Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Indonesia Resmi Bergabung dengan BRICS, Tonggak Sejarah Diplomatik di Asia Tenggara

Indonesia Resmi Bergabung dengan BRICS, Tonggak Sejarah Diplomatik di Asia Tenggara

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
11 Januari 2025, 12.10 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Indonesia Resmi Bergabung dengan BRICS, Tonggak Sejarah Diplomatik di Asia Tenggara
Foto yang diabadikan dengan ponsel ini menunjukkan pemandangan sebuah sudut kota di Jakarta pada 12 Juli 2024. (Xinhua/Xu Qin)

JAKARTA, JurnalPost.com (Xinhua) -- Indonesia membuat tonggak penting baru dalam sejarah diplomatiknya seiring perekonomian terbesar sekaligus negara berpopulasi terbanyak di Asia Tenggara itu secara resmi diterima menjadi anggota penuh BRICS. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama dari kawasan Asia Tenggara yang bergabung dalam kelompok ekonomi tersebut.

Pengumuman ini disampaikan pada Senin (6/1) oleh pemerintah Brasil, sebagai pemegang presidensi BRICS tahun ini.

IKLAN

BRICS awalnya didirikan pada 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan China, dengan Afrika Selatan bergabung pada 2010. Saat ini, BRICS memiliki total 10 anggota penuh.

kedai pajak sampul 1280x720
Baca Juga

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

DORONGAN EKONOMI

Kalangan pakar Indonesia memuji keputusan pemerintah untuk bergabung dengan BRICS, menyoroti potensi manfaatnya bagi Indonesia, seperti mendorong ekonomi, menarik investasi, memperluas akses pasar, dan memperkuat status internasionalnya.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menekankan bahwa keanggotaan BRICS akan memperluas akses pasar Indonesia, memastikan resiliensi di tengah ketidakpastian perekonomian global.

Nailul Huda, direktur bidang ekonomi wadah pemikir Center of Economic and Law Studies (Celios) yang berbasis di Jakarta, memiliki pendapat yang senada, mengatakan bahwa ekspor Indonesia umumnya bergantung pada pasar-pasar di negara-negara Barat.

bayar
Baca Juga

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

"Bergabung dengan BRICS akan membebaskan Indonesia dari ketergantungan yang berlebihan pada pasar-pasar tradisional. Dengan bergabungnya negara-negara Timur Tengah ke dalam BRICS, hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memasuki pasar Timur Tengah. Manfaat keanggotaan BRICS sangat signifikan," kata Nailul.

Telisa Aulia Falianty, profesor ekonomi moneter di Universitas Indonesia (UI), mengatakan bahwa BRICS memiliki dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Indonesia dapat mengambil peran yang lebih kuat dalam organisasi ini jika dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk persaingan bisnis.

"Beberapa pihak memperkirakan bahwa dengan keterlibatan Indonesia di BRICS, pertumbuhan ekonomi dapat meningkat 0,3 persen," katanya.

PENGARUH GLOBAL

Olahan Mangga
Baca Juga

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

IKLAN

"Kita melihat Indonesia dipandang sebagai negara penting untuk bisa segera bergabung (dengan BRICS)," Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan dalam pidatonya di Pernyataan Pers Tahunan Menteri (PPTM), di Jakarta, Jumat, 10 Januari 2025.

"Keanggotaan Indonesia di BRICS ini merupakan wujud politik luar negeri itu sendiri. Karena keputusan ini bukanlah hasil kerja semalam. Melainkan buah dari kiprah konsistensi dan keteguhan diplomasi Indonesia selama puluhan tahun," kata Sugiono.

Menurut dia, Indonesia sebagai anggota BRICS akan memastikan untuk menjembatani kepentingan negara berkembang dan seluruh kawasan, dan akan terus aktif mencegah meruncingnya persaingan geoekonomi dan geopolitik.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia (RI) pada Selasa (7/1) mengatakan bahwa Indonesia memandang keanggotaannya di BRICS sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kolaborasi dengan negara-negara berkembang lainnya, yang berakar pada prinsip-prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan pembangunan berkelanjutan.

"Pencapaian ini mencerminkan peran aktif Indonesia yang semakin meningkat dalam isu-isu global, serta komitmennya untuk memperkuat kerja sama multilateral demi menciptakan tatanan global yang lebih inklusif dan adil," ujar pihak kementerian dalam sebuah pernyataan.

"BRICS adalah sebuah platform penting bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan, memastikan bahwa suara dan aspirasi negara-negara Global South didengar dan terwakili dalam proses pengambilan keputusan global," menurut pernyataan itu.

Rolliansyah Soemirat, juru bicara Kemlu RI, menekankan BRICS sebagai platform penting bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan. "Sebagai negara dengan ekonomi yang berkembang dan beragam, Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi pada agenda-agenda BRICS, termasuk ketahanan ekonomi, kesehatan masyarakat, dan kerja sama teknologi," katanya.

"Dengan menjadi anggota BRICS, peran dan lingkup pengaruh Indonesia akan meluas," kata Ahmad Heryawan, wakil ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dia menambahkan bahwa keanggotaan BRICS memungkinkan Indonesia untuk memainkan peran yang lebih besar dalam menjaga keseimbangan global dan mengatasi isu-isu penting seperti perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, dan tantangan-tantangan kemanusiaan.

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menggambarkan keanggotaan BRICS sebagai langkah strategis untuk meningkatkan posisi tawar Indonesia di kancah global. "Ini juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk membentuk arah dan kerangka kerja organisasi ini di masa depan," katanya.

Muhammad Syaroni Rofii, pakar hubungan internasional di Universitas Indonesia, mengatakan keanggotaan di BRICS dapat digunakan untuk memperluas jaringan kemitraan Indonesia untuk agenda-agenda global. "Dengan bergabung dalam BRICS, Indonesia dapat menyuarakan aspirasi negara-negara Global South," katanya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/indonesia-resmi-bergabung-dengan-brics-tonggak-sejarah-diplomatik-di-asia-tenggara/77251/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 15.50 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

Kedaulatan Rupiah Tak Cukup Berhenti di QRIS

Bergantung Pasokan Luar Daerah, Harga Pangan di Pasar Ciputat Mudah Bergejolak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kisah Mamik Pemilik Toko Kelontong Sekaligus Agen BRILink di Bojonegoro Bantu Warga

Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

Pilihan Editor

  1. 1 Kisah Mamik, Pemilik Toko Kelontong di Bojonegoro yang Jadi Agen BRILink, Bantu Warga Kirim Uang hingga Cairkan Hasil Panen
  2. 2

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  3. 3

    MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

  4. 4

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  5. 5

    Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.