JurnalPost - Desa Kalipucang Wetan, Batang - Adanya pandemi Covid-19, pemerintah menghimbau agar masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh mereka agar terhindar dari virus corona, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan meminum vitamin dan jamu tradisional. Jamu merupakan obat tradisional yang terdiri dari berbagai bahan tanaman yang menjadi penyusun dan jamu merupakan resep turun-temurun dari leluhur yang dipercaya sebagai pengganti obat modern.
Pada tanggal 25 Juli 2021, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 2 Undip melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga daya tahan tubuh mereka di masa pandemi dengan cara mengkonsumsi jamu, karena ternyata jamu memiliki khasiat yang luar biasa untuk tubuh. Sosialisasi dilakukan secara door to door ke rumah warga yang ada di Desa Kalipucang , Kab. Batang, dengan menggunakan media brosur yang berisi tentang manfaat empon-empon tradisional serta cara pengolahan jamu menjadi minuman yang menyegarkan sekaligus menyehatkan badan.
Poster Manfaat dari Empon-Empon Indonesia
Selain memperkenalkan kepada masyarakat tentang manfaat jamu dan cara memanfaatkan jamu menjadi minuman yang berkhasiat, mahasiswa juga mengajarkan kepada masyarakat sekitar terutama ibu-ibu PKK tentang cara memanfaatkan lahan yang sempit di sekitar pekarangan rumah untuk dijadikan sebagai wadah untuk menanam tanaman obat keluarga. Cara yang dilakukan yaitu dengan menggunakan wadah dari polybag sebagai wadah untuk menanam tanaman obat keluarga.
Cara untuk melakukan budidaya dengan menggunakan wadah polybag yaitu yang diperlukan adalah rimpang tanaman obat di sini menggunakan contoh rimpang jahe. Rimpang jahe direndam dengan air selama satu malam, setelah itu rimpang jahe diletakan di tanah hingga rimpang bertunas (usahakan rimpang jahe diletakkan di area yang tidak terkena sinar matahari dan tempatnya kering). Rimpang jahe yang telah bertunas selanjutnya dipindahkan ke dalam pot yang sebelumnya telah diisi dengan campuran tanah, pupuk kandang dan sekam. Rawat rimpang jahe hingga jahe siap untuk dipanen. Edukasi mengenai cara budidaya ini dilakukan agar masyarakat tidak ketergantungan dengan obat-obat kimia dan mulai membiasakan untuk mengkonsumsi obat herbal dari tanaman obat keluarga ini.
Sosialisasi dengan Ibu-Ibu PKK RT 04 RW 01, Desa Kalipucang Wetan, Kab. Batang
Program kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang manfaat apa saja yang terkandung di dalam tanaman obat keluarga, serta cara memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah untuk menanam tanaman obat keluarga dan meningkatkan kreativitas masyarakat untuk membuat jamu sendiri.
“Adanya kegiatan ini membuat kita menjadi lebih sadar untuk bisa memanfaatkan lahan yang sempit sebagai taman untuk tanaman obat, selain dapat mempercantik dan membuat asri lingkungan, adanya taman tanaman obat ini bisa menghasilkan tanaman yang dapat bermanfaat untuk kesehatan.” Ujar Ibu Puji salah satu warga RT 04, Desa Kalipucang Wetan.
#KKNTimIIPeriode2021 #P2KKNUndip #LPPMUndip #UniversitasDiponegoro
Penulis : Yulia Tri Widianingsih (FPIK/ Perikanan Tangkap) Dosen Pembimbing : Dr. Ir Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda