK. Apabila ditemukan pelanggaran, mereka meminta pihak yang bertanggung jawab diberikan sanksi sesuai aturan.
Ketiga, massa mendesak universitas segera melakukan pembenahan terhadap fasilitas kampus yang mengalami kerusakan, terutama fasilitas yang secara langsung berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.
Peserta aksi berharap tuntutan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pimpinan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Massa juga menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah peserta yang lebih besar apabila berbagai tuntutan yang telah disampaikan tidak memperoleh tindak lanjut yang dinilai memadai.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda