Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Daerah
  3. Kaghati Kolope Ikon Muna Festival Layang-layang Nusantara 2024

Kaghati Kolope Ikon Muna Festival Layang-layang Nusantara 2024

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
13 Agustus 2024, 08.50 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
13 Agt 2024, 08.50 WITA · 4 menit baca
4 menit baca
Kaghati Kolope

JurnalPost.com - Muna, sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara, kembali menjadi pusat perhatian sebagai tempat penyelenggaraan even bertajuk Muna Festival Layang-layang Nasional 2024 yang berlangsung pada 27 Juli sampai 2 Agustus 2024. Berlokasi di di Stadion Kota Baru Motewe Muna–Raha yang digelar oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX bekerjasama dengan Pemkab Muna.

Festival layang-layang tahunan ini tak hanya diikuti oleh tuan rumah melainkan juga sejumlah peserta baik nasional maupun mancanegara. Ratusan peserta ambil bagian menerbangkan layang-layang dalam acara yang dipusatkan di Kota Raha tersebut. Tentu membuat festival ini semakin meriah, apalagi ditambah diterbangkannya layang-layang berbagai jenis karakater, ukuran dan warna.

IKLAN

Jika mayoritas pelaksanaan festival layang-layang hanya berlokasi di Pantai, maka berbeda dengan Muna Festival Layang-layang Nasional 2024 yang terselenggara di area stadion yang belum rampung pembangunannya bersebelahan langsung dengan lepas pantai, tentu saja tak membutuhkan waktu lama bagi peserta untuk membuat layang-layang cepat terbang. Yang perlu diketahui menerbangkan layang-layang tidaklah mudah, mengajarkan pentingnya kesabaran dan ketelitian. Serta belajar untuk membaca angin, menyesuaikan tali, dan merespons dengan cepat terhadap perubahan kondisi cuaca.

Relawan SIBAT mengikuti pembekalan di dalam tenda di Puncak Peuyeum, Sukabumi.
Baca Juga

Relawan SIBAT dari Tujuh Desa di Sukabumi Uji Coba WargaSiaga untuk Belajar Kesiapsiagaan Bencana

Salah satu hal yang membuat layang-layang begitu menarik adalah kreativitas yang terlibat dalam membuat dan menerbangkannya. Festival kali ini menghadirkan layang-layang berbagai ragam karakter serta ukuran sebagai bentuk pelestarian budaya Indonesia menjadi hiburan tersendiri bagi warga setempat, yang melayang di atas langit biru semakin tampak indah. Adapun tujuan pelaksanaan even ini selain untuk lomba dan hiburan masyarakat, juga untuk mengenalkan Muna sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang permainan tradisional layang-layang,

Selain lomba layang-layang, festival ini juga diisi kegiatan workshop. Salah satu acara yang ditunggu–tunggu yakni workshop pembuatan layang–layang mini “Kaghati Kolope” dan layangan kontemporer, tak lupa juga suguhan kuliner tradisional khas Muna dan kunjungan peserta ke kawasan gua prasejarah Liangkabori menjadi beberapa rangkaian agenda pelaksanaan festival kali ini. Adapun lombanya seperti lomba rokaku chalenge, lomba kaghati kolope antar dinas, kaghati kolope umum, layang-layang kreasi kain parasut antar dinas, layang-layang kreasi kain parasut umum, layang-layang tradisional antar pelajar. Dan tak lupa ada hadiah telah disiapkan oleh panitia.

IKLAN

Muna Festival Layang-layang Nasional 2024 adalah bukti nyata bahwa warisan kebudayaan dapat menjadi aset berharga serta membanggakan mendatangkan wisatawan dan mampu membuka peluang ekonomi masyarakat setempat. Apalagi Kabupaten Muna sendiri dikenal dengan segala kekayaan kebudayaannya mampu menyuguhkan even ini dengan layang – layang legendarisnya, Kaghati Kolope.

Kaghati Kolope Kabupaten Muna sendiri telah lama dikenal sebagai daerah yang mempunyai ragam kekayaan budaya. Salah satunya adalah layangan dari daun umbi hutan atau “Kaghati Kolope” yang kerap wara wiri di berbagai kegiatan kebudayaan, yang merupakan layang-layang purba asal Muna.

Bupati Barru Andi Ina Kartika
Baca Juga

Ratusan Warga Meriahkan Bulan Bakti Karang Taruna di Barru, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

Kaghati Kolope yang merupakan Layang-layang terbuat dari daun kolope (umbi hutan) untuk layar induk, kulit bambu sebagai bingkai, dan serat nanas hutan yang dililitkan sebagai tali. Kali ini menjadi ikon utama festival yang dikenal sebagai salah satu layang – layang tertua di dunia, yang ada sejak 4.000 tahun lalu. Telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan memenangkan berbagai kompetisi layang - layang telah pula menjadi kebanggaan masyarakat Muna.

Layang – layang sebagai dolanan (permainan) tradisional tak lekang oleh zaman dan mampu bertahan hingga saat ini merupakan sebuah permainan yang menjadi budaya anak - anak di berbagai belahan dunia. Sedangkan penggambaran layang-layang tertua adalah dari lukisan gua pada periode mesolitik di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, yang dipercaya telah ada sejak 4.000 Tahun yang lalu. Lukisan tersebut menggambarkan layang-layang yang disebut Kaghati, yang masih digunakan oleh orang-orang Muna modern. Diduga terjadi perkembangan yang saling bebas antara tradisi di Tiongkok dan di Nusantara karena di Nusantara banyak ditemukan bentuk-bentuk primitif layang-layang yang terbuat dari daun-daunan.

Penulis: SULTAN MUSA – Samarinda, seorang traveler dan penulis buku @sultanmusa97

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kaghati-kolope-ikon-muna-festival-layang-layang-nusantara-2024/71429/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026, 08.41 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Barru, Bupati Andi Ina Tekankan Sinergi Politik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

Kepala Daerah Adu Keahlian Masak Nasi Goreng di HUT ke-357 Sulsel, Bupati Barru Turut Hadir

Ratusan UMKM Ikut Kecipratan Rezeki, Fun Walk HUT ke-58 Semen Tonasa Dibanjiri Puluhan Ribu Warga

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya

Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

Di Balik Papan Tulis, Ada Perjuangan Memahami Setiap Anak: Potret Pembelajaran di SDN Ciptaharja

Praktik Orang Dalam dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa: Ancaman terhadap Objektivitas dan Integritas

Pilihan Editor

  1. 1 Peneliti FMIPA Universitas Negeri Malang Ungkap 4.126 Varian Bakteri Usus Katak Sawah di Kawasan Pertanian
  2. 2

    Universitas Negeri Malang Hadirkan ElectroRace Kit untuk Pembelajaran IPA di MTs Sunan Kalijogo

  3. 3

    Tarbiyah vs Taklim: Mengapa Santri Lebih Butuh Dididik daripada Sekadar Diajari?

  4. 4

    Pengelola Museum di Surabaya Perkuat Profesionalisme Kehumasan, Strategi Pemasaran, dan Pelayanan Pengunjung

  5. 5

    Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional, Semen Tonasa Jadi Lokasi Latihan Hanud Pasif

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.