Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis dengan Penjadwalan dan Indikator Kerja
Surabaya, JurnalPost.com - Kelompok 8 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menyerahkan teknologi tepat guna (TTG) berupa alat pemberi pakan ikan otomatis kepada mitra budidaya ikan di Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur.
Kegiatan serah terima itu digelar pada Minggu (7/6/2026). Program ini menjadi salah satu luaran KKN Kelompok 8 Untag Surabaya yang mendukung tema sosialisasi “Peningkatan Minat Berwirausaha untuk Mendukung Ekonomi Berkelanjutan”.
Alat pemberi pakan otomatis tersebut diserahkan kepada Hafidz, pelaku usaha budidaya ikan di Kelurahan Kertajaya. Hafidz diketahui mengelola enam kolam budidaya berukuran sekitar 2,5 meter x 2,5 meter dengan kedalaman sekitar 1 meter.
Kolam tersebut digunakan untuk membudidayakan ikan gurami, lele, dan nila. Selain itu, terdapat kolam pembibitan yang membutuhkan pemberian pakan secara rutin dan terjadwal.
Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah menjaga konsistensi jadwal pemberian pakan, terutama pada fase pembibitan. Pada tahap ini, ikan membutuhkan frekuensi pemberian pakan yang lebih teratur agar pertumbuhannya dapat berjalan optimal.
Melihat kondisi tersebut, Kelompok 8 KKN Untag Surabaya Sub Ekonomi merancang alat pemberi pakan ikan otomatis. Alat ini mampu mengatur jadwal pemberian pakan secara mandiri sekaligus menampilkan kondisi operasional alat secara real-time.
Sistem alat dikendalikan menggunakan mikrokontroler Arduino Uno R3 yang diprogram melalui Arduino IDE dengan bahasa pemrograman C/C++. Sejumlah komponen pendukung juga digunakan, di antaranya Real Time Clock (RTC), limit switch, motor DC JGY-370 12V 10 rpm, dual Mosfet PWM D4184, serta buck converter LM2596.
Motor DC pada alat tersebut berfungsi sebagai penggerak mekanisme penyalur pakan dengan torsi mencapai 12 kg.cm. Sementara itu, limit switch digunakan sebagai sensor indikator ketersediaan pakan.
Seluruh rangkaian elektronik dirakit pada papan PCB agar sistem lebih rapi dan andal. Alat ini juga menggunakan adaptor 12V 3A untuk memberikan suplai daya yang stabil pada seluruh komponen elektronik.
Pada bagian antarmuka, alat dilengkapi layar LCD yang menampilkan sejumlah informasi operasional. Di antaranya identitas kelompok pengabdian masyarakat, waktu aktual, frekuensi pemberian pakan harian, durasi feeding berdasarkan putaran motor, jadwal pemberian pakan berikutnya, hingga status ketersediaan pakan.
Frekuensi pemberian pakan dapat diatur mulai dari 1 hingga 24 kali dalam sehari. Adapun durasi putaran motor dapat dipilih mulai dari 10 hingga 60 detik dengan kelipatan 10 detik, sesuai kebutuhan jumlah pakan yang akan dikeluarkan.
Alat ini juga dilengkapi indikator ready dan empty berbasis limit switch. Dengan fitur tersebut, pengguna dapat memantau ketersediaan pakan secara langsung tanpa harus memeriksa wadah pakan secara manual.
Sebelum diserahkan kepada mitra, tim KKN Kelompok 8 Untag Surabaya melakukan pengujian dan demonstrasi alat di lokasi budidaya. Pengujian dilakukan untuk memastikan seluruh fungsi berjalan sesuai rancangan.
Pengujian meliputi sinkronisasi waktu menggunakan modul RTC, pengaturan frekuensi pemberian pakan, pengaturan durasi kerja motor DC, hingga validasi indikator ketersediaan pakan berbasis limit switch.
Dari hasil pengujian, alat tersebut dinilai mampu menjalankan fungsi penjadwalan dan monitoring sesuai kebutuhan operasional kolam budidaya. Alat ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis bagi pembudidaya ikan dalam menjaga pemberian pakan agar lebih konsisten dan terjadwal.
Dokumentasi Serah Terima Alat kepada Mitra Budidaya Ikan
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 8 Untag Surabaya berharap teknologi tepat guna yang dikembangkan dapat membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan budidaya ikan. Selain itu, inovasi ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sistem pemberian pakan manual.
Implementasi alat pemberi pakan ikan otomatis tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat berbasis teknologi, inovasi, dan ekonomi berkelanjutan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda