SURABAYA, JurnalPost.com - Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan budidaya hidroponik di Kampung Danakarya I/II, RW 14, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Ananta Bhagaskara, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Untag Surabaya. Dalam pelaksanaannya, Ananta didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Masca Indra T, ST, MT.
Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Untag Surabaya berupaya memberikan solusi atas keterbatasan lahan di kawasan perkotaan.
Ananta atau yang akrab disapa Bhagas mengatakan, hidroponik dipilih karena dapat diterapkan di lahan terbatas tanpa menggunakan media tanah. Metode ini dinilai cocok bagi warga perkotaan yang ingin menanam sayuran secara mandiri di lingkungan tempat tinggal.
Dalam kegiatan tersebut, Bhagas merancang sekaligus memasang instalasi hidroponik di Balai RW 14 Jalan Danakarya I/II Ampel. Warga, khususnya ibu-ibu dan anggota Karang Taruna, turut dilibatkan langsung dalam proses pelatihan.
Warga mendapatkan edukasi mulai dari tahap penyemaian benih, pemindahan tunas, hingga pemberian nutrisi tanaman. Benih sayuran seperti sawi, kangkung, dan pakcoy disemai menggunakan media rockwool yang telah dibasahi dan dilubangi.
Setelah tunas dan daun kecil mulai tumbuh, atau sekitar tiga hari setelah penyemaian, bibit kemudian dipindahkan ke rangkaian pipa hidroponik. Bibit ditempatkan pada pot gelas berongga yang dilengkapi kain flanel sebagai penyerap air.
Tanaman kemudian diberi nutrisi A dan B Mix khusus sayuran daun agar dapat tumbuh optimal. Instalasi hidroponik tersebut ditempatkan di area yang memperoleh cukup sinar matahari dan dirawat secara berkala.

Setelah melalui masa perawatan sekitar empat minggu, sayuran hidroponik sudah dapat dipanen. Hasil panen tersebut dapat dikonsumsi langsung oleh warga secara higienis.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan instalasi hidroponik tersebut bisa bermanfaat secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pangan mandiri bagi warga, di mana sayuran yang ditanam dapat dipanen dan dikonsumsi sendiri,” ujar Ananta Bhagaskara.
Ananta diketahui tergabung dalam tim Pemberdayaan Masyarakat Non-Reguler 02 Kelompok 01 Untag Surabaya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga Kampung Danakarya. Warga menilai pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat dikembangkan secara mandiri di lingkungan mereka.
“Ini adalah ilmu yang sangat bermanfaat dan dapat kami kembangkan lagi secara mandiri ke depannya bagi lingkungan kami,” ujar salah satu perwakilan Karang Taruna RW 14 Ampel.
Melalui program ini, Kampung Danakarya RW 14 Ampel diharapkan dapat menjadi salah satu contoh kampung hijau mandiri pangan di wilayah Semampir. Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang produktif dan asri.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda