Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Daerah
  3. Keberadaan Kuburan Belanda ( Kerkhoff Peucut ) di Banda Aceh

Keberadaan Kuburan Belanda ( Kerkhoff Peucut ) di Banda Aceh

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
15 Januari 2024, 19.37 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
15 Jan 2024, 19.37 WITA · 5 menit baca
5 menit baca
Keberadaan Kuburan Belanda ( Kerkhoff Peucut ) di Banda Aceh

JurnalPost.com - Dikota banda aceh terdapat sebuah kuburan belanda ( kerkhof peucut ) yang berada di Suka Ramai, Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh merupakan kuburan dari tentara belanda yang tewas pada perang Aceh dalan rentang tahun 1873 hingga 1904 dan terdapat kurang lebih 2200 jumlah makam. Pemakaman ini juga termasuk pemakaman militer belanda yang berada di luar negeri belanda dengan luas mencapai 3,5 hektare. Kerkhoff peucut ini terletak di belakang museum tsunami, Banda Aceh. Termasuk empat orang jenderal dimakamkan disini, di tanah tempat para pejuang aceh yang sangat gigih melawan kolonialisme Belanda.

Nama empat orang jenderal itu ialah Johan Harmen Rudolf Kohler, Johannes Ludovicius, Jakobus Hubertus Pel, dan W.B.J.A Scheepens Kerkhof Peucut. Mereka merupakan empat jenderal utama dalam memimpin perang untuk memperebutkan wilayah Aceh. Dan batu nisan mereka merupakan pilar-pilar besar terdapat di pertengahan kuburan yang anda dapat langsung melihat ketika memasuki gerbang masuk. Biasanya di pilar ini juga terjadi acara penghormatan terakhir untuk mengenang para jenderal dilakukan oleh wisatawan yang datang berkunjung. Khususnya wisatawan mancanegara asal belanda, hal ini yang menjadikan kuburan Kerkhoff menjadi objek wisata menarik.

IKLAN

Relawan SIBAT mengikuti pembekalan di dalam tenda di Puncak Peuyeum, Sukabumi.
Baca Juga

Relawan SIBAT dari Tujuh Desa di Sukabumi Uji Coba WargaSiaga untuk Belajar Kesiapsiagaan Bencana

Dalam pemakaman ini tidak hanya terdapat tentara belanda saja yang dimakamkan, tetapi juga terdapat sejumlah penduduk pribumi yang direkrut atau sukarelawan sebagai tentara Marsose dan pasukan KNIL untuk dikirim melawan Aceh. Mereka diantaranya berasal dari Ambon, Jawa, dan Manado. Hal itu dapat terlihat di dinding komplek kerkhoff

Tapi tahukah kalian? Bahwa ada hal menarik dari kuburan belanda atau dikenal juga dengan kerkhoff peucut. Terdapat sebuah kuburan yang terpisah dari yang lainnya, yaitu kuburan Meurah Pupok, satu-satunya putera dan kesayangan Sultan Iskandar Muda. Ia dikenakan hukuman mati (hukum pancong) yang telah lama dilakukan di kerajaan Aceh pada tahun 1607-1638. Dalam sejarah Aceh Sultan Iskandar Muda dikenal dengan kebijaksanaan, tergas dan keadilannya hingga siapapun yang melanggar hukum yang telah ditetapkan maka akan menerima hukuman sesuai dengan hukum kerajaan tanpa terkecuali anaknya sendiri. Beliau mengeluarkan fatwa yang merupakan sebuah pepatah “ Gadoh Aneuk Meupat Jirat, Gadoh Adat Pat Tamita“ yang bermakna “Hilang anak tau makamnya, Hilang adat cari dimana”.

Riwayat sejarah menyebutkan hukuman ini dijatuhkan karena perselingkuhan sang putra mahkota dengan seorang gadis belanda. Ada pula riwayat lain yang mengatakan ia dihukum karena berselingkuh dengan istri pewira kesultanan Aceh da nada juga yang menyebutkan bahwa ia sebenarnya difitnah. Terlepas dari berbagai versi sejarah yang ada, peristiwa tersebut menjadi asal muasal munculnya kompleks pemakaman ini.

Bupati Barru Andi Ina Kartika
Baca Juga

Ratusan Warga Meriahkan Bulan Bakti Karang Taruna di Barru, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

IKLAN

Namun walau kuburan belanda atau kerkhoff peucut ini merupakan objek wisata yang menarik keberadaannya kurang diketahui oleh masyarakat sekitar bahkan mereka yang tinggal dibelakang kuburan belanda tersebut tidak mengetahui keberadaannya ungkap salah satu pengurus dikuburan tersebut. Apa karena minat yang minim minat di dalam masyarakat untuk berkunjung yang menyebabkan keberadaannya kurang diketahui?

Atau alasan lain ialah akses masuk yang tertutup dan terpencil dikarenakan terhalau dengan gedung sekolah dan lokasi yang kurang strategis hingga tidak terlihat secara mata telanjang oleh para pengunjung ? dan mungkin dikarenakan kuburan belanda ini berada di belakang museum tsunami juga menjadi alasannya.

Para pengunjung lebih tertarik dan memilih untuk datang ke museum tsunami yang berada langsung disampinhg jalan besar sementara untuk memasuki kuburan belanda harus lebih masuk ke komplek warga dan berjalan ke belakang museum tsunami yang jarang di jamahi oleh para pengunjung. Seharusnya pemerintah aceh memeperkenalkan lebih luas lagi agar situs bersejarah ini tidak terlupakan dan dapat dikenang oleh masyarakat luas. Bukan hanya oleh wisatawan asing namun juga oleh masyarakat lokal. Keberadaan kuburan belanda ini untuk mengenang para pejuang Aceh yang telah berkorban melindungi dan melawan para tentara belanda.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari
Baca Juga

Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Barru, Bupati Andi Ina Tekankan Sinergi Politik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Banyak hal menarik dapat anda temui di komplek pemakaman ini. disaat anda melihat batu nisan dapat mengetahui asal mereka dari mana, nama dan juga penyebab dari tewas nya. Mereka yang dimakamkan disini tidak hanya karena dibunuh saat perang tetapi juga wafat dikarenakan sebuah wabah penyakit. Semuanya diceritakan secara sekilas pada batu nisan seolah-olah menceritakan kembali kepada anda tentang apa yang terjadi pada masa hidupnya.

Ini juga sebagai saksi bisu dari perjuangan para pejuang aceh pada masa itu. Hal ini yang juga membuktikan bahwa makam kerkhoff adalah bukti nyata keadilan Sultan Iskandar Muda dalam menjunjung tinggi hukum di masa pemerintahannya. Dan sebagai bukti nyata kepahlawanan rakyat aceh dalam melawan penjajahan. . Oleh: Farah Yumna | Institut Seni Indonesia Surakarta | Film dan Televisi [email protected]

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/keberadaan-kuburan-belanda-kerkhoff-peucut-di-banda-aceh/64071/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026, 09.27 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

Kepala Daerah Adu Keahlian Masak Nasi Goreng di HUT ke-357 Sulsel, Bupati Barru Turut Hadir

Ratusan UMKM Ikut Kecipratan Rezeki, Fun Walk HUT ke-58 Semen Tonasa Dibanjiri Puluhan Ribu Warga

Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kerja Sama Penguatan Ekonomi dan SDM

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

Mantan Kanit Lantas Polsek Sedayu, Sunaryo Resmi Dilantik Jadi Lurah Argorejo Bantul

Mengapa Transparansi Dana Penting bagi Organisasi Mahasiswa?

Pilihan Editor

  1. 1 Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia
  2. 2

    Pengelola Museum di Surabaya Perkuat Profesionalisme Kehumasan, Strategi Pemasaran, dan Pelayanan Pengunjung

  3. 3

    Poltekkes Kemenkes Jakarta II Latih Kader Kesehatan Pancoran Jadi Agen Edukasi Gigi Tiruan

  4. 4

    Berkarya dengan Teknologi: Mengembangkan Kreativitas dan Nilai Produk Bersama Anak-Anak Jolosutro

  5. 5

    Mantan Kanit Lantas Polsek Sedayu, Sunaryo Resmi Dilantik Jadi Lurah Argorejo Bantul

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.