Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  2. Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  3. Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  4. PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  5. Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  1. Beranda
  2. Featured
  3. Film Animasi China All Wishes Come True Tayang di Indonesia, Mitologi Delapan Dewa Dikemas Modern

Film Animasi China All Wishes Come True Tayang di Indonesia, Mitologi Delapan Dewa Dikemas Modern

Foto profil Nurul
Penulis: Nurul
16 September 2026, 19.27 WITA Editor: Hasbi
6 menit baca
Film Animasi China All Wishes
Penayangan perdana film animasi Tiongkok "All Wishes Come True" di Amerika Utara digelar di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 13 Agustus 2026. (Xinhua/Zeng Hui)

Jakarta, JurnalPost.com — Film animasi fantasi-komedi asal Tiongkok, All Wishes Come True, mulai menarik perhatian penonton Indonesia setelah resmi tayang di bioskop sejak awal September 2026.

Antusiasme penonton terlihat salah satunya di bioskop Cinepolis Depok Town Square, Depok. Sejumlah penonton mengaku tertarik dengan film tersebut karena menawarkan perpaduan antara mitologi klasik Tiongkok, komedi, serta visual animasi modern.

IKLAN

Lia (23), mahasiswa Universitas Indonesia, mengaku telah lama menantikan penayangan All Wishes Come True. Ketertarikannya terhadap film tersebut muncul setelah sebelumnya menyaksikan animasi Tiongkok lainnya, Ne Zha.

km tilongkabila dan masyarakat pelabuhan
Baca Juga

KM Tilongkabila dan Masyarakat Pelabuhan: Kisah Perjalanan, Perjuangan Hidup, dan Harapan di Setiap Dermaga

“Saya sangat tertarik dan sudah lama menantikan All Wishes Come True karena saya menyukai film animasi dari berbagai negara.”

Menurut Lia, pengalaman menonton Ne Zha membuatnya penasaran dengan cara All Wishes Come True mengangkat kebudayaan dan mitologi Tiongkok ke dalam film animasi.

“Ternyata setelah ditonton memang bagus, tidak hanya ceritanya, tetapi plot yang ditawarkan juga sangat menarik. Film ini berhasil membuat cerita mitologi klasik terasa lebih modern, tetapi unsur budayanya tetap ada.”

Pendapat serupa disampaikan Eki (27). Ia menilai salah satu kekuatan film tersebut berada pada kemampuannya menggabungkan kisah fantasi dengan tema perkembangan karakter yang masih relevan bagi penonton dewasa.

foto mang venus
Baca Juga

Siapa MING VENUS? DJ Asal Surabaya yang Punya 101 Ribu Followers TikTok

“Karakternya juga punya perkembangan yang jelas, dari orang-orang yang awalnya punya kepentingan masing-masing sampai akhirnya belajar bertanggung jawab dan memikirkan orang lain.”

Menurutnya, All Wishes Come True tidak hanya ditujukan bagi penggemar animasi, tetapi juga dapat dinikmati oleh penonton dari berbagai kelompok usia.

Tayang di Indonesia Lebih Awal

Distributor Feat Pictures sebelumnya mengumumkan bahwa All Wishes Come True mulai ditayangkan di Indonesia pada 2 September 2026.

Jadwal tersebut bahkan dua hari lebih cepat dibandingkan rencana perilisan global film di sejumlah negara lain pada 4 September.

Amaia
Baca Juga

Sempat Ragu Pilih Matematika atau Ekonomi, Amaia Berhasil Raih Medali Perunggu OSN 2026

Kehadirannya di Indonesia mengikuti keberhasilan film tersebut di pasar domestik Tiongkok.

All Wishes Come True mengisahkan delapan manusia biasa yang nekat menyamar sebagai dewa untuk menyusup ke Penglai, tempat penyimpanan harta karun di alam surgawi.

Awalnya, masing-masing karakter memiliki kepentingan pribadi. Namun perjalanan mereka justru membawa para tokoh tersebut pada perubahan besar.

Mereka mulai belajar mengenai tanggung jawab, keadilan, dan kepentingan bersama hingga akhirnya memperoleh keabadian dan dikenal sebagai Delapan Dewa atau Eight Immortals, salah satu legenda terkenal dalam tradisi Tiongkok.

Sukses di Box Office Tiongkok

Sebelum masuk ke Indonesia, All Wishes Come True lebih dahulu mencatat kesuksesan di Tiongkok setelah dirilis pada 18 Juli 2026.

Dalam lima hari pertama penayangannya, film tersebut meraup sekitar 400 juta yuan. Film itu juga memperoleh skor awal 8,3 dari 10 di platform ulasan Douban.

Momentum tersebut berlanjut sepanjang musim panas.

Berdasarkan data Maoyan yang dikutip Xinhua, pendapatan All Wishes Come True telah mencapai sekitar 1,90 miliar yuan hingga 11 September 2026.

Angka itu menempatkannya sebagai salah satu film berpendapatan tertinggi selama musim panas 2026 di Tiongkok.

Setelah mencatat kesuksesan domestik, film tersebut mulai dibawa ke berbagai pasar internasional, termasuk Australia, Selandia Baru, Amerika Utara, Inggris, serta sejumlah negara Eropa.

Pemutaran perdana di Amerika Utara digelar di Los Angeles, California, pada 13 Agustus 2026 sebelum film tersebut ditayangkan di bioskop Amerika Serikat dan Kanada sehari kemudian.

Film berbahasa Mandarin dengan teks bahasa Inggris tersebut diputar di lebih dari 100 bioskop terpilih.

Respons positif juga muncul dari sejumlah penonton di Amerika Utara.

Penulis lagu sekaligus kreator konten Hannah Avison memberikan penilaian tinggi terhadap kualitas visual dan alur ceritanya.

IKLAN

“Animasi film sangat indah dan memanjakan mata. Ada begitu banyak kejutan dan plotnya sungguh menarik. Saya terus dibuat penasaran sepanjang film.”

Aktor dan produser Hollywood John Kyle Sutton juga menilai film seperti All Wishes Come True dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak penonton internasional untuk mengenal kebudayaan Tiongkok.

Mitologi Klasik Dikemas Lebih Modern

All Wishes Come True disutradarai sekaligus ditulis oleh Mou Zhengyang.

Film tersebut mengambil inspirasi dari legenda Delapan Dewa yang dikenal dalam tradisi Taoisme Tiongkok, tetapi tidak menampilkan para tokohnya sebagai figur sempurna sejak awal.

Mereka justru digambarkan sebagai manusia muda dengan berbagai kelemahan, kepentingan, dan kesalahan.

Pendekatan tersebut sengaja dipilih untuk membuat karakter terasa lebih dekat dengan penonton masa kini.

Dalam pandangan Mou, keabadian dalam cerita bukan semata-mata mengenai pencapaian kekuatan supranatural, tetapi juga menjadi simbol perubahan diri, kedewasaan, dan tumbuhnya rasa tanggung jawab.

Pendekatan modern juga terlihat dalam penggambaran Penglai.

Dunia para dewa tidak hanya ditampilkan sebagai tempat sakral yang terpisah jauh dari kehidupan manusia. Film tersebut justru menggambarkannya seperti sebuah organisasi dengan sistem peringkat, target, hingga evaluasi.

Konsep itu memberi unsur komedi sekaligus membuat legenda klasik terasa lebih dekat dengan kehidupan modern.

Visual Terinspirasi Seni Tradisional Tiongkok

Unsur budaya tidak hanya hadir melalui alur cerita.

Tim produksi juga memadukan estetika tradisional Tiongkok dengan teknologi animasi modern untuk membangun dunia fantasi dalam film tersebut.

Produser Cao Linlin mengatakan tim produksi melakukan riset langsung ke sejumlah lokasi budaya, termasuk Istana Yongle di Shanxi serta Gunung Qingcheng di Sichuan.

Kedua tempat tersebut kemudian menjadi salah satu referensi untuk merancang dunia dan elemen visual film.

Beberapa objek dalam film bahkan terinspirasi dari karya seni kuno, termasuk kereta yang ditarik ikan berdasarkan mural tradisional.

Palet warna film juga mengambil inspirasi dari lukisan Tahun Baru Tiongkok dan berbagai bentuk seni rakyat.

Identitas Budaya Jadi Kekuatan

Mou Zhengyang menilai perkembangan animasi Tiongkok kini tidak lagi hanya bergantung pada kemajuan teknologi.

Menurutnya, teknologi animasi sudah semakin berkembang, sehingga karakter dan identitas budaya justru menjadi pembeda penting antara karya dari satu negara dengan negara lainnya.

“Kami memiliki pola penceritaan yang serupa, tetapi masing-masing memiliki ekspresi budaya yang unik.”

Ia juga menilai kreator lokal mempunyai peran penting dalam menjaga autentisitas sebuah cerita yang berakar pada tradisi masyarakatnya.

“Hanya kreator animasi lokal yang dapat menceritakan kisah Tiongkok secara autentik dengan baik.”

Pendekatan tersebut terlihat dalam All Wishes Come True. Film itu tidak menghilangkan unsur tradisionalnya demi mengejar pasar internasional.

Sebaliknya, legenda, seni, mitologi, dan budaya Tiongkok justru menjadi identitas utama yang dibawa ke dalam kemasan animasi modern.

Bagi penonton Indonesia seperti Lia dan Eki, perpaduan tersebut membuat legenda yang telah berusia berabad-abad terasa lebih dekat dengan generasi sekarang.

Kesuksesan All Wishes Come True juga memperlihatkan bagaimana cerita yang berakar kuat pada budaya lokal tetap memiliki peluang menjangkau penonton lintas negara ketika dikemas dengan bahasa sinema yang universal.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/film-animasi-china-all-wishes-come-true-tayang-di-indonesia-mitologi-delapan-dewa-dikemas-modern/97710/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 14.02 WITA

  • #All Wishes Come True
  • #Animasi Fantasi
  • #Bioskop Indonesia
  • #Box Office China
  • #Delapan Dewa
  • #Feat Pictures
  • #Film Animasi China
  • #Mitologi Tiongkok

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ronald Dewa Rilis 'Salah Mencinta', Kisah Cinta Tulus yang Berakhir Luka

Masih 16 Tahun, Firsya Rahma Mardiana Bikin Bangga! Siswi SMAN 3 Ciamis Ini Borong 3 Medali Nasional

Jalan Terpanjang, Ingatan Terpendek? Wajah Baru Djamin Ginting di Layar Lebar

Bermodal Cermin hingga Terbang ke Thailand, Perjalanan Cikibul Bangun Karier sebagai Kreator Gaming TikTok

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik
  2. 2

    Flu Sedang Naik: Kapan Cukup Istirahat di Rumah, Kapan Harus ke Dokter?

  3. 3

    Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

  4. 4

    Awali Hari dengan Salat Subuh Berjamaah dan Senam Pagi, MAN 1 Bulukumba Tanamkan Semangat Sehat Lahir dan Batin

  5. 5

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.