PANGKEP, JURNALPOST.COM - Absensi digital berbasis sidik jari yang digunakan seluruh SKPD di Pemkab Pangkep untuk mengabsen PNS memberikan dampak positif. Tingkat kehadiran para PNS meningkat di sejak awal tahun lalu dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Namun pada proyek pengadaan absensi berbasis ceklok tersebut diduga terjadi mark up hingga merugikan negara. Hal ini pun telah diendus Kejaksaan Negeri Pangkep dan telah melakukan pengumpulan bahan bukti.
Kepala Kejaksaan Negeri Pangkep, Nurni Farahyanti mengakui indikasi mark up pada proyek pengadaan absensi tersebut. Pasalnya, di beberapa SKPD absensi tersebut memiliki Rencana Anggaran Belanja (RAB) hingga Rp13 juta. Padahal dalam harga pasaran absensi ceklok hanya maksimal Rp4 juta.
"Di sini pintarnya oknum nakal yang memecah-mecah anggaran pengadaan cekolok tersebut untuk ditanggung masing-masing SKPD. Jadi proyek ini kedengarannya kecil, tapi jika disatukan ke seluruh SKPD, angkanya bisa mencapai Rp400 juta, dengan harga masing-masing SKPD sebanyak Rp13 juta," katanya, Rabu, 30 Maret.
Hal ini pun yang membuat Nurni yakin adanya indikasi mark up dalam proyek tahun 2015 tersebut. Dari hasil penelusuran timnya, ditemukan standar harga Rp13 juta. Ide menggunakan Absensi berbasis ceklok tersebut dikeluarkan Sekda Pangkep dengan mewajibkan SKPD membeli absensi berbasis ceklok.
"Pak Sekda terbitkan perintah agar SKPD menggunakan absensi ceklok untuk meningkatkan efektifitas PNS . Namun rupanya ada oknum yang nakal dengan membuatkan draft harga hingga Rp13 juta. Padahal harga ceklok aslinya tak lebih dari Rp7 juta untuk satu set dengan komputer dan print. Sedangkan yang ada sekarang hanya absensi ceklok tanpa komputer," jelasnya.
Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana mengaku tak tahu dengan pengadaan absensi ceklok tersebut. Pasalnya proyek tersebut dilakukan bukan pada saat dia menjabat, melainkan dijabat Plt Bupati Pangkep, Ruslan Abu.
"Saya tidak tahu menahu. Kalau melihat standar harganya sebesar Rp13 juta tentu sangat besar. Tapi harus dilihat juga R13 juta itu untuk apa saja, apakah hanya absensi saja ataukah lengkap dengan komputer dan servernya," katanya singkat. (*)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda