Penulis: Eka Wahyu Muria Ningsih, Ananta Imelda Saputri Dewi, Ahmad Rizal Nugroho, Fadly Rozaq Fatharani, Alief Akbar Wijayanto
JurnalPost.com - Pertanian masih menjadi sektor utama bagi masyarakat pedesaan Indonesia, tidak hanya sebagai sumber penghasilan, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial dan budaya mereka. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, sektor ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Salah satunya adalah kesenjangan antara kemajuan teknologi dan praktik pertanian di lapangan Di banyak daerah pedesaan, para petani masih bertumpu pada cara-cara tradisional yang memerlukan banyak tenaga, waktu, dan biaya, terutama dalam tahap-tahap krusial seperti proses tanam. Hal tersebut juga terjadi di salah satu dusun darı Desa Sampangagung. Mojokerto, yakni Dusun Wunut.
Di dusun Wunut, proses tanam padi masih dilakukan secara manual, menggunakan tenaga manusia tanpa alat bantu mekanis yang efisien. Di tengah kondisi ini, inovasi jadi hal yang tak bisa diabaikan. Tapi bukan tentang teknologi canggih yang mahal dan rumit, melainkan teknologi tepat guna (TTG) yang sederhana, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan lokal.
Sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan yang dihadapi petani mahasiswa KKN Untag Surabaya memberikan inovasi alat tanam padi untuk satu orang yakni Tabela paralon kepada mitra Gapoktan yang ada di Dusun Wunut. Melalui observasi langsung bersama mitra, kami berupaya merancang inovasi yang sesuai dengan kebutuhan.
Tabela paralon dirancang untuk membantu petani meningkatkan efisiensi tanam padi secara praktis dan efektif kinerja petani di Dusun Wunut. Alat ini bekerja dengan menggunakan pipa paralon untuk membuat lubang tanam dengan ukuran dan jarak yang seragam. Jadı, petani cukup menancapkan pipa ini ke tanah dan lubang tanam pun terbentuk lebih cepat dan rapi.
Keunggulan Tabela Paralon jelas terlihat dari segi waktu dan tenaga yang bisa dihemat. Proses tanam yang awalnya lebih panjang dan melelahkan kini bisa dipersingkat tanpa mengorbankan kualitas tanam. Lubang tanam yang rapi juga membantu bibit tumbuh lebih baik karena mendapat ruang dan nutrisi yang cukup.
Kami memilih bahan yang mudah didapat dan terjangkau, sehingga alat ini tidak memberatkan petani secara biaya. Tabela paralon juga membantu menghemat penggunaan air dan pupuk karena tanaman bisa lebih efisien menyerap kebutuhan mereka.
Melalui program KKN ini, mahasiswa Untag Surabaya berperan sebagai agen perubahan yang hadır langsung di tengah masyarakat. Inovasi ini tidak hanya mempermudah kerja
petani tapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka. Teknologi tepat guna ını bisa jadi jalan keluar agar pertanian desa bisa maju tanpa harus bergantung pada alat mahal atau teknologi rumit yang sulit diakses.
Inovasi seperti ini juga membuka peluang bagı generasi muda untuk kembali ke desa dan ikut memajukan pertanian, sehingga ketahanan pangan di tingkat lokal semakin kuat Tabela Paralon menjadi contoh nyata bahwa inovasi sederhana dan tepat guna bisa membawa perubahan signifikan dalam pertanian.
Dengan dukungan dan keterlibatan mahasiswa KKN Untag Surabaya, efisiensi tanam padı di Dusun Wunut meningkat, petani lebih terbantu. Pengembangan dan distribusi teknologi tepat guna seperti Tabela Paralon menjadi langkah strategis menuju masa depan pertanian yang lebih baik dan sejahtera.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda