Oleh: Dimitry Andryawan Awan Wibowo
JurnalPost.com - Di balik konten-konten menarik yang sering kita lihat di media sosial, ada peran penting seorang content creator. Dalam industri travel pariwisata, content creator bukan hanya sekadar “orang yang membuat video”, tetapi juga mempunyai peran dalam menyampaikan pesan dan membangun citra sebuah brand. Prosesnya juga tidak sesederhana yang terlihat. Mulai dari mencari ide, menentukan konsep, mengambil gambar, sampai proses editing semuanya butuh pertimbangan. Editing sendiri jadi bagian yang cukup krusial, karena di sinilah cerita dibangun.
Pemilihan backsound, tempo video, sampai warna visual (color grading) bisa mempengaruhi bagaimana audiens merasakan konten tersebut. Selain itu, setiap platform mempunyai “karakter” yang berbeda. Konten yang berhasil di TikTok belum tentu cocok ketika diuploud di Instagram. Jadi, seorang content creator harus paham strategi apa yang akan digunakan tidak hanya soal kreatif, tetapi juga soal bagaimana konten itu bisa bekerja secara maksimal.
Sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan program magang di PT Eterna Jelajah Abadi atau yang dikenal dengan Eterna Travel. PT Eterna Jelajah Abadi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa perjalanan wisata (tour and travel) yang menyediakan layanan paket wisata domestik dan internasional, open trip, private trip, serta layanan konsultasi perjalanan. Dalam menjalankan aktivitas promosinya, perusahaan memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama untuk memperkenalkan layanan kepada masyarakat sekaligus membangun hubungan dengan cutomer.
Melalui program magang reguler kampus Merdeka, mahasiswa dapat melihat secara langsung dan belajar bagaimana media sosial memiliki pengaruh besar dalam strategi pemasaran industri travel. Konten visual yang menarik mampu menjadi sarana komunikasi efektif untuk memperkenalkan destinasi wisata kepada calon customer. Selain itu, media sosial juga membantu perusahaan dalam membangun kepercayaan konsumen melalui dokumentasi perjalanan, testimoni customer, dan interaksi aktif dengan audiens. Dalam industri travel, kepercayaan menjadi faktor penting karena konsumen cenderung memilih perusahaan yang memiliki citra positif dan aktif di media sosial.
Pengalaman magang ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Beberapa mata kuliah seperti Komunikasi Pemasaran, Komunikasi Pariwisata, Public Relations, dan Komunikasi Visual yang memberikan dasar pembelajaran relevan dengan kebutuhan di dunia kerja. Dalam mata kuliah Komunikasi Pemasaran, mahasiswa mempelajari bagaimana menyusun pesan promosi yang efektif dan sesuai dengan target audiens. Sementara itu, mata kuliah Public Relations memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun citra positif perusahaan melalui komunikasi yang baik dengan publik.
Selain teori komunikasi, mata kuliah Komunikasi Visual juga memberikan keterampilan teknis yang sangat membantu selama pelaksanaan magang. Pengetahuan mengenai pengambilan gambar, komposisi visual, editing, hingga penyusunan alur cerita menjadi bekal penting dalam proses produksi konten media sosial. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di kampus tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan dasar keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara langsung di dunia industri.
Dalam pelaksanaan magang, mahasiswa terlibat dalam beberapa kegiatan seperti pengambilan video perjalanan wisata, dokumentasi kegiatan, editing konten media sosial, serta penyusunan ide kreatif untuk kebutuhan promosi Perusahaan dan membangun sebuah image Perusahaan agar tetap terjaga dan lebih berkembang. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru mengenai bagaimana sebuah konten dipersiapkan agar mampu menarik perhatian audiens sekaligus mendukung strategi pemasaran perusahaan. Selain kemampuan teknis, pengalaman ini juga melatih kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, manajemen waktu, dan kemampuan beradaptasi terhadap dinamika lingkungan kerja.
Pengelolaan media sosial dalam industri travel tidak terlepas dari berbagai tantangan, salah satunya adalah perubahan algoritma yang dapat mempengaruhi jangkauan konten. Selain itu, persaingan antar perusahaan travel juga semakin ketat, sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk menarik perhatian audiens. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah dengan mengoptimalkan storytelling dan mengikuti trend yang ada dalam pembuatan konten. Konten yang mampu menyampaikan pengalaman emosional cenderung lebih mudah menarik perhatian dan meningkatkan engagement.
Konsistensi dalam visual branding juga menjadi faktor penting dalam membangun identitas perusahaan di media sosial. Penggunaan data insight juga menjadi bagian penting dalam evaluasi konten. Dengan menganalisis performa konten, perusahaan dapat mengetahui jenis konten yang paling diminati oleh audiens dan menggunakannya sebagai dasar dalam perencanaan konten berikutnya. Dengan demikian, peran content creator menjadi semakin penting dalam mendukung keberhasilan strategi pemasaran di industri travel, terutama di era digital yang terus berkembang.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda