Wonosobo, JurnalPost (2/8) – Konsep KKN Tim II Undip 2021 pada periode kali ini adalah KKN reguler mandiri atau yang dapat disebut dengan KKN Pulang Kampung. Hal ini terjadi karena keadaan yang tidak memungkinkan akibat dari adanya pandemi Covid-19 yang tersebar di berbagai negara termasuk Indonesia dan provinsi Jawa Tengah yang menjadi salah satu daerah dengan kasus positif Covid-19 yang cukup tinggi hingga saat ini. KKN Tim II Undip 2021 pada periode kali ini berbeda dari KKN Undip reguler pada periode sebelum-sebelumnya. Dimana pada periode sebelum adanya pandemi Covid-19, kegiatan KKN biasanya dilaksanakan di lokasi yang telah ditentukan oleh LPPM Undip. Namun, dikarenakan kondisi yang sedang darurat Covid-19 seperti saat ini, maka Undip memutuskan untuk lokasi KKN tiap mahasiswa ditentukan berdasarkan domisili dari mahasiswa itu sendiri atau di luar domisili dengan alasan tertentu.
Pada tanggal 30 Juni 2021 Undip telah resmi menerjunkan seluruh mahasiswa yang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Undip 2021. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 45 hari yakni dimulai sejak 30 Juni 2021 hingga 12 Agustus 2021. Tim P2KKN Undip telah berupaya semaksimal mungkin dalam merancang pelaksanaan KKN Tim II Undip 2021 dengan mengusung tema KKN yakni ”Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)“. Mahasiswa secara individu diwajibkan untuk melaksanakan dua program kerja KKN yang terdiri dari kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing dan kegiatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.
Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah adalah salah satu lokasi yang dipilih oleh Rifnawati Farkhanah untuk melaksakanan KKN Pulang Kampung. Akibat adanya pandemi Covid-19, sebagian besar aktivitas di luar ruangan dibatasi, sehingga lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk beraktivitas di dalam rumah. Terlebih untuk urusan makan, di kondisi seperti saat ini pastinya akan lebih aman jika memasak sendiri di rumah masing-masing. Salah satu dampak yang timbul dan berakibat pada permasalahan lingkungan dari hal tersebut adalah meningkatnya jumlah timbulan sampah yang dihasilkan tiap orang per harinya, terutama untuk sampah rumah tangga yang berasal dari dapur. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Undip di Desa Kadipaten memberikan solusinya dengan edukasi terkait pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R melalui regrow. Regrow dapat dijadikan sebagai salah satu contoh implementasi dari penerapan budaya 3R.
Regrow berasal dari kata re yang berarti kembali dan grow yang berarti tumbuh. Sehingga jika digabungkan, regrow artinya adalah menumbuhkan kembali. Dalam website indonesiaberkebun.org, secara gramatikal, regrow bisa disebut sebagai upaya menumbuhkan individu tumbuhan baru dari sisa bahan konsumsi. Sehingga dapat ditarik defenisi bahwa regrow merupakan metode yang lahir sebagai uapaya untuk mengambil manfaat tambahan dari sisa konsumsi sebelum semuanya berujung di tempat sampah. Edukasi mengenai ajakan untuk menerapkan 3R diberikan dalam bentuk infografis (poster) menarik untuk ditempel di papan informasi/mading Kantor Desa Kadipaten. Kemudian edukasi terkait ecobrick sendiri diberikan dalam bentuk infografis (selebaran) yang juga tak kalah menarik, serta melalui video yang diunggah ke media sosial Youtube.

Dalam video yang berdurasi selama 7 menit 59 detik tersebut, dijelaskan mengenai pengertian 3R, jumlah timbulan sampah di Indonesia tiap orang per harinya, pengertian regrow, tanaman apa saja yang dapat diregrow, manfaat regrow, serta tutorial bagaimana cara melakukan regrow sisa sayuran limbah dapur yang terdapat di akhir video. Materi edukasi tersebut disampaikan secara online melalui whatsapp kepada masing-masing Ibu Kepala Dusun di Desa Kadipaten untuk selanjutnya akan disebarluaskan dan diteruskan kepada Ibu PKK serta warga Desa Kadipaten. Berbagai materi yang diberikan oleh mahasiswa KKN Undip tersebut mendapat respon yang positif serta dapat diterima dan diikuti secara mudah oleh Ibu PKK di Desa Kadipaten dengan harapan tentunya dapat membawa kebermanfaatan.
Penulis : Rifnawati Farkhanah (Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro) Dosen Pembimbing Lapangan : Dr. Ir. Yoyok Budi Pramono, S.Pt., M.P. IPM.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda