Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Dari Pompa Galon dan Kulit Bawang: Inovasi Mahasiswa UNTAG Surabaya untuk Petani Desa Petak

Dari Pompa Galon dan Kulit Bawang: Inovasi Mahasiswa UNTAG Surabaya untuk Petani Desa Petak

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
19 Juli 2025, 20.34 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
19 Jul 2025, 20.34 WITA · 3 menit baca
3 menit baca
UNTAG Surabaya

Surabaya, JurnalPost.com - Di tengah keterbatasan dan tantangan pertanian pedesaan, inovasi kecil bisa memberikan dampak yang besar. Inilah yang coba diwujudkan oleh Sub Kelompok 1 Pengabdian Masyarakat R7 - Desa Petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto yang beranggotakan Manggalayuda Kusuma Dewa, Rizki Setyo Nugroho, Zayiny Cantika B. I, Rosita Nur Azizah, dan Madinatul Mukharomah M. mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya saat melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Petak. Bersama salah satu mitra lokal, Pak Asnadi, yang merupakan petani aktif di desa tersebut, mereka menghadirkan ide-ide praktis yang lahir dari pemahaman langsung atas permasalahan di lapangan.

Kondisi pertanian di Desa Petak masih menghadapi berbagai kendala mendasar. Salah satunya adalah persoalan penyiraman tanaman yang masih dilakukan secara manual dan memakan banyak tenaga hingga sakit pinggang. Untuk menjawab tantangan ini, para mahasiswa memanfaatkan pompa galon elektrik, yang biasanya digunakan untuk dispenser air minum menjadi alat penyiraman tanaman sederhana. Inovasi ini tidak hanya murah dan mudah dibuat, tetapi juga sangat membantu petani dalam menghemat waktu dan tenaga.

IKLAN

Tidak hanya berhenti disitu saja, Sub Kelompok 1 juga memperkenalkan cara pengolahan pestisida alami berbahan dasar limbah kulit bawang merah. Kulit bawang merah ini mudah didapatkan karena dari sisa-sisa bawang yang digunakan untuk bahan masakan. Selain itu juga, Kulit bawang bisa didapatkan dari sisa bibit bawang merah yang rusak karena tidak segera ditanam. Pasalnya, di Desa Petak, petani belum memiliki tempat penyimpanan bibit yang emadai. Bibit yang berasal dari daerah Nganjuk akhirnya banyak yang membusuk atau terbuang.

UNTAG Surabaya
Baca Juga

Mahasiswa UNTAG Surabaya Dampingi 2 UMKM Kuliner Terapkan Digitalisasi

Melihat kondisi ini, para mahasiswa mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih bijak terhadap limbah pertanian, bukan hanya untuk mengurangi sampah organik, tapi juga untuk memperkenalkan metode pertanian yang lebih ramah lingkungan. Pestisida alami dari kulit bawang merah ini menjadi salah satu bentuk edukasi kepada warga bahwa bahan yang tampak sepele pun bisa memiliki nilai guna jika diolah dengan pengetahuan yang tepat.

Lebih dari sekedar membawa teknologi murah, program ini mengajarkan pentingnya kolaborasi dan keberpihakan terhadap masyarakat desa. Sub Kelompok 1 Pengabdian Masyarakat R7 - Desa Petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto tidak datang sebagai “ahli dari kota” yang memberi solusi instan, tapi sebagai rekan belajar yang mendengarkan, memahami, dan ikut mencari jalan keluar bersama warga. Di situlah letak nilai sebenarnya dari pengabdian mahasiswa. Inisiatif seperti ini perlu terus didorong, bahwa pengabdian tidak harus berskala besar atau penuh fasilitas. Cukup dengan alat sederhana, semangat kolaboratif, dan kepekaan terhadap realita masyarakat, inovasi pun bisa tumbuh dari desa.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dari-pompa-galon-dan-kulit-bawang-inovasi-mahasiswa-untag-surabaya-untuk-petani-desa-petak/83760/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026, 08.17 WITA

  • #Berita Mahasiswa
  • #Untag Surabaya

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

HUT ke-58, Semen Tonasa Gandeng BULOG Sediakan 580 Paket Sembako Murah di Pangkep

Dosen UMI Edukasi Ibu Hamil tentang Sleep Hygiene dan Mindfulness untuk Cegah Risiko Hipertensi Kehamilan

Pengelola Museum di Surabaya Perkuat Profesionalisme Kehumasan, Strategi Pemasaran, dan Pelayanan Pengunjung

Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional, Semen Tonasa Jadi Lokasi Latihan Hanud Pasif

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Tekuni Budidaya Ikan Lele, Salim Manfaatkan Layanan BRI Bojonegoro untuk Kembangkan Usaha

Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Praktik Orang Dalam dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa: Ancaman terhadap Objektivitas dan Integritas

Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa Universitas Pamulang Gandeng PT Aratech Nusantara Indonesia Kembangkan Sistem HRIS untuk Digitalisasi Karyawan
  2. 2

    Kisah Mamik, Pemilik Toko Kelontong di Bojonegoro yang Jadi Agen BRILink, Bantu Warga Kirim Uang hingga Cairkan Hasil Panen

  3. 3

    Dosen PIAUD UIN Jurai Siwo Lampung Dampingi 116 Guru RA Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Penguatan Karakter Anak

  4. 4

    Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

  5. 5

    Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.